Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Peneliti AS: Virus Covid Tak Bertahan Lama dengan Suhu Panas

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 24 April 2020 16:51 4:51 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 24 April 2020 16:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) hari Kamis (23/4/2020) mengatakan, dalam tanda potensial bahwa pandemi Covid-19 itu bisa menjadi kurang menular di musim panas. Menurunya, Virus akan melemah lebih cepat ketika terkena sinar matahari, panas dan kelembaban.

Peneliti pemerintah AS telah menentukan bahwa virus bertahan paling lama di dalam ruangan dan dalam kondisi kering, serta melemah ketika suhu dan kelembaban naik.  Terutama ketika terkena sinar matahari, kata William Bryan, penjabat kepala Direktorat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

“Virus ini mati paling cepat di bawah sinar matahari langsung,” katanya dalam jumpa pers Gedung Putih dikutip laman Antara News dari Reuters.

Temuan ini dapat meningkatkan harapan bahwa virus corona memiliki sifat penyakit pernapasan lainnya seperti influenza, yang biasanya kurang menular dalam cuaca hangat. Tetapi virus corona juga telah terbukti mematikan di tempat-tempat bercuaca hangat seperti Singapura, yang menimbulkan pertanyaan yang lebih luas tentang dampak faktor lingkungan.

Presiden Donald Trump mengatakan temuan itu harus ditafsirkan dengan hati-hati, tetapi juga mengklaim pembenaran atas pernyataannya sebelumnya jika virus corona mungkin reda di musim panas.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Saya pernah mengatakan bahwa mungkin itu hilang dengan panas dan cahaya. Dan orang-orang tidak begitu menyukai pernyataan itu,” katanya pada briefing.

Enam belas negara bagian AS sedang merencanakan untuk memulai kembali kegiatan ekonomi mereka dan melonggarkan regulasi yang dirancang untuk memperlambat penyebaran pandemi. Georgia dan Carolina Selatan mengizinkan beberapa bisnis untuk dibuka kembali minggu ini – sebuah langkah yang menurut otoritas kesehatan dapat menyebabkan lebih banyak kematian karena mereka tidak memiliki cukup tes untuk menilai berapa banyak orang yang terinfeksi.

Pemerintahan Trump mengatakan negara bagian harus menunggu sampai mereka memiliki bukti bahwa tingkat infeksi telah turun secara stabil selama dua minggu. Wakil Presiden Mike Pence mengatakan negara bagian harus mengizinkan rumah sakit dan fasilitas medis lainnya untuk melanjutkan operasi elektif, sumber pendapatan penting yang dilarang oleh beberapa gubernur untuk menjaga rumah sakit tetap memadai bagi pasien virus corona.

Trump mengatakan orang Amerika mungkin perlu menjaga jarak sosial hingga awal musim panas, meskipun beberapa negara bagian menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Trump telah mendorong aksi protes terhadap pembatasan jarak sosial di beberapa negara bagian. Namun dia mengkritik Gubernur Georgia Brian Kemp, sesama anggota Partai Republik, karena bergerak terlalu cepat.

“Saya ingin orang-orang di Georgia aman, dan saya tidak ingin virus ini meluas karena Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak ada dalam pedoman,” katanya.

 

Lebih dari 874.000 orang di Amerika Serikat diketahui telah terinfeksi dan lebih dari 49.600 meninggal karena COVID-19, penyakit pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh virus corona baru, menurut penghitungan Reuters.

18 Jam versus 2 menit

Pada permukaan yang tidak berongga seperti baja tahan karat, virus corona baru membutuhkan waktu 18 jam untuk kehilangan setengah kekuatannya di lingkungan yang gelap dengan kelembaban rendah, kata Bryan.  Sementara dalam lingkungan dengan kelembaban tinggi, waktu paruh turun menjadi enam jam, dan ketika virus terkena kelembaban tinggi dan sinar matahari, waktu paruh turun menjadi dua menit, katanya.

Peneliti menemukan efek yang sama dengan virus corona yang berada di udara – mensimulasikan batuk atau bersin yang sering menyebarkan penyakit. Di ruangan gelap, virus mempertahankan setengah kekuatannya selama satu jam. Tetapi ketika terkena sinar matahari, ia kehilangan setengah kekuatannya dalam 90 detik, kata Bryan.

Para peneliti juga menemukan bahwa isopropil alkohol adalah desinfektan yang lebih efektif daripada pemutih, katanya.  Trump mengatakan para peneliti harus mencoba menerapkan temuan mereka pada pasien virus corona dengan memasukkan cahaya atau desinfektan ke dalam tubuh mereka.

“Apakah ada cara kita bisa melakukan hal seperti itu dengan menyuntikkan, di dalam, atau hampir seperti membersihkan?” dia bertanya.

“Akan menarik untuk menelitinya.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAScovid-19musim panaspenelitivirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Buka Lebih Afdhal Kurma? Inilah Keajaibannya
Tulisan selanjutnya Memberi Dahulu, Menerima Kemudian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?