Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

read/20664/14/01/2012/di-masjid-pun,-peran-keayahan-mulai-hilang.html

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2012 23:59 11:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2012 23:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Praktisi parenting dan spesialis kepengasuhan anak Irwan Rinaldi mengatakan peran masjid sebagai pilar dasar pendidikan dan pembangunan karakter anak anak Muslim mulai hilang. Saat hari Jum’at misalnya, yang mayoritas jama’ahnya, hingga 90 persen, adalah usia anak anak dan remaja, khotib Jum’at nyaris tidak pernah menyapa mereka dengan pesan pesan motivasi dan sapaan yang menyentuh.

Hal itu diungkapkan Irwan sebagaimana pengalaman dia setelah berkeliling melakukan sholat Jum’at di di sejumlah masjid di Jabodatabek. Padahal waktu Jum’at adalah waktu di mana jamaah dengan usia anak dan remaja sedang berkumpul seringkali lebih banyak ketimbang jamaah dewasa.

Hari ini, sarana pendidikan yang paling efektif adalah masjid. Tapi, kata Rinaldi, ternyata banyak juga pengurus masjid yang tidak atau belum mengerti kepengasuhan anak, sehingga akhirnya anak anak pun lebih suka nongkrong di warnet ketimbang di masjid.

“Yang jadi persoalan, kita sebagai orangtua tidak tidak peduli dengan masalah ini. Orangtua hanya mulai konsentrasi memperhatikan anak ketika sudah berusia 15 tahun ke atas. Padahal idealnya usia 0 sampai 15 tahun adalah usia penanaman karakter oleh orangtua,” jelasnya yang ditemui Hidayatullah.com di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Timur, baru baru ini.

Menurutnya, sudah saatnya para ustadz turun tangan dan menguasai masalah kepengasuhan anak. Sebab kalau hanya sibuk memvonis perilaku anak di atas mimbar tidak akan ada efeknya.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

“Istilahnya, jangan sampai anak anak menari tapi yang memukul gendang adalah orang lain,” kata Irwan yang berpengalaman menjadi tim recovery anak korban perang dan bencana alam di kawasan Eropa Timur, Asia dan Indonesia ini.

Terlebih lagi, Irwan menilai, pola pendidikan kita di Indonesia saat ini menyedihkan. Menurutnya, masa sekolah hanya menghabiskan masa produktif anak yang seharusnya ditempa untuk dibenamkan dalam pendidikan karakter oleh orangtuanya, bukan malah menyerahkan masa-masa emas itu untuk diisi orang lain.

“Di TK 3 tahun, SD 6 tahun, di SMP 3 tahun, di SMA 3 tahun, di bangku kuliah 5 tahun, total 20 tahun kita membuang masa masa produktif. Apakah pola pendidikan seperti ini ada dalam Al-Qur’an. Penyelenggaran pendidikan di negeri anak seperti masuk penjara,” tukas konselor di Yayasan Kita dan Buah Hati ini.

Hal ini dinilai Irwan sebagai bentuk dahsyatnya pengaruh dan hantaman ghazwul fikr yang merupakan turunan kapitalisme. Sehingga ada anak anak berayah ada tapi berayah tiada. Terutama ini menimpa kaum Muslimin.

“Jadi bossnya keluarga dulu yang dihancurkan,” ungkap pria yang telah puluhan tahun mengasuh puluhan anak anak dan komunitas gelandangan ini.

Karena keprihatinannya itu, ini menulis sebuah buku berjudul “Aku Mau Ayah” yang merupakan kisah nyata dari serangkaian percakapan dan pertemuan dia dengan anak anak yang telah “kehilangan” ayah. Irwan menuliskan sekelumit hasil perkelanaannya menemukan ungkapan hati anak anak di penjuru negeri di kota dan pedesaan, Eropa, dan negara lainnya.

Di buku yang berisi 45 kisah nyata ini terekam tentang keinginan, suara hati, jeritan, kemarahan, dan kemurkaan anak anak terhadap orang dewasa di sekelilingnya, terutama kepada sang ayah.

Pentingnya Peran Keayahan

Irwan menceritakan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan lembaga swadayanya di wilayah Jabodetabek, ditemukan 85 persen sekolah TK dan SD di wilayah ini gurunya adalah perempuan. Sementara di sisi lain, anak seusia TK dan SD sebenarnya adalah fase anak untuk melakukan copy paste, selalu meniru.

Sehingga ada true story di sebuah sekolah Islam, seorang siswa TK B bertanya pada gurunya tentang sosok Sayyidina Umar bin Khattab. Dijelaskanlah bahwa Umar adalah seorang yang kuat dan perkasa. Si anak penasaran dan bertanya lagi, perkasa itu seperti apa dan bagaimana. Anak TK ini minta dicontohkan. Si guru wanita itu pun bingung bagaimana mencontohkannya.

“Bagaimana anak anak bisa memahami karakter laki-laki dalam sebuah cerita kalau begini. Disinilah pentingnya peran keayahan. Dalam Al-Qur’an pun sangat banyak yang membahas tentang peran keayahan dalam mendidik anak,” ujar tim kreatif dan konseptor program anak-keluarga off/on air di sejumlah stasiun televisi swasta ini.

Ada lagi, cerita Irwan, seorang anak TK sangat penasaran tentang sosok Ali bin Abi Thalib sebagai laki laki yang jago menunggangi kuda yang diceritakan oleh gurunya. Dia bertanya sama gurunya, bagaimana contohnya naik kuda. Si guru pun bingung karena tidak bisa mencontohkan.

Ketika pulang ke rumah, anak ini melihat di televisi ada orang berambut panjang naik kuda dengan kencang. Dia pun berguman, “Oo.. Ali itu rambutnya panjang, ya”. Adegan di TV selanjutnya tampak lelaki gondrong itu memeluk wanita saat turun dari kudanya. Si anak pun berkesimpulan, “Oo..Ali itu suka berpelukan dengan perempuan”.

“Padahal si anak ini sebenarnya sedang menonton film Zorro yang dibintangi Antonio Banderas,” ujar irwan.

Program Yayasan Langkah Kita (Lakit) Sahabat Ayah yang didirikan Irwan saat ini sedang menerbitkan buku kedua berjudul Ayah Ada Ayah Tiada sebanyak 10.000 eksemplar untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat. Selain itu mereka rutin mengunjungi komunitas komunitas anak di dalam dan luar negeri.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belanda Pusing Cari Cara Manusiawi Sembelih Ayam
Tulisan selanjutnya ElBaradei Mundur dari Calon Presiden Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?