Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

LIPI Sebut Gempa Magnitudo 7,4 Berulang 30-50 Tahun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2019 22:10 10:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Agustus 2019 22:10
Bagikan
Gempa M 7,4 berpusat di Sumur, Banten, Jumat (02/08/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Menurut Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto, umumnya gempa dengan kekuatan magnitudo 7,4 mempunyai waktu perulangan 30-50 tahun.

“Gempa skala 7,4 ini biasanya memiliki waktu perulangan antara 30 sampai 50 tahun jadi siklusnya sendiri berbeda dengan siklus gempa yang lebih besar,” ujarnya kutip Antaranews.com di Jakarta, Jumat malam (02/08/2019).

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Banten dan sekitarnya, Jumat (02/08/2019) malam ini sekitar pukul 19.03 WIB. Menurut catatan BMKG, gempa berpusat di kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Baca: BMKG: Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Usai Gempa M7,4

Menurut Eko, tidak ada data detail dan pasti terkait sejarah atau siklus gempa yang terjadi di lokasi yang hampir sama dengan yang terjadi Jumat malam (02/08/2019) dan yang berpusat di Banten.

Padahal jika ada pencatatan sejarahnya, maka dapat diketahui perilaku gempanya. “Sayangnya kita tidak mempunyai data misalnya kejadian sebelumnya di tempat yang kurang lebih sama seperti itu kapan terjadinya, itu yang harus dicari supaya kemudian kita tahu secara lebih pasti waktu perulangannya,” sebutnya.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Menurutnya, gempa yang lebih besar dari magnitudo 7,4, yakni dekat skala 9 magnitudo, maka waktu perulangannya jauh lebih lama.

Baca: Gempa M7,4 Berpotensi Tsunami, Warga Sumur Banten dilaporkan Panik & Mengungsi

Kata Eko, perlunya pendataan dan penelitian komprehensif sejarah kegempaan dan tsunami yang lebih detail di seluruh wilayah Indonesia baik darat maupun lautan untuk mengetahui perilaku gempa.

Katanya, pelaporan gempa di Indonesia baru dimulai ketika alat seismometer ada di Tanah Air yakni sekitar 1850-an tapi belum masif pada saat itu.

Baca: Gempa M7,4 di Banten, Berpotensi Tsunami, Terasa Sampai Depok, Bogor, Bandung

“Penelitian-penelitian data-data tentang geologi tapi setidaknya itu belum dilakukan secara intensif di Indonesia karena kendala-kendala yang tidak teknis,” sebutnya.

Getaran gempa M7,4 yang terjadi di posisi 147 km barat daya Sumur-Banten berkedalaman 10 km juga dirasakan hingga ke Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, dan sekitarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bantengempa Bantengempa bumigempa Pandeglanggempa Sumur BantenLIPI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya bmkg waspada gempa BMKG: Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir Usai Gempa M7,4
Tulisan selanjutnya Libya akan Tutup 3 Pusat Detensi Migran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?