Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Jika tak Malu, berbuatlah Sekehendakmu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Mei 2014 05:10 5:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Mei 2014 05:10
Bagikan
Jangan kalah sama monyet. Monyet aja masih punya urat malu
Bagikan

BILA rasa malu telah sirna dalam diri seseorang, maka akan lahirlah prilaku yang bertentangan dengan aturan-aturan Allah Ta’ala. Seseorang akan terang-terangan mengkonsumsi makanan yang haram karena tidak memiliki rasa malu lagi terhadap larangan Allah. Seseorang sengaja meninggalkan shalat karena tidak ada lagi rasa malu di hadapan perintah Allah. Seorang wanita akan mengumbar auratnya lantaran tidak ada lagi rasa malu yang menyertainya.

Bila seseorang yang tidak memiliki rasa malu terdapat perintah dan larangan Allah, maka diibaratkan hati orang tersebut telah mati. Menurut penuturan Imam Ibnul Qayyim, “Al-Haya’ (rasa malu) diambil dari kata-kata hayat (kehidupan). Sehingga kekuatan rasa malu itu sebanding lurus dengan sehat atau tidaknya hati seseorang.

Berkurangnya rasa malu merupakan pertanda dari matinya hati dan ruh orang tersebut. Semakin sehat suatu hati maka akan makin sempurna rasa malunya.

Bila rasa malu telah sirna dalam diri seseorang, maka ia akan terdorong untuk melakukan perbuatan sesuka hatinya, tanpa memperdulikan larangan. Sebab, tidak ada lagi rem baginya. Dalam benaknya terpampang slogan : Serba boleh. Benarlah apa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam, “Sesungguhnya di antara kalimat kenabian pertama yang sampai ke tengah-tengah manusia adalah: “Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Saking pentingnya rasa malu ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam mengategorikannya sebagai bagian dari iman seseorang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, “Iman itu ada 60 lebih (atau 70 sekian) cabang. Iman yang paling utama adalah [ucapan] Laa ilaaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu termasuk cabang dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ibnu Abbas mengatakan, “Rasa malu dan iman itu satu ikatan. Jika dicabut salah satunya maka akan diikuti oleh yang lain.”

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Bagi kaum wanita, rasa malu adalah ciri khasnya yang menunjukkan ketinggian akhlaknya. Ini dikarenakan seorang wanita memiliki satu tabiat yang cenderung untuk malu. Bahkan, bagi seorang gadis, ketika ia dilamar seorang laki-laki, maka diamnya itu adalah sebuah jawaban. Diam yang dilandasi rasa malu untuk terus terang mengungkapkan isi hatinya.

Berikut kami ketengahkan beberapa contoh gambaran nyata para wanita yang memiliki rasa malu luar biasa yang patut menjadi panutana bagi setiap Muslimah:
Aisyah RA

Ketika Umar bin Khtaththab RA dimakamkan di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam dan Abu Bakar RA, maka Aisyah RA senantiasa mengenakan hijab dan penutup wajahnya. Suatu saat ia ditanya, “Bibi, mengapa engkau melakukan hal seperti ini, padahal engkau berada di rumahmu sendiri?” Aisyah menjawab, “Dia (yakni Umar bin Khaththab) adalah orang asing bagiku (bukan mahram).”

Aisyah RA sadar betul, ketika sahabat Umar bin Kaththab RA dimakamkan di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam di dalam kamarnya, berarti ada orang lain yang bukan mahramnya yang tidak pantas untuk menampakkan aurat di hadapnya. Padahal, kita tahu bahwa saat itu Umar bin Khaththab telah wafat. Namun, demikian karena didorong rasa malu yang tinggi, membuat Aisyah RA senantiasa menutup auratnya. Subhanallah.

Ummu Kultsum binti Ja’far bin Abi Thalib RA

Suatu hari, Ummu Kultsum binti Ja’far bin Abi Thalib RA, yang saat itu berusia 5 tahun, menemui Amirul Mukminin Umar bin Khaththab. Saat itu, bajunya terjulur  di belakangnya sejengkal atau lebih sedikit. Umar pun ingin bercanda dengannya, lalu ia mengangkat baju Ummu Kultsum hingga terlihat telapak kakinya. Maka, Ummu Kultsum berkata, “Ah, sekiranya engkau bukan Amirul Mukminin, sungguh aku akan memukul wajahmu.”

Subhanallah, meski baru berusia 5 tahun, Ummu Kultsum berusaha untuk senantiasa menutup auratnya. Apa gerangan yang mendorongnya untuk mengambil sikap itu? Jawabnya adalah rasa malu yang senantiasa menyertainya.

Fatimah RA

Ketika Fatimah RA sakit yang menghantarkan kepada kematiannya, Asma’ binti Umais RA menjenguknya. Lalu, Fatimah berkata kepada Asma’, “Demi Allah, sungguh aku sangat malu bila besuk (yakni ketika meninggal) tubuhku terlihat di hadapan para laki-laki dari balik papan ini.”

Pada masa itu, biasanya mayat diletakkan di atas papan, lalu ditutupi kain, namun masih menampakkan lekuk tubuh mayat.

Maka, Asma’ berujar kepadanya, “Atau, apakah engkau menginginkan kami membuatkan tempat khusus dari kayu.” Lalu, Asma’ membuatkan alat untuk membawa mayat yang samping kanan kirinya di beri papan yang mirip dengan kotak kayu. Lalu, ditutupi dengan pelepah kurma basah. Lalu, di atasnya diletakkan kain yang lebar yang tidak menampakkan tubuh mayat. Ketika Fatimah melihatnya, ia berujar kepada Asma’, “Semoga Allah menutupimu, sebagaimana engkau telah menutupiku.”

Subhanallah, sebuah kehatian-hatian yang luas biasa. Tidak bisa dibayangkan betapa mulia cara pandang Fatimah RA yang muncul dari rasa malu yang senantiasa menyertainya. Semoga Allah Ta’ala membukakan hati kita untuk senantiasa menghias diri dengan rasa malu dan memberikan keistiqamahan dalam menapakinya. Wallahu a’lam bish shawab.*/Abu Hudzaifah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:auratIman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paus Fransiskus anggap Asia Simbol Harapan
Tulisan selanjutnya BMH Bagikan Bantuan Biaya Pendidikan 1000 Anak Dhuafa Surabaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?