Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Setengah Juta Kasus Kanker Disebabkan Obesitas

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 26 November 2014 12:59 12:59 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 26 November 2014 12:59
Bagikan
Bagikan

KELEBIHAN berat badan dan obesitas menyebabkan terjadinya hampir setengah juta kasus kanker pada orang dewasa setiap tahun, kata penelitian, Rabu (20/11/2014).

Seperempat dari kasus ini sebenarnya merupakan “kenyataan yang dapat dihindari,” kata peneliti yang penelitiannya diterbitkan dalam The Lancet Oncology .

Dipimpin oleh para ilmuwan di Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), penelitian itu mengambil data dari berbagai sumber, termasuk database besar kasus kanker dan kematian di 184 negara di tahun 2012.

Pada pria, kegemukan telah menyebabkan 136.000 kasus baru, lebih dari dua per tiganya merupakan kanker usus dan ginjal.

Pada wanita, didiagnosa 345.000 kanker. Tiga perempatnya merupakan pasca-menopause payudara, endometrium, dan kanker usus besar.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Penyebaran obesitas di negara-negara maju, tertinggi di Amerika Utara, yang menyumbang hampir seperempat dari semua kasus kanker baru berkaitan dengan berat badan.

Sub-Sahara Afrika memiliki paling sedikit, dengan 7.300 kasus.

“Temuan kami menambahkan dukungan untuk upaya global mengatasi kecenderungan meningkatnya obesitas,” kata pemimpin peneliti Melina Arnold, dilaporkan AFP.

“Prevalensi global untuk dewasa mengalami peningkatan dua kali lipat sejak tahun 1980. Jika tren ini berlanjut, maka akan dipastikan meningkatkan beban akibat kanker di masa depan, terutama di Amerika Selatan dan Afrika Utara. Peningkatan terbesar di dua kawasan itu telah terlihat selama 30 tahun terakhir.”

Diukur melalui rasio berat badan dalam kilogram dengan tinggi dalam meter kuadrat, indeks massa tubuh (BMI) dari 25-29,9 dianggap kelebihan berat badan, dan lebih dari 30 merupakan obesitas .

The Lancet selalu menampilkan data terbaru tentang kanker dengan perbedaan kasus di negara kaya dan miskin, serta perbedaan di masyarakat negara maju sendiri.

Jurnal The CONCORD-2 memuat hasil penelitian, dalam lima tahun diagnosis 25.700.000 pasien menderita salah satu dari 10 jenis kanker yang umum.

Untuk leukemia akut lymphoblastic pada anak-anak –kanker pada anak yang paling umum–, tingkatnya berkisar antara 90 persen di Kanada, Austria, Belgia, Jerman, dan Norwegia. Hanya 16-50 persen di Yordania, Lesotho, Tunisia, Jakarta, dan Mongolia .

Di sebagian besar negara maju, termasuk di Brazil, Kolombia, dan Ekuador, dalam lima tahun kelangsungan hidup dari penderita kanker payudara dan kolorektal telah meningkat, berkat diagnosis dini dan pengobatan yang lebih baik.

Masih ada kesenjangan besar dalam tingkat kelangsungan hidup untuk kanker serviks dan ovarium.

Kelangsungan hidup untuk dua jenis kanker tersebut bervariasi dari lebih dari 70 persen di Mauritius, Korea Selatan, Taiwan, Islandia, dan Norwegia, dalam lima tahun ini. Untuk Libya kurang dari 40 persen.

Di Eropa, kelangsungan hidup kanker serviks dan ovarium 60 persen. Lebih rendah dari itu di Inggris, Prancis, Irlandia, Bulgaria, Latvia, Polandia, Rusia, dan Slovakia .

Studi ini harus menjadi barometer bagi kebijakan kesehatan nasional, kata Claudia Allemani dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine.

“Di beberapa negara, kanker jauh lebih mematikan daripada negara lainnya. Pada abad ke-21 seharusnya tidak boleh ada jurang dramatis dalam hidup.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kanker
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Bangladesh yang Bilang Ritual Haji Pemborosan akhirnya Meringkuk di Sel Polisi
Tulisan selanjutnya Belasan Mayat Pasien Ebola Dibiarkan Tergeletak di Jalanan Sierra Leone

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?