Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Lima Langkah Selamatkan Keluarga dari Bahaya Penyakit Kelainan LGBT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2016 05:51 5:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2016 05:51
Bagikan
Anak harus dijelaskan tentang tiga bagian penting yang sama sekali orang lain tidak boleh menyentuhnya: mulut, dada dan kemaluan
Bagikan

HARI ini harga diri umat Islam sedang dipertaruhkan. Kasus homoseksual yang sedang marak dibicarakan adalah salah satu penyebabnya. Kasus kelainan seks tersebut dapat dikatakan sebagai kasus pencideraan akidah.

Dalam Islam bentuk kelainan orientasi seksual tersebut dihukumi haram dan dosa besar. Allah menjanjikan azab, bagi aktivis kelainan tersebut. Bentuk penularannya dapat berupa propaganda Lesbian, Homoseksual, Biseks, dan Transgender (LGBT) yang tengah massif tersebar di berbagai media saat ini.

Pertanyaannya, siapa yang menjadi korban dari penyakit menular tersebut? Tak lain adalah anak-anak dan saudara serta kerabat kita sendiri. Untuk itu para orang tua mesti selalu bertanya, sedang apakah anak-anak hari ini? Bersama siapakah mereka bergaul?

Tentu saja, pertanyaan di atas bukan karena tidak percaya kepada mereka, tetapi sebagai tanggung jawab orang tua kepada anak-anak mereka.

Laiknya penyakit menular, penyakit kelainan LGBT termasuk penyakit berjangit berbahaya tapi penderitanya bisa diobati.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Para penderita tersebut bisa disembuhkan dengan usaha terapi. Bukan justru dikucili atau mendapat diskriminasi dari masyarakat.

Selanjutnya, untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Kokohkan akidah anak.

Akidah yang kokoh adalah sumber utama keselamatan dan kebahagiaan manusia. Ibarat imun, akidah menjadi tameng atas segala penyakit fisik dan ruhani.

Untuk mengokohkan akidah anak-anak, pastinya orang tua dulu yang menguatkan energi iman yang dipunyai. Sebab seringkali anak adalah cerminan dari orang tua dan lingkungannya.

Anak bisa lebih cepat belajar dengan faktor keteladanan dari pengajarnya, terlebih teladan dari guru dan orang tuanya.

  1. Optimalkan peran orang tua di rumah.

Sejumlah kasus amoral yang diberitakan, seperti hamil di luar nikah, konsumsi narkoba dan obat terlarang, serta pergaulan bebas lainnya, jika ditelusuri biasanya berujung kepada hilangnya peran pengawasan dan pendampingan  orang tua terhadap anak-anaknya.

Sesal kemudian tak lagi berguna. Inilah yang menimpa sebagian orang tua sebagai tebusan atas kelalaian mereka terhadap perkembangan anak-anaknya.

Hari ini perkembangan teknologi dan kecepatan informasi menjadi salah satu tantangan orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Di sisi lain, sebagian orang tua menganggap membelikan anak gadget mewah atau smartphone canggih bisa membantu mereka dalam mengatasi anak-anak terutama di rumah.

Ragam alasan bisa disebut atas tindakan itu. Mulai dari sarana komunikasi dengan anak, membuka wawasan dan memudahkan pengetahuan, agar anak tidak gagap teknologi, dan seterusnya.

Sejatinya, tak ada yang keliru dengan sejumlah alasan tersebut. Sebab perkembangan zaman boleh jadi menuntut demikian.

Cuma hal itu bisa menjadi senjata makan tuan jika ternyata anak diserahi kebebasan sepenuhnya tanpa ada pendampingan dan pengawasan dari orang tua.

Untuk itu, wahai orang tua pulanglah sejenak ke rumah. Setidaknya, jalinlah komunikasi yang baik dengan anak-anak. Libatkan mereka dengan meminta pendapat dalam urusan dan persoalan mereka.

Jalinlah kedekatan dengan anak.  Rebutlah hatinya. Tuntunlah mereka menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Ingatlah, uang bisa dicari, sedangkan anak tak bisa terbeli.

  1. Asah kepekaan terhadap lingkungan.

Karir yang melejit atau kesibukan yang padat di luar rumah bukan alasan bagi orang tua untuk lalai dalam mendidik anak-anaknya. Atau menjadikan orang tua tidak peka dengan keadaan yang terjadi di sekitar.

Sebaliknya orang tua dituntut untuk mengenali bahaya yang mengancam pendidikan dan kepribadian anak. Pelajari dan carilah sebab sekaligus solusi dari pengaruh buruk dan bahaya tersebut.

Sebab tak jarang, anak-anak yang bermasalah itu berawal dari hilangnya kepekaan orang tua terhadap lingkungan yang ada di sekitar anak.

  1. Ceritakan kisah kaum Nabi Luth dan sejarah lainnya.

Penyakit yang sama pernah terjadi sejak masa silam, tepatnya di kalangan kaum Nabi Luth. pernah merebak beberapa puluh tahun silam.

Akibat bahaya yang ditimbulkan, Nabi Luth beserta orang beriman yang taat lainnya diungsikan keluar dari negerinya. Hingga akhirnya Allah menimpakan azab yang keras kepada negeri tersebut.

Pelajaran terbesar dari kisah di atas adalah penyakit Lesbian, Homoseksual, Biseksual, dan Transgender (LGBT) adalah virus menular.

Tidak hanya merusak moral dan menciderai akidah, tapi juga berpotensi mengundang “cuma-cuma” siksaan Allah di dunia dan akhirat.

  1. Panjatkan doa kepada Sang Maha Penjaga.

Berdoa adalah senjata keluarga Muslim yang tidak dimiliki selain mereka. Berdoalah kepada Allah Zat Maha Penjaga.

Jangan pernah berputus asa untuk mendoakan kebaikan dan keselamatan bagi diri dan keluarga serta saudara seiman lainnya.

Allah yang menurunkan penyakit dan Dia pula yang sanggup menyembuhkan segala jenis penyakit tersebut.

Menjauhkan kaum muslimin dari segala fitnah dan marabahaya yang mengancam. Sebagaimana hanya kepada Allah pula seorang hamba memohon rahmat dan ma’unah-Nya dalam kehidupan ini.*/Mustabsyirah, pegiat komunitas penulis Malika

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakhomoseksualkelainan seksuallgbtpenyakit sosial
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 300 Aliran Sesat di Indonesia Mengancam NKRI
Tulisan selanjutnya Pangdam: Fenomena Kelompok LGBT Harus Ditolak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?