Hidayatullah.com- Sampai kini pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda kapan berakhir. Hal ini mendorong masyarakat berupaya meningkatkan imunitas. Salah satu cara yang diyakini dapat meningkatkan imunitas adalah dengan terapi woukouf.
Terapi ini diperkenalkan oleh Ustadz Fadlan Rabbani Garamatan, pendakwah asal Papua. Menurut ustadz yang dijuluki “Ustadz Sabun Mandi” ini, terapi woukouf sudah dikenal di tanah Papua sejak abad 12.
“Terapi ini, terapi raja-raja Papua abad 12. Sampai sekarang masih dilakukan,” terang Ustadz Fadlan di Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/01/2021).
Secara makna, jelas Ustadz Fadlan, woukouf berarti memanaskan tubuh dengan uap panas yang diramu dengan rebusan 75 macam rempah yang didatangkan dari Papua. Penguapan dilakukan di bilik-bilik bambu yang sudah disiapkan beberapa kursi.
Praktek terapi woukouf dilakukan di Pesantren Nuu Waar AFKN setiap Sabtu dan Ahad pagi. Jika peserta banyak melebihi kuota akan ditambah Selasa dan Rabu.
Masyarakat antusias mengikuti terapi ini. Seperti yang terjadi pada Selasa (19/01/2021). Sekitar 30 orang terlihat duduk dan antri di sebuah aula Pesantren Nuu Waar AFKN. Mereka di antaranya pekerja media, purnawirawan TNI, ustadz, dan tokoh masyarakat.
Pada tahapan pertama, peserta secara bergilir diterapi pukul tubuh dengan kayu. Bagian tubuh yang dipukul punggung, paha, dan betis. Tahapan terapi ini untuk merangsang lancarnya peredaran darah.
Selesai tahapan ini, peserta diberi minum ramuan kayu ular asli Fakfak dan qusthul hindi. Ramuan ini pahit terasa di lidah.
Kemudian, peserta menuju bilik-bilik bambu. Sebelum masuk ke bilik yang berkapasitas sekitar 15 orang, Ustadz Fadlan memberikan pengarahan kepada peserta.
Pengarahan selesai, peserta masuk ke dalam bilik. Peserta duduk mengelilingi panci besar yang berisi rebusan 75 rempah Papua.
Bacaan Al-Qur’an, takbir, serta shalawat mengiringi proses penguapan. Para peserta diminta membuka mata dan menghirup dalam-dalam kepulan asap ramuan. Proses penguapan di dalam bilik berlangsung selama 33 menit.
“Lamanya terapi 33 menit, dari sebelumnya 17 menit. Diperpanjang agar ramuan masuk ke tubuh secara maksimal,” jelas Ustadz Fadlan.
Desastian, salah satu warga Depok peserta terapi mengatakan merasakan manfaat dari terapi woukouf. Meski baru pertama kali, dirinya berencana akan mengikuti terapi ini secara rutin.
“InsyaAllah mau rutin. Otot dan saraf yang tegang, Alhamdulillah jadi rileks. Keringat juga deras banget bercucuran. Bisa membakar lemak dan kolesterol juga,” katanya usai menjalani terapi.
Ustadz Fadlan mengatakan, selain meningkatkan imunitas, terapi woukouf berkhasiat untuk mengobati darah tinggi, kolesterol, stroke.
“Bahkan ada beberapa peserta yang positif Covid ikuti terapi ini. Alhamdulillah dengan izin Allah sembuh dari Covid,” terang pendakwah yang dikenal sebagai ustadz yang mensosialisasikan kepada masyarakat Papua mandi menggunakan sabun.
Adapun soal tarif terapi, Ustaz Fadlan tak mematok. Namun, jika masyarakat membayar, dialihkan untuk pembangunan masjid dan sarana Pesantren Nuu Waar AFKN.
“Kalau kita memasang tarif, kasihan saudara-saudara kita. Bayar hanya dengan shalawat kita terima, dengan syahadat kita terima. Ini bagian bakti pesantren AFKN untuk masyarakat,” ujar Ustadz Fadlan.
Hingga kini tercatat sudah 7.000 orang yang mengikuti terapi woukouf. Bagi masyarakat yang ingin terapi, maka harus mendaftar dua pekan sebelumnya.
“Siapa pun boleh datang. Mau Islam, mau bukan Islam, silakan. Kita melayani semua orang. Daftar dua pekan sebelumnya, karena kita siapkan rempah-rempah,” pungkas Ustadz Fadlan.*