Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Agar Ilmu Bisa Bekerja

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2019 14:14 2:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2019 14:14
Bagikan
Bagikan

TERIK Kota Makkah seperti biasa, panas membakar siang itu. Debu-debu kian beterbangan di padang sahara. Tampak sesosok Umayyah bin Khalaf  tak bisa menahan murka.

Tokoh elite masyarakat Kota Makkah itu belum habis pikir. Tidak disangka keanehan yang dikhawatirkan terjadi tepat di depan matanya. Bagaimana mungkin budak berkulit legam tiba-tiba menolak titahnya, selaku majikan.

Bilal bin Rabah, sang sahaya bahkan berani membangkang. Tak sedikitpun ada rasa khawatir atau rona cemas di wajahnya. Justru yang tampak ketenangan jiwa sekaligus ketegasan pendiriannya.

Omelan, ancaman, cambukan, hingga hukuman berat segera dijatuhkan oleh Umayyah. Namun Bilal tetap bergeming. Ibarat batu karang di lautan. Tidak peduli apa yang bertubi-tubi menggulungnya. Tak urus dengan ombak besar yang menghantamnya. Badai sekalipun hanya bisa menerjang berulang-ulang. Dengan senyum menahan siksa, Bilal cuma mengulang-ulang kata “ahad”, sebagai respons imannya yang telah bekerja.

Hebatnya, Bilal ternyata tidak sendiri. Sahabat-sahabat Nabi Shallallahu alaih wasallam yang telah menerima wahyu juga demikian. Semuanya bereaksi. Layaknya tetumbuhan, asalnya iman-iman itu masih sebatas tunas atau kecambah yang baru saja muncul. Wahyu baru saja turun sesaat yang lalu. Namun rupanya iman tersebut langsung memberi kontribusi. Seketika ada furqan (garis pemisah) yang tampak pada dirinya. Mengambil peran serta berdampak pada sekitarnya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Apa yang dialami oleh Bilal dan orang-orang beriman lainnya, tentu bukanlah satu kebetulan begitu saja. Setidaknya ada sesuatu yang bekerja pada jiwa-jiwa mereka. Seketika terjadi perubahan begitu drastis, tapi bukan asal bombastis. Pengaruhnya signifikan tapi sungguh tidak muncul secara instan. Ketahuilah, yang terjadi sesungguhnya adalah aksi dan reaksi yang saling berkolaborasi. Antara ilmu, iman, dan amal yang tengah bersinergi.

Baca: Ilmu yang Menyibukkan

Bagi orang beriman ilmu atau wahyu al-Qur’an mesti bersifat dinamis. Didorong oleh iman, ilmu tersebut niscaya mendorong untuk semakin giat beramal sekaligus menjadi tameng  yang melindungi pemiliknya dari serbuan syubhat dan syahwat di sekelilingnya.

Sejatinya, al-Qur’an bukanlah sekadar bacaan di momen perayaan hari besar Islam. Sebagaimana ilmu juga bukan pajangan di atas selembar kertas ijazah atau sertifikat yang dibanggakan begitu saja.

Ilmu yang bekerja berarti selaku motor penggerak yang siap memandu aktivitas kehidupan setiap Mukmin. The way of life, kata generasi zaman now menggambarkan interaksi manusia dengan al-Qur’an. The walking Qur’an, kata sebagian lainnya. Yakni nilai-nilai al-Qur’an yang senantiasa sepadu sejalan dengan setiap pola pikir dan pola langkah orang tersebut. Apa saja yang dikerjakan tak lepas dari ilmu dan iman yang mendasarinya.

Selanjutnya, bagaimana cara agar ilmu itu bisa bekerja? Pertama tentu saja ialah rajin berinteraksi dengan al-Qur’an, sebagai sumber ilmu yang paling pokok. Berawal dari membaca dengan bacaan yang benar (tahsin tilawah) dan menerjemahkannya kata per kata (lafziyah). Diyakini, bacaan al-Qur’an yang baik adalah bagian dari upaya meraup berkah yang sempurna dari mukjizat abadi tersebut.

Selanjutnya orang itu mesti mempelajari serta mentadabburi mutiara hikmah al-Qur’an. Sebagai panduan, al-Qur’an tentu wajib dipahami dengan benar. Baik pesan tekstual dan sejarah yang melatari turunnya (asbab nuzul) ataupun konteksnya yang berlaku secara umum.

Selain itu, Mukmin yang telah terbiasa berinteraksi dengan al-Qur’an dengan sendirinya akan timbul kecintaannya untuk menghafalkan sedikit demi sedikit pesan-pesan suci tersebut.

Baca: Istighfar Ilmu

Inilah sejatinya yang patut dievaluasi sejak dini. Apalagi bagi yang mengaku sebagai penuntut ilmu atau pegiat dakwah. Adakah diri-diri mereka itu telah melazimkan dirinya untuk berasyik khusyuk dengan bacaan dan tadabbur al-Qur’an? Ataukah selama ini justru disibukkan dengan berbagai macam urusan dan tak punya waktu untuk membuka lembaran-lembaran al-Qur’an.

Sebab al-Qur’an bukan saja ilmu pokok dan sumber utama yang melahirkan sekian banyak khazanah ilmu pengetahuan selama ini. Namun lebih dari itu, dengan wasilah al-Qur’an, akan terjalin hubungan mesra antara seorang hamba dengan Penciptanya.

Berbeda dengan kebanyakan yang menganut paham sekular, ilmu dalam Islam adalah bagian dari upaya menegakkan agama atau kalimat tauhid dalam kehidupan manusia. Bukan ilmu sekadar ilmu (not science for science). Namun ilmu adalah refleksi daripada iman yang produktif dan iman itu bernilai dengan karya nyata yang bermanfaat.

Tak heran Nabi senantiasa memotivasi umatnya untuk tandang ke gelanggang, menyelesaikan hajat hidup manusia. Tidak boleh terpaku apalagi berpangku tangan dalam alam penyataan atau idealitas saja. Tapi nihil dan kehilangan taji di alam realitas.* Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anamal shalehBilal bin RabahilmuImanSahabat Nabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Yaman Ajak Jaga Ukhuwah
Tulisan selanjutnya Wisawatan China Dominasi Kunjungan ke DKI Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?