Hidayatullah.com—Doha menyangkal laporan media Arab Saudi yang menyatakan bahwa keempat Negara Arab dan sekutunya mengizinkan pesawat Qatar menggunakan koridor udara dalam darurat, dan menggambarkannya sebagai informasi palsu.
Menurut kantor berita QNA, Kementerian Transportasi dan Komunikasi serta Otoritas Penerbangan Qatar menyangkal bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain mengambil keputusan itu.
Sebelumnya, kantor berita Saudi, SPA, mengutip pernyataan Otoritas Penerbangan Saudi (GACA) yang mengklaim empat negara bersekutu itu akan memungkinkan pesawat Qatar menggunakan koridor udara dalam darurat.
“Sembilan koridor telah diidentifikasi termasuk satu di ruang udara internasional di laut Mediterania yang akan dipantau oleh pemerintah Mesir,” kata SPA.
Baca: Penerbangan dan Harga Minyak Terganggu dalam Kasus Qatar
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan pembicaraan khusus atas permintaan Qatar untuk membahas pembukaan kembali wilayah udara Teluk.
Koridor udara diidentifikasi di bawah pengawasan ICAO, kata pernyataan Saudi.
ICAO dapat bertindak menyelesaikan permasalahan yang disajikan oleh Qatar, tetapi intervensi tersebut jarang terjadi dan memakan waktu karena lembaga itu biasanya merundingkan perselisihan melalui persetujuan.
Sebagaimana diketahui, sebelum ini, keempat Negara Arab yang memutuskan hubungan diplomatik dan angkutan udara dengan Qatar dikabarkan telah membuka “jalur darurat” untuk digunakan pesawat Qatar.
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mengatakan hari Senin bahwa ke-9 jalur itu dibuka dengan berkoordinasi dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Uni Emirat Arab mengatakan jalur itu mencakup kawasan luar negeri yang dikelola Uni Emirat Arab dan kawasan di atas Laut Tengah yang dikelola oleh Mesir.
Tindakan itu memaksa Qatar Airways yang didukung pemerintah itu, salah satu maskapai terbesar di kawasan tersebut, mengubah banyak rute penerbangannya dan membatalkan rute yang sering digunakan ke tempat-tempat tujuan utama kawasan itu seperti Dubai.
Namun Qatar mendesak Saudi untuk tidak menyebarkan informasi palsu menjelang pertemuan ICAO di Montreal.*