Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

30 Juta Anak Sekolah Masih Dikepung Jajanan Berbahaya

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 Desember 2012 21:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gempuran pangan jajanan anak sekolah (PJAS) berbahaya tidak kunjung bisa teratasi. Saat ini diperkirakan 30 juta anak sekolah dikepung PJAS jahat karena mengandung formalin, boraks, serta zat pewarna beracun seperti rhodamin B dan methanyl yellow.

Zat-zat kimia tadi masuk kategori berbahaya karena jika dikonsumsi dalam jangka panjang bisa memicu kanker. Sampai saat ini, upaya perlindungan anak-anak sekolah dari jajanan berbahaya itu terus dijalankan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala BPOM Lucky S. Slamet menuturkan, pihaknya menetapkan penanganan jajanan anak sekolah masuk dalam agenda Gerakan Nasional Menuju PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi. ”Gerakan nasional ini diluncurkan oleh Wakil Presiden Boediono awal 2011 lalu,” katanya, dilansir Riau Pos, Senin (10/12/2012).

Lucky mengatakan, secara umum keberadaan jajanan berbahaya sudah bisa ditekan dari tahun ke tahun. Tetapi semua jajanan anak-anak sekolah masih belum terbebas dari zat kimia berbahaya. Sampai pertengahan tahun ini, BPOM melansir, 76 persen sampel PJAS yang mereka teliti sudah masuk kategori aman.

“Jadi tinggal 24 persen sampel PJAS yang masih mengandung zat berbahaya,” katanya.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Dia mengatakan penanganan PJAS berbahaya ini tidak bisa dilakukan oleh BPOM saja. Tetapi juga membutuhkan kerjasama dengan komunitas sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, wali siswa, para siswa, hingga masyarakat pedagang jajanan sekolah.

Sejak gencar memberantas PJAS berbahaya, BPOM melansir data perkembangan yang lumayan menanjak. Dimulai pada kurun 2008 hingga 2010 lalu, sampel PJAS yang aman dari zat berbahaya sekitar 60 persen. Kemudian pada 2011 meningkat menjadi sekitar 65 persen. “Upaya ini terus kita genjot,” kata dia.

Lucky mengatakan, BPOM memiliki sejumlah tantangan besar dalam mengamankan kesehatan anak-anak sekolah dari PJAS berbahaya, di antaranya minimnya kantin sekolah yang masuk kriteria sehat. BPOM memasang target dari jumlah sekolah yang mencapai 180 ribu, sepuluh persen di antaranya memiliki kantin sehat.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana penyuluh BPOM menghadapi pedagangan jajanan sekolah yang nakal. “Petugas kami sering kucing-kucingan, mirip sekali Tom and Jerry. Terutama di Jakarta,” katanya. Setiap melihat mobil penyuluh BPOM, para pedagang langsung kabur. Setelah mobil meninggalkan sekolah, mereka balik kucing.

Lucky mengatakan, karakter pedangan PJAS di kawasan Jakarta cukup khas. Selain tetap nakal dan bandel menjual jajanan tidak sehat, mereka juga kerap berpindah-pindah. Berbeda sekali dengan karakter pedagang jajanan sekolah di Jogjakarta yang nurut dan cenderung menetap.

Dengan penanganan yang tidak gampang, Lucky memasang target pada akhir tahun ini mereka bisa menyelamatkan 1,3 juta anak sekolah dari PJAS berbahaya. Dia mengakui target itu tidak sebanding dengan jumlah anak sekolah yang mencapai 30 juta siswa.

Namun Lucky mengatakan 1,3 juta anak sekolah yang berhasil mereka amankan itu bisa berperan sebagai agent of change. Mereka diharapkan bisa menulari teman-temannya untuk menghindari membeli jajanan berbahaya di luar sekolah.

“Intinya jika demand-nya (jumlah siswa yang membeli, red) turun, jajanan berbahaya akan hilang sendiri,” pungkasnya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKPU Serahkan Bantuan 30.000 Dolar untuk Gaza
Tulisan selanjutnya Palestina Cari Upaya Hidupkan Perundingan Perdamaian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?