ABU SULAIMAN AZ ZAILA’I seorang ulama shalih yang menjaga makanan dari barang-barang yang mengandung syubhat.
Dikisahkan bahwasanya suatu saat Abu Sulaiman menuntut ilmu kepada Qadhi Ahmad bin Abdullah di Arsyan. Saat itu qadhi tersebut memperkerjakan seorang penggembala untuk menggembala kambing-kambing.
Ada seekor kambing yang mati karena sakit, si penggembala pun menyembelih kembing itu dan membawanya ke rumah Qadhi Ahmad bin Abdullah dalam keadaan sudah disembelih, seraya berkata,”Ia sakit, aku takut kalau ia keburu mati, maka aku sembelih kembing itu sebelum mati.”
Keluarga Qashi Ahmad bin Abdullah pun percaya dengan apa yang disampaikan penggembala, lalu mereka pun memasak kambing tersebut.
Saat waktu makan, dan masakan kambing itu dihidangkan, Qadhi Ahmad bin Abdullah mengajak muridnya Abu Sulaiman untuk makan bersama. Abu Sulaiman menolaknya, namun gurunya tersebut memaksanya. Karena malu akhirnya Abu Sulaiman pun ikut serta dalam jamuan itu.
Ketika Abu Sulaiman memasukkan sesuap makanan ke mulutnya, lalu gerahamnya pun mulai mengunyah, namun ia segera mengeluarkan makanan itu dan berdiri.
Akhirnya penggembala itu dipanggil dan diminta bercerita dengan bersumpah terlebih dahulu. Akhirnya si penggamba pun menyampaikan apa yang sebenarnya telah ia lakukan. (Qiladah An Anhr, 6/55)