Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Virus Langya Menjangkiti Puluhan Orang di China, Menular dari Hewan Celurut

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2022 17:33 5:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Agustus 2022 17:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para peneliti sudah mulai melacak virus Langya yang baru diidentifikasi di China, yang sejauh ini tercatat sudah menjangkiti puluhan orang.

Virus baru Langya henipavirus (LayV) pertama kali terdeteksi di provinsi timur laut Shandong dan Henan pada akhir 2018 tetapi baru secara resmi diidentifikasi oleh para ilmuwan pekan lalu, lansir The Guardian Rabu (10/8/2022).

Virus itu kemungkinan ditularkan dari hewan ke manusia, kata para ilmuwan, dan otoritas kesehatan Taiwan sekarang memantau penyebarannya.

Para peneliti menguji hewan liar dan menemukan RNA virus LayV di lebih dari seperempat dari 262 tikus celurut, “sebuah temuan yang menunjukkan bahwa celurut kemungkinan merupakan reservoir alami”. Virus ini juga terdeteksi pada 2% kambing domestik dan 5% anjing.

Investigasi awal terhadap virus diuraikan dalam korespondensi yang dipublikasikan oleh para ilmuwan dari Cina, Singapura dan Australia di New England Journal of Medicine (NEJM) pekan lalu.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Pada manusia, virus menyebabkan gejala seperti demam, kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan dan nyeri otot.  Dari semua orang yang terinfeksi mengalami demam, kata para ilmuwan. Virus ini adalah satu-satunya patogen potensial yang ditemukan pada 26 dari 35 orang, menunjukkan bahwa “LayV adalah penyebab penyakit demam”.

Sampai saat ini tidak ada kematian akibat LayV.

Prof Wang Linfa dari Duke-NUS Medical School, salah satu penulis makalah itu di NEJM, mengatakan kepada koran pemerintah China Global Times bahwa kasus LayV sejauh ini “tidak fatal atau sangat serius” sehingga “tidak perlu ada kepanikan”.

Masih belum jelas apakah virus tersebut dapat ditularkan antarmanusia, kata para peneliti.

Sebagian besar dari 35 kasus terjadi pada petani, dan individu lain yang terinfeksi termasuk pekerja pabrik.

“Pelacakan kontak dari sembilan pasien dengan 15 anggota keluarga orang yang kontak dekat mengungkapkan tidak ada transmisi LayV di antara para kontak dekat. Namun, ukuran sampel kami terlalu kecil untuk memastikan status penularan dari manusia ke manusia,” kata peneliti.

Hadil pengurutan genom LayV menunjukkan bibit penyakit itu merupakan henipavirus, kategori virus RNA zoonosis yang di dalamnya termasuk virus Hendra dan virus Nipah. Hendra pernah menggemparkan karena menjangkiti kuda dan manusia yang berasal dari Australia, sementara Nipah pernah mewabah di kawasan Asia Tenggara. Hendara dan Nipah memiliki fatalitas yang tergolong tinggi.

LayV paling dekat hubungannya dengan virus Mojiang, yang ditemukan di bagian selatan China.

Taiwan Centers for Disease Control (CDC) hari Ahad kemarin mengumumkan akan menerapkan sekuensing genom dan langkah-langkah pengawasan untuk virus tersebut, lapor kantor berita Taiwan Central.

Chuang Jen-hsiang, deputi dirjen Taiwan CDC, mengatakan pada konferensi pers bahwa lembaganya sedang meneliti rute penularan dan akan berkolaborasi dengan Dewan Pertanian untuk menyelidiki penyakit serupa pada spesies asli Taiwan.

Para ahli penyakit menular sejak lama memperingatkan bahwa krisis iklim dan perusakan alam akan meningkatkan risiko penularan virus dari hewan ke manusia, dalam peristiwa yang dikenal sebagai “zoonotic spillovers”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:celurutchinaLangyaTaiwanvirus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan Buka Pesta Olahraga Solidaritas Islam 2022 Erdogan Buka Pesta Olahraga Solidaritas Islam 2022
Tulisan selanjutnya Rusia Sukses Orbitkan Satelit Iran Khayyam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Berita
8 Juni 2026 21:00
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?