Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Volume Otak Pria Lebih Besar Dibanding Wanita

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 Februari 2014 20:31 8:31 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 Februari 2014 20:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dengan mengkaji hasil penelitian ilmu otak selama 20 tahun mengenai perbedaan jenis kelamin dalam struktur otak, tim dari Universitas Cambridge telah melakukan analisis meta. Analisis ini dipublikasikan pekan ini dalam jurnal Neuroscience and Biobehavioral Reviews.

Menurut sciencedaily.com, tim yang diketuai kandidat doktor Amber Ruigrok dan Profesor John Suckling, serta Simon Baron-Cohen pada Departemen Psikiatri ini, menyelenggarakan kajian kuantitatif literatur yang memaparkan otak dengan menguji perbedaan jenis kelamin dalam volume total dan bagian otak.

Mereka mempelajari 126 artikel yang disiarkan antara 1990 dan 2013 yang membahas otak manusia dari otak bayi sampai otak manusia berusia 80 tahun.

Para peneliti ini mendapati kesimpulan bahwa rata-rata volume otak laki-laki lebih besar 8-13 persen dibandingkan volume otak perempuan.

Rinciannya, volume absolut otak pria rata-rata lebih besar daripada volume absolut otak perempuan pada bagian otak intrakranial (12%; >14.000 otak), total otak (11%; 2.523 otak), otak besar (10%; 1.851 otak), materi abu-abu (9%; 7.934 otak), materi putih (13%; 7.515 otak), bagian berisi cairan serebrospinal (11.5%; 4.484 otak), dan otak kecil (9%; 1.842 otak).

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Jika dilihat lebih dalam lagi, perbedaan dalam volume antarjenis kelamin ditempatkan pada beberapa bagian. Ini termasuk bagian sistem limbik dan sistem bahasa.

Secara khusus, pria rata-rata memiliki volume lebih besar dan densitas jaringan lebih tinggi pada amygdala kiri, hipokampus, korteks insular, putamen, serta densitas lebih tinggi pada cuping kanan otak kecil dan dalam claustrum kiri; dan volume lebih luas dalam girus parahipokampal bagian depan, girus cingulate belakang, precuneus, kutub temporal, dan otak kecil yaitu di area kiri girus cingulate depan dan belakang, dan pada amygdala kanan, hipokmapus dan putamen.

Sebaliknya, perempuan rata-rata memiliki densitas lebih tinggi pada kutub frontal kiri, dan volume kutub frontal kanan yang lebih besar, girus inferior dan frontal tengah, pars triangularis, planum temporale/parietal operculum, girus cingulate depan, korteks insular, dan girus Heschl; bilateral thalami dan precuneus; girus parahipokampal kiri dan korteks oksipital lateral.

Hasil ini menandai efek asimetris jenis kelamin pada perkembangan otak, lapor sciencedaily.com, yang kemudian dilansir Antara.

Amber Ruigrok, yang melakukan penelitian sebagai bagian dari program PhD-nya mengatakan, “Untuk pertama kalinya kita bisa mempelajari literatur luas dan memastikan bahwa ukuran dan struktur otak berbeda antara laki-laki dan perempuan. Kita tak boleh lagi mengabaikan jenis kelamin pada riset ilmu otak, khususnya saat menyelidiki kondisi-kondisi psikiatris yang lebih umum ditemukan, baik pada laki-laki maupun perempuan.”

Profesor Suckling menambahkan, “Perbedaan jenis kelamin dalam sistem limbik termasuk sejumlah area, sering mencakup kondisi-kondisi psikiatris berrasio jenis kelamin, seperti autisme, schizophrenia, dan depresi. Penelitian terbaru ini mungkin bisa membantu kita dalam memahami tidak hanya tipikal perbedaan jenis kelamin namun juga kondisi psikiatris yang berkaitan dengan jenis kelamin.

“Penting untuk dicatat bahwa kami hanya menginvestigasi perbedaan jenis kelamin dalam struktur otak, sehingga kami tak bisa menyimpulkan apa pun mengenai bagaimana hal ini berkaitan dengan perilaku atau fungsi otak. Mengintegrasikan level-level berbeda akan menjadi sasaran penting untuk riset mendatang.”

Profesor Baron-Cohen berkomentar, “Kendati perbedaan jenis kelamin jelas sekali terlihat dalam struktur otak ini, merefleksikan lingkungan atau faktor sosial. Namun dari penelitian lainnya kami mengetahui bahwa pengaruh biologi juga penting, termasuk hormon-hormon steroid sex pranatal (seperti testosteron janin), sebagaimana efek-efek kromosom sex. Pengaruh-pengaruh seperti itu perlu dicerap, satu per satu.”

Dr Meng-Chuan Lai, anggota tim lainnya berkata, “Keuntungan dari menyelenggarakan analisis meta adalah bahwa kita bisa meringkaskan pengetahuan terbaik dari banyak literatur yang heterogen, dengan skala sampel amat luas. Kendati begitu, kami menemukan bias pada literatur yang ada mengenai penggunaan relawan di atas 18 tahun, mungkin karena ini adalah kelompok umur termudah untuk direkrut dan memindai otak. Kita perlu lebih banyak lagi riset yang mengeksplorasi perkembangan otak pada keseluruhan lingkaran kehidupan, terutama pada tahun-tahun formatif awal.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beredar Video “Ustad Hariri Ngamuk Dan Injak Kepala Orang”
Tulisan selanjutnya Pekerjaan Kasar Andalkan Otot lebih Mulianya Asalkan Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?