Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Revolusi Teknologi Bikin Remaja AS Kurang Tidur

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Maret 2011 10:50 10:50 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Maret 2011 10:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Banjirnya tekonologi komunikasi dan informasi mulai berdampak pada kalangan remaja. Sebuah temuan terbaru menyebutkan, remaja Amerika dilaporkan tidak cukup tidur gara-gara terlalu banyak bermain-main dengan teknologi komunikasi ketika seharusnya mereka tidur.

Sebuah studi dari National Sleep Foundation yang mengamati masalah tidur menyebutkan, hampir setengah dari remaja berusia 13-19 tahun berselancar di internet setiap malam pada jam-jam tidur mereka.

Disebutkan, 36% di antara mereka bermain game video dan 18% terbangun karena email, telefon atau pesan pendek di telepon genggam, demikian sebagaimana dikutip BBC.
Dalam kajian itu juga dikatakan remaja paling banyak mengoperasikan teknologi terbaru dibandingkan kelompok usia lainnya. Dan sejumlah pakar mengatakan kekurangan tidur akan menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Salah seorang yang menghadapi kesulitan tidur adalah Amit Millo, yang berusia 16 tahun. Dia sedang didampingi pakar tentang tidur Dr. Helena Emsellem karena selalu terbangun pada malam hari.

“Saya banyak menggunakan komputer untuk pekerjaan rumah, melihat-lihat Facebook atau apa pun untuk menyaksikan video. Telefon seluler saya sering digunakan untuk mengirim pesan pendek dan juga saya juga mungkin nonton televisi satu jam satu malam,” kata Millo.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Dia mengaku bahwa kebiasaan itu mengirimkan pesan yang salah kepada otaknya ketika dia seharusnya tidur. “Saya bisa berjaga malam hari ketika menggunakan komputer. Kelihatannya mata saya tersangsang cahaya komputer sehingga sulit tidur bahkan tubuh saya lebih aktif,” tambah Amit.

Menurut Amit Millo, kalau pun membaca buku dia kembali ke internet sehingga kebiasaannya untuk melihat-lihat situs online kembali muncul.

Dr Emsellem sendiri merupakan seorang spesialias yang menganggap kurang tidur disebabkan antara lain penggunaan teknologi dapat menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang bagi para remaja Amerika.

“Kami yakin terdapat interaksi yang besar antara tidur yang kurang dengan berat badan. Mereka menjadi kegemukan ketika masa kanak-kanak sehingga menimbulkan ancaman tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung ketika mereka dewasa,” jelas Dr Emsellem.

Menurut National Sleep Foundation, para remaja ini sebenarnya termasuk kelompok usia yang sulit tidur di Amerika.

Mereka juga termasuk kelompok yang sulit mematikan teknologi komunikasi yang mereka gunakan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eropa Bekukan Aset Libya di 14 Bank Jerman
Tulisan selanjutnya Hukum Kerja di Warnet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?