Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Menjadi Muslimah yang Beruntung

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2025 17:27 5:27 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Agustus 2025 17:27
Bagikan
Bagikan

Keberuntungan sejati seorang Muslimah terletak pada kedermawanan, rasa syukur, dan amal saleh yang mendatangkan ridha Allah dan keselamatan di akhirat

Hidayatullah.com | SIAPA yang tidak ingin hidupnya penuh keberuntungan? Setiap manusia mendambakan rezeki yang lapang, hati yang tenang, dan kehidupan yang berkah. Namun, keberuntungan sejati dalam pandangan Islam bukan sekadar soal nasib baik saja. Keberuntungan adalah buah dari amal saleh dan kesucian hati.

Allah berfirman:

وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

“Barang siapa yang terjaga dari sifat kikir (pelit), maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

Keberuntungan erat kaitannya dengan sifat dermawan dan hati yang lapang. Sebaliknya, sifat pelit yang dibiarkan, akan menjadi penghancur kehidupan.

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

Penyakit yang Menggerogoti Hati

Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan dalam Al-Wabil ash-Shayyib, pelit adalah salah satu sifat yang paling membinasakan. Betapa banyak orang yang punya niat baik. Awalnya ingin bersedekah, ingin membantu, namun menundanya karena bisikan setan. Akibatnya, kesempatan emas itu hilang.

Padahal, menunda kebaikan adalah sebuah kerugian. Kita tidak tahu umur kita sampai kapan. Bisa jadi sore ini kita sudah tidak bernyawa, atau jatuh sakit sehingga niat baik pun terkubur. Maka jangan pernah tunda sedekah jika mampu melakukannya sekarang.

Sedekah Melapangkan Jiwa

Memberi bukan hanya tentang nominal, tapi tentang mentalitas. Orang yang terbiasa memberi akan punya kepekaan sosial yang tinggi. Ia tahu kapan temannya butuh bantuan, kapan tetangganya kekurangan. Ini adalah keterampilan yang bisa diasah.

Nabi ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad)

Manfaat terbesar bisa lahir dari kepedulian kita. Ketika kita mempermudah urusan orang lain, Allah akan mempermudah urusan kita. Kaidahnya jelas: الْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ – balasan sesuai dengan perbuatan.

Fadhilah Sedekah dalam Al-Qur’an dan Sunnah

Al-Qur’an berulang kali mengangkat keutamaan sedekah. Di antaranya:

1. Sedekah Melipatgandakan Harta

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۢ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)

2. Sedekah Memadamkan Murka Allah dan Dosa

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

3. Sedekah Mengundang Perlindungan di Hari Kiamat

Rasulullah ﷺ bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ … وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

“Tujuh golongan yang Allah naungi pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya… salah satunya adalah orang yang bersedekah dengan tangan kanannya, hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sifat Pelit, Ujian bagi Wanita

Khusus bagi kaum wanita, ada peringatan serius dari Nabi ﷺ: mayoritas penghuni neraka adalah wanita karena kufur nikmat, alias tidak bersyukur kepada suami dan orang-orang yang berbuat baik kepadanya.

Nabi ﷺ bersabda:

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ

“Aku diperlihatkan neraka, maka ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita.”
Para sahabat bertanya: “Mengapa (wahai Rasulullah)?” Beliau menjawab:


لِكُفْرِهِنَّ. قِيلَ: يَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ

“Karena mereka banyak mengingkari (kebaikan) suami dan banyak mengingkari kebaikan (secara umum). Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang masa, lalu ia melihat sesuatu (yang tidak disukainya) darimu, ia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikit pun darimu.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ

“Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Daud)

Tiga Sikap yang Mengundang Berkah

  1. Jangan Pelit pada Keluarga – Jangan hitung-hitungan dengan suami, anak, apalagi orang tua.
  2. Segera Laksanakan Kebaikan – Jika ingin memberi, lakukan segera.
  3. Bersyukur dan Rendah Hati – Ingat selalu kebaikan orang lain, bukan keburukannya.

Keberuntungan Itu Bisa Diupayakan

Keberuntungan dalam Islam bukan faktor kebetulan. Ia bisa dikejar dengan amal saleh. Jangan biarkan sifat pelit menghalangi keberuntungan kita. Jadilah wanita yang dermawan, yang ringan tangan, yang selalu bersyukur.

Ingat, orang bodoh bisa dikalahkan oleh orang pintar. Tapi orang pintar pun bisa kalah oleh orang yang beruntung. Maka jadilah wanita yang beruntung di dunia dan akhirat, dengan satu resep sederhana: Jangan    Pelit!*/Karin Choirunisa Karina

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMuslimah berungungmuslimah dermawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”
Tulisan selanjutnya Dunia dan Bumi: Serupa Tapi Tak Sama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?