Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Ulama Berpura-pura Dungu, Agar Bebas dari Jabatan

Thoriq
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2016 15:50 3:50 pm
Thoriq
Dipublikasikan 24 Oktober 2016 15:50
Bagikan
Bagikan

SYEIKH ABU QASIM BIN MANSHUR adalah seorang faqih sufi yang merupakan guru ulama-ulama besar seperti Al Hafidz Abnu Asakir, Al Hafidz As Sam’ani dan lainnya.

Suati saat, Ahmad bin Ya’qub Al Qursy saat menuntut hadits bersama pamannya pergi ke Baghdad, dan mendengar bahwa di sana ada seorang syeikh bernama Abu Abar Thaz yang memberikan riwayat-riwayat aneh. Ahmad bin Ya’qub pun mengajak sang paman untuk hadir di majelis tersebut, namun sang paman menjawab,”Ia mulai kehilangan akan, manusia akan menrtawakanmu karenanya.”

Akhirnya, saat itu Ahmad bin Ya’qub pun meninggalkan Baghdad tanpa menghadiri majelis itu. Namun rasa penasaran masih menyelimuti hatinya, hingga setelah lama meninggalkan Baghdad dan berada di Syam, Ahmad bin Ya’qub pun pergi ke Baghdad dan mendengar bahwa syeikh tersebut masih ada.

Ahmad bin Ya’qub pun memasuki majelis syeikh tersebut. Ia melihat sang syeikh mengenakan peci terbalik, dan mejelis itu dihadiri orang-orang kaya serta anak-anak para bangsawan. Di majelis itu sang syeikh pun menyampaikan riwayat,”Telah menyampaikan kepadaku Duraid dari Wuraid dari Rusyaid, ia berkata bahwa orang buta jalannya pelan….”

Ahmad bin Ya’kub pun terheran dengan kondisi itu, sedangkan ulama itu dikenal dengan kefasihannya. Akhirnya suatu saat Ahmad bin Ya’kub pun datang ke rumah sang syeikh, dan saat itu tidak ada mejlis dan seorang pun. Sang syeikh pun mempersilahkan masuk dan bertanya maksud tujuannya. Ahmad bin Ya’kub pun terheran dengan sambutan itu.

Baca Juga

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli
Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

Ahmad bin Ya’kub pun bertanya mengenai kondisi sang syeikh di majelis, yang membuatnya bingung, karena hal itu tidaak pantas dengan kefashian, akhlak dan akal sang syeikh.

Akhirnya sang syeikh menjawab bahwa ia telah dipaksa oleh penguasa untu menjaabat jabatan yang mana ia merasa tidak mampu melaksanakannya hingga akhirnya ia dipenjara karena penolakan itu. Selanjutnya sang anak ketika mengganti posisi sang ayah sebagai penguasa melakukan hal yang lebih keras, hingga akhirnya ia memilih untuk berpura-pura hilang ingatan,”Maka aku pura-pura hilang ingatan maka aku selamat…”

Sang syeikh tidak lain adalah Abu Qasim bin Manshur. (lihat, Thabaqat Asy Syafi’iyyah Al Kubra, 7/ 56)

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Persatuan Ummat Islam Kini Miliki Universitas Halim Sanusi PUI
Tulisan selanjutnya Selama Diculik Bajak Laut Somalia, Tawanan Bertahan Hidup dengan Makan Tikus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (4) : Lebaran, Menjilat Sultan, dan Urusan Kavling Surga

24 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?