Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Peluang (dan Ancaman) Dari Business Model…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Juni 2012 11:20 11:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Juni 2012 11:20
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

TIGA puluh tahun lalu ketika masih kuliah satu-satunya perusahaan yang produk dan layanannya saya gunakan adalah Perum Pos dan Giro – yang kini namanya PT. Pos Indonesia (Persero). Layanan tersebut adalah untuk penerimaan wesel dari orang tua setiap bulan, dan surat-menyurat dengan calon ibunya anak-anak hampir setiap hari. Apakah mahasiwa kini mengandalkan PT. Pos untuk wesel dan surat-menyuratnya? Kemungkinan besarnya kok tidak. Mereka kini lebih banyak menggunakan jasa bank (untuk pengiriman uang) dan telepon, sms, surel untuk komunikasinya.

Tetapi apakah peran PT. Pos berakhir? Insyaallah tidak. Mereka berusaha dengan keras untuk bisa survive di business model yang baru. Selain tetap melayani pengiriman surat, mereka antara lain juga menjadi distribution channel bagi dunia perbankan, selain juga terus mengembangkan layanan produk yang menjadi core competency mereka.

Dengan menyediakan layanan sebagai distribution channel perbankan, mereka merubah salah satu pesaing dan ancamannya (perbankan yang menyaingi wesel) menjadi peluang untuk diversifikasi produk dan layanannya.

Dalam dua dasawarsa terakhir dengan akselerasi perkembangan teknologi yang sangat cepat, banyak produk dan layanan lama yang tidak lagi dibutuhkan oleh masyarakat karena adanya produk dan layanan baru yang lebih efektif untuk mencapai maksud yang sama – seperti telpon/sms/email dan jasa perbankan versus surat dan wesel tersebut di atas.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Di Indonesia saat ini koran masih banyak dibaca orang karena belum semua pembacanya merasa comfortable membacanya di internet, tetapi di negara yang sudah lebih dahulu familiar dengan teknologi seperti Amerika – salah satu koran tertua mereka yang berumur 175 tahun yaitu The Times-Picayune – yang terbit di New Orleans terancam tutup karena pemiliknya memutuskan untuk menghentikan edisi kertasnya dan beralih ke online.

Dalam skala lebih kecil, dahulu bisnis wartel sempat marak sebentar dan kemudian juga warnet. Bisnis-bisnis tersebut masih ada saat ini di daerah tertentu tetapi jelas sudah sangat berkurang penggunanya karena akses telepon menjadi mudah dan murah, demikian pula akses internet.

Ancaman pesaing berupa perubahan business model yang baru inilah yang sekarang perlu diwaspadai oleh para pelaku usaha. PT Pos tidak memiliki pesaing sekaliber mereka di bidangnya di Indonesia, tetapi ancaman terbesarnya adalah berubahnya orang dari pengguna jasa wesel dan surat ke pengguna layanan perbankan, telepon, sms dan email.

The Times-Picayune survive ketika bersaing dengan media cetak lain, tetapi gagal bersaing dengan media online yang lebih cepat, lebih murah dan ramah lingkungan (tidak harus mencetaknya di kertas).

Warnet dan wartel pada tutup bukan karena bersaing sesama mereka, tetapi gagal bersaing dengan pasarnya sendiri yang memiliki akses telpon dan internet secara langsung dengan mudah dan murah.

Business model adalah tentang bagaimana, bukan tentang apa. Untuk memenuhi kebutuhan yang sama, bisa didekati melalui banyak cara. Maka cara pendekatan yang paling efektif dan ekonomis yang akan mampu bertahan.

Business model bukan hanya ancaman, tetapi juga merupakan peluang baru bila kita yang menemukannya. Koin emas 22 karat seberat 4.25 gram, kemungkinan besar tidak akan menarik pembeli bila saya jual di pusat-pusat perdagangan emas. Pengunjung pusat-pusat perdagangan emas seperti di Cikini atau Melawai akan lebih suka membeli gelang, kalung, cincin dlsb. yang indah-indah ketimbang membeli koin emas.

Tetapi melalui situs edukasi semacam situs ini, kita bisa menarik pembeli yang tidak kalah dengan pembeli toko-toko emas – tanpa harus menyewa/membeli tempat yang sangat mahal di Cikini atau Melawai.

Saya mengenal dua pedagang mobil, yang satu pedagang mobil kawakan setiap hari berangkat ke showroom-nya di pusat kota – dia sudah beruntung bila bisa menjual 1 mobil hari itu.

Yang satu lagi kerja di rumah – nyaris tanpa modal, kerjanya sibuk nge-browse situs-situs jual beli gratisan dan pasang iklan di sana-sini secara gratis. Dia bisa menjual mobil lebih banyak ketimbang pedagang kawakan yang memiliki showroom-nya sendiri yang mahal tersebut.

Pembeli mobil yang rata-rata masyarakat menengah ke atas di negeri ini, lebih mudah search di internet ketimbang keliling kota mengunjungi showroom demi showroom. Hal yang sama terjadi di pemasaran rumah atau property pada umumnya, berapa banyak perusahaan agen property yang terancam existency-nya – karena kalah efektifitas dan efisiensi dengan situs-situs gratisan yang menawarkan peluang jual-beli property nyaris tanpa batas.

Maka inilah peluang di business model yang baru itu, ketika pemenuhan kebutuhan yang sama bisa didekati dengan cara yang lebih efektif dan efisien – maka yang lebih efektif dan efisien ini yang akan menang.

Langkah untuk menemukan business model yang baru bisa menjadi langkah awal bila Anda ingin terjun ke dunia usaha. Bagaimana caranya? Amati kebutuhan Anda dan kebutuhan masyarakat Anda kemudian cari jawaban atas pertanyaan ini: “Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan tersebut secara lebih efektif , lebih efisien, lebih murah, lebih mudah, lebih menyenangkan…dlsb.dlsb.”

Begitu jawaban tersebut Anda temukan, maka inilah business model yang baru yang menjadi peluang Anda!. Insyaallah.*

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dewan Da’wah Mengaku Tak Hadir dan Tak Tahu Organisasi LPOI
Tulisan selanjutnya Lebih 500.000 Warga Jerman Kecanduan Internet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?