Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Dalam Perut Anda, Ada Cacing atau Spagheti?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Mei 2010 18:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sepekan terakhir masyarakat dikejutkan dengan berita tentang operasi seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun asal Kampung Pasirpicis, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, yang mengeluarkan kumpulan cacing dari dalam ususnya. Jumlah cacing yang dikeluarkan tidak tanggung-tanggung, sekitar 1/2 kilogram. Sebagian media bahkan menggelembungkan angkanya hingga 2-3 kilogram.

Saking banyaknya, cacing-cacing tersebut membuat si bocah sulit buang air besar, dan kadang keluar dari rongga mulut ketika ia batuk atau muntah.

Dokter mengeluarkan sekumpulan cacing panjang bulat berwarna putih keruh kekuningan berbentuk mirip spagheti. Cacing-cacing itu diidentifikasi sebagai cacing Ascaris.

Di Indonesia, cacing Ascaris lumbricoides mungkin tidak seterkenal cacing kremi, yang hampir pasti pernah dilihat setiap orang. Tapi, bukan berarti cacing ini tidak mudah bersemayam dalam tubuh manusia. Ascariasis bahkan disebut-sebut sebagai penyakit terbesar kedua yang disebabkan oleh parasit.

Untuk itu mari kenali lebih lanjut, agar kita bisa menghindarinya.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Ukuran cacing Ascaris bisa mencapai 6-13 inci, betinanya dapat tumbuh hingga setebal pensil. Infeksi cacing ini umum terjadi di seluruh dunia, dari belahan utara hingga selatan. Di daerah dengan sanitasi buruk, seluruh penghuninya mungkin terjangkit hewan parasit ini. Cacing yang menginfeksi tubuh seseorang, bisa berkembangbiak dan hidup sampai jumlah ratusan.

Jika seseorang terjangkit penyakit ini, hampir bisa dipastikan penyebabnya adalah kecerobohan dirinya sendiri, yang kurang menjaga kebersihan.

Kotoran manusia yang tercecer di jalanan, tanah lapang, halaman, dan sebagainya, menjadi media berkembangbiak yang sangat baik bagi cacing ini, terutama di daerah padat penduduk.

Ketika baru dikeluarkan, telur-telur cacing Ascaris tidak berbahaya bagi manusia. Mereka bisa bertahan hidup di lingkungan dengan temperatur dan kelembaban yang tinggi. Cacing-cacing itu biasanya menginfeksi lewat mulut dengan perantara tangan.

Namun demikian, cacing bisa menular lewat makanan. Penggunaan kotoran manusia sebagai pupuk, menjadi jalan bagi cacing untuk menempel di tanaman. Jika orang yang mengkonsumsinya tidak mencuci sayuran tersebut dengan baik, maka peluang masuknya telur-telur cacing ke dalam tubuh semakin besar.

Telur cacing Ascaris membutuhkan waktu beberapa pekan untuk berkembang dan tumbuh menjadi parasit. Ketika masuk ke dalam tubuh dan mencapai usus, telur akan menetas menjadi larva. Larva-larva itu kemudian akan memulai petualangannya menjelajahi seluruh tubuh.

Melalui dinding usus, mereka mencapai paru-paru dengan bantuan darah dan sistem limfa. Dari paru-paru, mereka melewati kantung udara, cabang-cabang tenggorokan, dan kemudian tertelan kembali masuk ke dalam usus kecil. Di sana mereka tumbuh, menjadi dewasa, kawin dan berkembangbiak. Untuk tumbuh menjadi dewasa, telur cacing Ascaris hanya perlu waktu sekitar dua bulan.

Serangan larva cacing Ascaris ke paru-paru dalam jumlah besar pada satu waktu, bisa menyebabkan pneumonia (radang paru-paru). Pada tahap ini, penyakit berkembang menuju usus dalam hitungan minggu, dan gejalanya sulit dideteksi.  Tapi, jika cacing betina dewasa sudah mencapai usus, dokter bisa mendiagnosa infeksinya dengan melihat tanda-tanda keberadaan telur cacing dalam kotoran pasien.

Keberadaan cacing dewasa beberapa ekor saja dalam usus, biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Mungkin hanya menyebabkan sedikit nyeri di perut.

Jika dalam usus terdapat cacing dewasa dalam jumlah banyak, penderita bisa mengalami sembelit, atau bahkan tidak bisa buang air besar sama sekali. Ia akan merasakan sakit perut, muntah, gelisah dan sulit tidur. Semakin banyak jumlahnya, semakin parah gejalanya.

Apabila Anda melihat ada cacing di antara kotoran dan muntahan, bisa jadi itu tanda-tanda seseorang menderita  ascariasis.

Ascaris jenis Toxocara yang biasa menjangkiti anjing dan kucing, juga bisa menginfeksi manusia. Cara penularannya sama seperti di atas. Namun, jika masuk ke tubuh manusia, mereka tidak bisa mencapai usus. Mereka akan menetap dan berkembang di kulit selama beberapa waktu. Anak-anak anjing dan kucing adalah pemberi kontribusi terbesar penularan penyakit ini. Kotoran-kotoran mereka yang mengandung telur cacing berceceran dan akan berinkubasi di tanah. Hampir semua anak anjing yang dilahirkan terinfeksi cacing ini. Tapi biasanya, ketika dewasa mereka menjadi kebal dari penyakit tersebut. [di/niaid/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yordania Kampanye Boikot Produk Israel
Tulisan selanjutnya Gara-gara Gunung Eyjafjallajokull

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?