Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Memilih Tentangga yang Sholeh

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 April 2017 16:44 4:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 April 2017 16:44
Bagikan
Bagikan

KEBAHAGIAAN hidup tentu akan sempurna jika pasangan dan keturunan memiliki komitmen tinggi dalam iman dan Islam, plus tetangga kanan kiri juga memiliki hal yang sama.

Sungguh jika kondisi itu dimiliki, tentu sebuah anugerah yang sempurna, karena bukan saja keluarga, tetapi juga lingkungan akan senantiasa menguatkan iman dan Islam di dalam hati.

Hal ini sudah lama menjadi mindset orang-orang Islam terdahulu, sehingga muncul ungkapan “Al-Jaar qobla ad-Daar” yang artinya, “Memilih Tetangga Sebelum Membeli Rumah.”

Lebih dari itu, Rasulullah juga sangat menekankan akan pentingnya memilih tetangga sholeh dan menjauhi tetangga yang buruk.

 “Berlindunglah kepada Allah dari tetangga jahat yang menetap, sebab tetangga yang nomaden (badui) akan menjauh darimu.” (HR. Nasai).

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Baca: Mari Perkuat Hubungan Bertetangga

Hadits tersebut menunjukkan bahwa masalah tetangga bukanlah perkara remeh, bahkan sangat menentukan, tidak saja kenyamanan hidup, tetapi juga keselamatan agama dan akhirat. Oleh karena itu, Imam Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menyatakan bahwa seeorang akan dapat istiqomah dalam kesholehannya, apabila selektif dalam memilih tetangga (teman).

Lebih dari itu pun dijelaskan bagaimana tetangga yang sholeh itu. Pertama, tetangga yang terdidik, memiliki gaya hidup, perilaku dan wawasan yang baik. Imam Ghazali berkata dalam konteks ini, “Musuh yang pintar jauh lebih baik, daripada teman yang bodoh.”

Kedua, Imam Ghazali menegaskan, jangan bertetangga dengan keluarga yang fasiq, yang suka berbuat dosa besar tanpa henti. Karena berteman dan bertetangga dengan lingkungan seperti itu akan membuat semangat berbuat amal kebaikan menurun dan perlawanan terhadap perilaku maksiat akan mengendur.

Hal tersebut seperti ditegaskan di dalam Al-Qur’an.

وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُ ۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَٮٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُ ۥ فُرُطً۬ا (٢٨

“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi [18]: 28).

Baca:  Tetangga Baik, Tetangga Jahat (1)

Ketiga, jangan bertetangga dengan keluarga yang materialistik dan konsumtif. Islam menganjurkan untuk bekerja keras dan tidak ada larangan menjadi kaya. Tetapi Islam melarang gaya hidup yang hedonis, yaitu hidup bermegah-megahan, boros dan memuja harta benda. Lingkungan hedonis sangat mudah menular dan terus menjalar.

Setidaknya dengan memiliki tetangga yang sholeh, lingkungan akan lebih baik. Karena hanya pribadi-pribadi yang sholeh akan mampu menjalankan perintah Allah Subhanahu Wata’ala  dengan baik.

وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـًٔ۬ا‌ۖ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنً۬ا وَبِذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينِ وَٱلۡجَارِ ذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلۡجَنۢبِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتۡ أَيۡمَـٰنُكُمۡ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن ڪَانَ مُخۡتَالاً۬ فَخُورًا (٣٦)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa [4]: 36).

Memberikan Teladan

Lantas, bagaimana jika sudah terlanjur membeli rumah dan ternyata tetangga kanan kiri, depan belakang yang ada tida sesuai kriteria? Tentu banyak jalan untuk menyikapinya, namun jika mampu jadilah teladan, sehingga para tetangga bisa belajar dari kita sendiri. Harapannya, para tetangga mengerti bagaimana mestinya adab Islam dalam bertetangga.

Dari Ibn Umar dan Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, keduanya berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku supaya berbuat baik kepada tetangga, sehingga saya menyangka seolah-olah Jibril akan memasukkan tetangga sebagai ahli waris.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca:  Berbuat Baik pada Tetangga

Kemudian, mulailah dengan memberikan keteladanan dalam berbagi, sekalipun dengan hal-hal yang sederhana. Itulah adab Islam mengajarkan.

“Dari Abu Dzar, radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, Hai Abu Dzar, jikalau engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan saling berjanjilah dengan tetangga-tetanggamu – untuk saling memberi.” (HR. Muslim).

Mengingat demikian banyaknya perintah agar seseorang berbuat baik kepada tetangga, maka berbuat sebaliknya, ancamannya sangat serius.

“Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, ” Para Sahabat bertanya; “Apa itu wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Yaitu seseorang yang tetangganya tidak bisa aman dari bawa`iqnya”, mereka bertanya, “Wahai Rasulullah apa itu bawa`iqnya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kejelekannya.” (HR. Ahmad).

Apabila tuntunan-tuntunan bertetangga dalam Islam ini diabaikan, maka akhlak akan sirna dan malapetaka akan tiba. Seperti belakangan ini kerap melanda di masyarakat, mulai dari kejahatan terhadap anak tetangga hingga tawuran dan saling serang antar kampung tetangga.

Untuk itu, jangan sepelekan masalah tetangga, karena hal ini berlangsung sepanjang hidup di dunia dan akhirat. Termasuk adab Islam terhadapnya.

“Siapa yang percaya kepada hari kemudian, maka jangan mengganggu tetangganya, dan siapa yang percaya pada Allah dan hari kemudian, maka harus menghormati tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan memiliki tetangga sholeh, kita akan keturalan menjadi lebih baik. Semoga Allah berikan kita semua, tetangga-tetangga yang beriman dan mengerti hak dan kewajiban tetangga, lalu menjalankannya dengan penuh kesadaran. Aamiin. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adab bertetanggaberbuat baiktetanggatetangga baiktetangga jahattetangga sholeh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinas Intelijen Prancis Simpulkan Pasukan Bashar di Balik Serangan Kimia di Suriah
Tulisan selanjutnya Menag Sampaikan 9 Ketentuan Ceramah Agama di Rumah Ibadah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?