Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

4 Nabi Menjadi Hujah Menghakimi 4 Golongan Manusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juli 2023 13:41 1:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juli 2023 13:45
Bagikan
Bagikan

Jangan sampai di dunia kita sudahlah miskin, di akhirat kelak eh, malah mendapat siksa karena meninggalkan ibadah kepada Allah

Hidayatullah.com | DALAM konsep Islam bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah beribadah dan menghamba kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya: 

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Dalam tafsir Kemenag RI dijelaskan bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad beristiqamah dalam mengajak umatnya mengesakan Allah karena sesungguhnya itulah tujuan penciptaan.

Baca Juga

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia untuk kebaikan-Ku sendiri. Aku tidak menciptakan mereka melainkan agar tujuan hidup mereka adalah beribadah kepada-Ku karena ibadah itu pasti bermanfaat bagi mereka. Aku menciptakan manusia dan jin hanya agar mereka beribadah, bukan agar mereka memberi balasan apa pun kepada-ku. Aku tidak menghendaki rezeki atau balasan sedikit pun dari mereka dan aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-ku, seperti halnya mereka memberi sesajian kepada dewa atau tuhan yang mereka sembah (pagan).”

Jadi penghambaan dan ibadah kepada Allah bukan karena Allah yang butuh tapi karena manusialah yang harus banyak bersyukur. Analogi sederhananya ibarat anak kepada orang tua tanpa disuruh karena memang orang tua tidak pernah menuntut untuk berbakti apalagi sampai meminta balasan materi kepada anak, tapi anak yang baik akan memberikan bakti terbaiknya kepada orang tua karena telah membesarkan dan mengasuh mereka.

Itu kepada sesama manusia, apalagi kepada Allah, Tuhan maha pencipta yang telah memberikan banyak karunia dan kehidupan.

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa manusia itu akan selamanya berada pada kegelapan selama dia tidak beribadah kepada Allah. Sebaliknya dia akan mendapatkan terangnya kehidupan saat dia terhubung dengan Allah SWT melalui ibadah dan penghambaan.

Jadi jelas bahwa ibadah adalah merupakan hakekat dari eksistensi manusia. Dan meninggalkan ibadah seperti sholat adalah pembangkangan yang amat nyata terhadap Allah, ujar Abu A’la Al-Maududi.

Di akhirat nanti tugas ibadah ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah sebagai konsekwensi logis bahwa kehidupan tidak ada yang sia-sia (maa khalaqta hadza bathila).

Sebagai bentuk kasih sayang Allah melalui lisan Baginda Nabi memberikan gambaran bahwa nanti di akhirat akan ada empat jenis kelompok dan beserta alasannya masing-masing, serta hujjah Allah dalam membantah alasan mereka.

Dalam kita Nashaihul Ibad karangan Ibnu Hajar Al Asqalani terdapat hadits, Nabi ﷺ yang artinya: “Pada hari kiamat kelak Allah akan berhujjah menjadikan 4 orang nabi sebagai alasan untuk menghakimi 4 golongan manusia sebagai berikut:

Hujjah Allah dengan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam:

Allah akan berhujjah kepada orang-orang kaya dengan nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Allah bertanya kepada mereka: Mengapa kalian meninggalkan ibadah kepadaKu? Jika mereka menjawab: “Kami sibuk dengan harta”. Maka Allah berhujjah: “Adakah kerajaan yang lebih besar dan orang yang lebih kaya dari Nabi Sulaiman ‘alaihissalam? Namun Nabi tidak meninggalkan ibadah kepadaKu.

Hujjah Allah dengan Nabi Yusuf ‘alaihissalam:

Allah akan berhujjah kepada hamba sahaya dengan Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Allah bertanya kepada mereka: Mengapa kalian meninggalkan ibadah kepadaKu? Jika mereka menjawab : “Kami sibuk melayani majikan kami.” Maka Allah berhujjah : Hambaku Nabi Yusuf adalah seorang budak dari raja Mesir dan permaisurinya, namun ia tetap beribadah padaKu.

Hujjah Allah dengan Nabi Ayub ‘alaihissalam:

Allah akan berhujjah kepada orang orang yang sakit dengan nabi Ayub ‘alaihissalam. Allah bertanya: Mengapa kalian meninggalkan ibadah kepadaKu? Jika mereka menjawab: “kami sakit,” maka Allah berhujjah: Hambaku nabi Ayub As juga pernah sakit sangat parah, namun ia tidak meninggalkan ibadah.

Hujjah Allah dengan Nabi Isa ‘alaihissalam:

Allah akan berhujjah kepada orang-orang fakir dengan nabi Isa ‘alaihissalam. Allah bertanya: Mengapa kalian meninggalkan ibadah kepadaKu? jika mereka menjawab: “Kami telah disibukkan dengan susahnya kefakiran hidup”, maka Allah berhujjah: Hambaku nabi Isa As adalah orang yang paling fakir di muka bumi ini, dia tidak memiliki sesuatu dari dunia ini, dia tidak memiliki tempat tinggal, harta dan istri, namun dia tidak meninggalkan ibadah kepadaKu.

Perlu kita fahami bahwa Allah berhujjah bukan karena Allah tidak kuasa untuk menghakimi hamba-Nya, justru hal ini sangat rasional bahwa Allah maha adil dan bijaksana. Dan inilah kebenaran karena antara teks hadits di atas sesuai dengan fakta yang ada bahwa kebanyakan manusia tanpa terkecuali muslim sekalipun terkadang lalai dengan empat keadaan di atas sehingga disebut golongan berarti banyak.

Jadi agar kita selamat maka hendaknya hadits di atas menjadi panduan cerdas dalam mengelola kehidupan agar senantiasa tetap pada orientasi utama yakni ibadah kepada Allah. Jika Allah beri harta kekayaan dan jabatan maka tetaplah rendah diri dan ibadah kepada Allah.

Jika sebagai hamba sahaya, kerja pada majikan, kerja pada satu perusahaan, penjaga toko dan lainlainnya tetaplah jaga ibadah kepada Allah. Selanjutnya andai Allah beri ujian jangankan yang hanya beberapa hari, lama sekalipun seperti Nabi Ayyub tetaplah sholat sesuai dengan kemampuan dan yang terkahir kondisi miskin seperti apapun tetaplah jaga ibadah kepada Allah terutama sholat.

Jangan sampai di dunia sudahlah miskin di akhirat kelak mendapat siksa karena meninggalkan ibadah kepada Allah. Tapi mejalani hidup miskin sebagai jalan terbaik menurut Allah lalu tetap istiqomah dengan ibadah maka insya Allah janji kebahagiaan dan kekayaan di akhirat akan didapat. Allahu A’lam.*/ Mohammad Ramli

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinehujahibadahmanusiaNabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diadang Ratusan Wartawan, Panji Gumilang Beri Salam Yahudi Shalom Aleichem
Tulisan selanjutnya Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong di Luar Negeri Ketakutan Pemerintah China Pasang Sayembara Penangkapan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?