Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Imam Syafi’i dan Air Liur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2021 14:29 2:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2021 16:10
Bagikan
imam syafi'i air liur
Bagikan

Sementara santri lain memiliki pena dan kertas untuk mencatat apa yang telah disampaikan Imam Malik, Imam Syafi’i hanya mampu menggunakan tusuk sate yang dibasahi dengan air liur untuk mencatat di tangannya

Hidayatullah.com | SUATU hari, Imam Syafii meminta izin kepada ibunya untuk pergi belajar di Madinah. Hal ini karena beliau pernah mendengar bahwa ada seorang guru besar bernama Imam Malik yang mengajar hadits di sana.

Setibanya di Madinah, Imam Syafi’i melanjutkan perjalanan ke Masjid Nabawi dalam upacara ilmu yang disampaikan oleh Imam Malik. Saat itu Imam Malik sedang mengajar murid-muridnya yang lain tentang hadits Nabi ﷺ.

Imam Syafi’i masuk dengan langkah yang begitu tertib dan duduk bersama murid-muridnya untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh Imam Malik. Sementara santri lain memiliki pena dan kertas untuk mencatat apa yang telah disampaikan Imam Malik, Imam Syafi’i hanya mampu menggunakan tusuk sate yang dibasahi dengan air liur untuk mencatat di tangannya.

Imam Syafi’i mencatat semua yang diajarkan Imam Malik di telapak tangannya. Tanpa sepengetahuannya, Imam Malik mengamati semua perilaku Imam Syafii.

Baca Juga

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

Usai pengajian, Imam Malik memanggil Imam Syafii dan menegurnya karena menganggap Imam Syafii bersikap tidak sopan dalam pengajian.

“Kenapa kamu bermain dengan lidi dan air liurmu saat aku mengajar?”

Imam Syafi’i menjawab, “Maaf Guru, saya sebenarnya tidak main-main dalam majelis ini. Karena saya tidak punya pena dan kertas, saya menulis di telapak tangan saya menggunakan lidi dan air liur untuk saya hafal.”

Imam Malik menggeledah tangan Imam Syafi’i dan tidak menemukan tulisan apapun.

Imam Malik bertanya, “Tetapi mengapa telapak tanganmu kosong dan tidak ada tulisan?”

Imam Syafi’i berkata, “Memang benar tangan ini kosong untuk menulis. Namun, saya sudah hafal semua hadits yang guru riwayatkan sebelumnya”.

Imam Malik memintanya untuk membaca kembali apa yang telah ia hafal. Rupanya Imam Malik menemukan bahwa tidak ada satu pun hadits yang tersisa dari 20 hadits yang diajarkan hari itu.

Kejadian tersebut membuat Imam Malik begitu terkesan dengan hikmah dan keseriusan Imam Syafii dalam menuntut ilmu.

Begitulah keseriusan dan kecerdikan Imam Syafii dalam mencari ilmu. Meski berasal dari keluarga miskin, namun kegigihannya dalam menuntut ilmu bisa dijadikan contoh bagi kita.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hadits NabiImam Malikimam syafi'i
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya poligami indonesia Beda Kelompok Partai Nasional Indonesia dan Masyumi dalam Praktik Poligami 
Tulisan selanjutnya Memberi Makan Hewan Liar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

sakit
Berita

Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Berita
9 Juli 2026 13:41
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?