Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Jika Burung dan Lebah Habis, Manusia Alami Kekurangan Gizi

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2015 17:07 5:07 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 14 Agustus 2015 17:07
Bagikan
Bagikan

JIKA semua burung, kutu, lebah, dan makhluk lain yang menyerbuki tanaman pangan kita menghilang dari planet ini, manusia bisa menghadapi peningkatan tajam dalam kekurangan gizi, penyakit, dan kematian di banyak bagian dunia, para ilmuwan memperkirakan.

Peneliti yang menganalisis pasokan atas 224 jenis makanan di 156 negara menyebutkan, sejumlah vitamin dan nutrisi dalam makanan tergantung pada penyerbuk hewan dan serangga, dan manusia akan menghadapi defisit gizi (nutrisi), jika penyerbuk tidak ada lagi.

Secara global, perubahan pola makan memaksa kepunahan penyerbuk, yang dapat meningkatkan kematian akibat penyakit tidak menular dan kekurangan gizi terhadap sekitar 1,4 juta manusia, atau 2,7 persen kematian, para peneliti memperkirakan.

“Hal ini mengejutkan betapa pentingnya penyerbuk hewan untuk kesehatan manusia secara global,” kata peneliti senior, Samuel Myers, seorang peneliti kesehatan lingkungan di Harvard University, seperti dilansir Free Malaysia Today, Jumat (14/8/2015).

Para ilmuwan tidak dapat memprediksi dengan pasti kapan penyerbuk mengalami kepunahan sama sekali, tetapi Myers dan rekan-rekan penelitinya mencatat dalam satu makalah yang dipublikasikan di The Lancet bahwa ada bukti menurunnya populasi jenis penyerbuk tertentu di banyak bagian dunia.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Sejak tahun 2006, Amerika Serikat yang mengembangbiakan lebah madu, mengalami penurunan 30 persen dalam beberapa tahun, dan 15 persen per tahun mati di Eropa, kata para peneliti. Lebih dari 30 tahun, penurunan yang signifikan dalam populasi atas penyerbuk liar telah didokumentasikan di seluruh Amerika Utara, Asia dan Eropa, dengan beberapa spesies akan punah.

Penyebab penurunan ini masih belum jelas dipahami, tetapi ada konsensus yang berkembang dalam komunitas ilmiah bahwa penurunan populasi serangga penyerbuk dapat terjadi karena gangguan hama, penyakit, meningkatnya penggunaan pestisida, dan hilangnya habitat, kata tim peneliti.

Setidaknya beberapa perubahan ini dapat diperlambat atau dihentikan oleh perubahan aktivitas manusia, seperti pengurangan penggunaan pestisida, kata Myers kepada Reuters Health.

Selama penyerbukan, serbuk sari dari benang sari, atau bagian “laki-laki” dari bunga, bergerak ke stigma (bagian “perempuan”), kemudian terjadi penyerbukan dan menghasilkan buah-buahan dan biji-bijian. Beberapa tanaman dapat mereproduksi dengan menggunakan tiupan angin atas serbuk sari, tetapi sementara yang lain memerlukan serangga dan hewan untuk mengangkut serbuk sari.

Serangga seperti lebah, tawon, ngengat, kupu-kupu, dan kumbang, adalah penyerbuk yang paling umum. Namun spesies lain seperti burung dan mamalia juga mengangkut serbuk sari. Beberapa penyerbuk non-serangga termasuk Kolibri, kelelawar buah, rubah terbang, possum, lemur, dan tokek.

Dengan asumsi semua penyerbuk ini menghilang, maka 71 juta orang di negara-negara berpenghasilan rendah akan mengalami kekurangan vitamin A, dan sejumlah 2,2 miliar orang juga akan mengalami penurunan nutrisi dari jumlah yang disarankan, para peneliti memperkirakan. Vitamin A penting untuk sistem penglihatan yang baik, sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan pertumbuhan sel.

Di bawah skenario terburuk yang sama, akan muncul 173 juta orang mengalami kekurangan folat, menambahkan 1,2 miliar orang yang sudah mengalami kekurangan folat. Folat adalah jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel, metabolisme, dan membantu mencegah risiko kelahiran cacat (pada bayi).

Kepunahan total penyerbuk juga bisa mengurangi pasokan buah sebesar 23 persen secara global, sayuran sebesar 16 persen, dan kacang-kacangan dan biji-bijian sebesar 22 persen, kata para peneliti menghitung.

Bagi negara-negara dan penduduk kaya akan kurang begitu berdampak atas kekurangan makanan, karena mereka mampu membayar setiap kenaikan harga yang mungkin menyertai komoditas yang semakin langka, kata para peneliti memprediksi. Tetapi masyarakat miskin, secara proporsional akan mengalami kekurangan nutrisi.

Penelitian ini didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation dan Winslow Foundation.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burungkekurangan gizilebahpenyerbuk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Ambil Alih Pesawat Pengintai Zionis Israel
Tulisan selanjutnya Tak Hanya Warga Mesir, Orangutan di Bonbin Giza Meninggal karena Hawa Panas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?