Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Lebih dari Setengah Penduduk China Kelebihan Berat Badan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Desember 2020 11:31 11:31 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Desember 2020 11:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Lebih dari setengah populasi orang dewasa di China, atau lebih dari setengah miliar orang, kini mengalami kelebihan berat badan, menurut penelitian. Angka tersebut meningkat secara signifikan dibanding tahun 2002, ketika 29% orang dewasa mengalami kelebihan berat badan, kutip BBC.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di negara itu dalam beberapa dekade terakhir telah menyebabkan pola perubahan besar pada gaya hidup, pola makan dan kebiasaan olahraga.  Massa tubuh yang lebih tinggi, meningkatkan risiko sejumlah penyakit, termasuk penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Masalah obesitas telah menjadi fokus baru selama pandemi Covid-19 karena penelitian menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung menderita komplikasi parah atau bahkan kematian akibat Covid-19.  Pada Oktober, pemerintah China mengumumkan rencana untuk mengatasi meningkatnya tingkat obesitas yang dialami penduduknya.

Laporan komisi kesehatan nasional China yang dirilis Rabu (23/12) menemukan bahwa lebih dari 50% orang dewasa dikategorikan memiliki kelebihan berat badan, 16% di antaranya mengalami obesitas.

Laporan itu menyebut faktor yang menyebabkan lingkar pinggang penduduk di negara itu kian membesar ialah penurunan aktivitas fisik, dengan kurang dari seperempat populasi orang dewasa yang berolahraga setidaknya sekali seminggu.  Kurang dari seperempat populasi orang dewasa di China berolahraga setidaknya sekali seminggu.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Nafsu makan yang meningkat untuk daging dan rendahnya konsumsi buah juga diidentifikasi sebagai faktor di balik peningkatan tersebut. Wang Dan, seorang ahli gizi di kota Harbin, mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa banyak orang dewasa di China kini “berolahraga terlalu sedikit, terlalu banyak tekanan, dan memiliki jadwal kerja yang tidak sehat”.

China bukan satu-satunya negara yang mengalami peningkatan jumlah orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dalam beberapa tahun terakhir. Awal tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan banya tingkat obesitas di seluruh dunia meningkat tiga kali lipat sejak 1975, termasuk di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Hampir 40% populasi orang dewasa di seluruh dunia kelebihan berat badan pada 2016 dan sekitar 13% mengalami obesitas, menurut perkiraan WHO.  Qatar merupakan negara yang memiliki tingkat obesitas tertinggi, dengan lebih dari 70% penduduknya kelebihan berat badan atau obesitas.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berat badanchinagemukobesitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Tangkap Pria Diduga Pelempar Bom Molotov ke Masjid
Tulisan selanjutnya Erdogan: 2021 Menjadi Tahun Reformasi bagi Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?