Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Saat Resesi Ekonomi Obesitas Justru Meningkat

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 Mei 2014 16:57 4:57 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 Mei 2014 16:57
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

ORGANISASI untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) hari Selasa (27/5/2014) menyebutkan, kelompok-kelompok tertentu, seperti perempuan dan orang miskin, di Australia, Prancis, Meksiko, dan Swiss mengalami kenaikan tingkat obesitas sebesar 3 persen. Kenaikan obesitas tersebut justru terjadi saat resesi global yang menghantam pada tahun 2008.

Resesi memaksa banyak keluarga di negara-negara yang terkena resesi untuk mengurangi biaya makan, khususnya makanan yang lebih sehat tapi mahal seperti buah-buahan dan sayuran, dan menggantinya dengan makanan lebih murah dan kurang sehat.

Bahkan di negara-negara yang tidak terlalu terkena dampak resesi ekonomi, beberapa kelompok orang, khususnya perempuan dan mereka yang tidak terlalu berpendidikan dan mempunyai penghasilan lebih rendah, juga rentan menjadi gemuk.

“Krisis ekonomi tampaknya berkontribusi terhadap pertumbuhan obesitas,” tulis para peneliti OECD. Negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Kanada, Korea, dan Italia, tingkat obesitas cenderung stabil.

Laporan baru tersebut berdasarkan ulasan data dari 10 negara anggota OECD, yang dipresentasikan hari Rabu di Kongres Obesitas Eropa di Bulgaria. Sebagian besar dari 34 anggota OECD adalah negara-negara kaya, seperti Amerika Serikat dan Eropa. Kelompok kekuatan ekonomi baru semacam Meksiko dan Turki juga termasuk di dalamnya. Kelompok ini tidak termasuk China, India, atau negara-negara berkembang besar lainnya.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Tingkat obesitas yang meningkat bisa menambah beban ekonomi karena pemerintah bergulat dengan biaya yang dikaitkan dengan obesitas, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Upaya-upaya terbaru dilakukan untuk mencegah kenaikan berat badan lebih lanjut, termasuk menggunakan insentif keuangan untuk meningkatkan kesehatan atau meningkatkan tes kesehatan dasar, kata OECD.

“Krisis ekonomi mungkin berkontribusi pada peningkatan obesitas, tapi sebagian besar pemerintah harus melakukan upaya lebih untuk menghentikan arus ini,” kata analis kebijakan kesehatan OECD Michele Cecchini, dilansir VOA, Rabu (28/5/2017).

Upaya-upaya kebijakan lainnya, seperti peraturan lebih ketat untuk iklan makanan tidak sehat bagi anak-anak, label makanan yang lebih baik, dan pajak makanan dan minuman yang diatur dengan berhati-hati, mungkin bisa memberikan dampak baik, kata organisasi yang berbasis di Paris ini.

Satu titik terang dalam ulasan OECD, walaupun rata-rata satu dari lima anak di negara-negara berkembang kegemukan, lebih banyak negara telah berhasil menstabilisasi atau bahkan mengurangi tingkat obesitas anak daripada tingkat obesitas pada orang dewasa.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Andalkan Wikipedia untuk Mengetahui Kesehatan
Tulisan selanjutnya UNICEF: Dana Kurang 200 Ribu Anak Somalia Terancam Mati Kelaparan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Berita
20 Oktober 2026 19:37
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?