Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Wanita dalam Islam dan Cara Nabi Menghormati Istri

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Februari 2016 15:54 3:54 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Februari 2016 15:54
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

DI zaman –yang katanya sudah modern—seperti saat ini, ternyata manusia masih mengalami masalah bagaimana memposisikan wanita. ironisnya, sebagian mengacu pada apa yang sebenarnya sudah sangat kuno, yakni feminisme.

“Istilah femina, feminisme, feminis berasal dari bahasa Latin fei–minus. Fei artinya iman, minus artinya kurang, jadi feminus artinya kurang iman. Wanita di Barat, sejarahnya, memang diperlakukan seperti manusia kurang iman. Wajah dunia Barat pun dianggap terlalu macho,” demikian papar Gus Hamid dalam bukunya Misykat (halaman 265).

Lain halnya dengan Yahudi. Jika wanita sedang haid, mereka pada umumya diisolasi, tidak diberi makan, minum dan tidak diizinkan berkumpul di rumah dengan keluarganya. Hal itu didapati para sahabat Nabi di Madinah, sehingga mereka pun bertanya perihal tersebut kepada Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam.

Pertanyaan sahabat itu menjadi sebab turunnya satu ayat dari surah Al-Baqarah.

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا۟ النِّسَآءَ فِى الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّـهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah [2]: 222).

Berdasarkan ayat tersebut Nabi Muhammad memberikan jawaban, bahwa wanita yang sedang haid pun sebagaimana juga manusia: diberi makan, minum, dan berkumpul bersama keluarganya di rumah dan berbuat sesuatu terhadap mereka sebagai kewajaran kecuali berhubungan intim dengan suaminya. Demikian seperti termaktub dalam buku Perempuan dalam Literatur Islam Klasik editor Ali Muhanif (halaman 86).

Dengan kata lain, Islam sangat memuliakan wanita. Dan, itu berarti Nabi sangat memuliakan istri-istrinya. Lantas seperti apakah Nabi dalam interaksi rumah tangga bersama istri-istrinya?

Isham Muhammad Asy-Syarif dalam bukunya, An-Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam ma’a jauzatihi menjelaskan bahwa Nabi sangat menghormati istri-istrinya. Lebih-lebih terhadap Khadijah Radhiyallahu Anha sebagai istri pertama.

Pertama, menghargai keimanan dan pengorbanannya.

“Dia beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tidak mau memberi bantuan, dan Allah Ta’ala, memberiku anak darinya ketika Dia tidak memberiku anak dari wanita lain.” (HR. Ahmad).

Hadits itu disampaikan Nabi kepada Aisyah Radhiyallahu Anha ketika menjelaskan perihal kedudukan Khadijah di dalam hatinya. Dengan kata lain, Nabi Muhammad sangat menghormati istrinya atas dasar iman meski telah tiada. Terhadap yang masih hidup, tentu Nabi amat menghormati dan memuliakannya.

Kedua, Suka menyenangkan hati istri.

Aisyah bercerita bahwa suatu hari orang-orang Habsyi masuk masjid lalu bermain. Rasulullah bertanya kepadaku, “Wahai Humairaa, apakah kamu ingin melihat mereka?” Aku menjawab, “Ya.”

Beliau lalu berdiri di pintu. Aku mendekat lalu menyandarkan daguku pada pundak beliau dan menempelkan wajahku pada pipi beliau. Salah satu ucapan mereka ketika itu adalah “Wahai Abul Qasim, selamat berbahagia.”

Selanjutnya Rasulullab bersabda, “Sudah cukup bagimu.” “Rasulullah, jangan terburu-buru,” kataku. Akhirnya beliau berdiri seperti semula.” (HR. Nasa’i).

Dengan memahami dan mengamalkan apa yang Nabi teladankan dalam interaksi beliau dalam berumah tangga, insya Allah akan mudah bagi para istri untuk mendapatkan ridho-Nya, karena istri yang dimuliakan oleh suaminya akan juga membahagiakan hati suaminya hingga mendapat kerdihoannya.

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

“Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai)

Dan, yang tidak kalah menarik adalah, saat peradaban lain memarginalkan wanita, Islam justru menjunjungnya. Satu di antara buktinya adalah adanya perawi hadits dari kalangan wanita yang juga diakui secara ilmiah.

Seperti Aisyah misalnya, putri Abu Bakar itu meriwayatkan 2210 hadits. Kemudian ada pula Ummu Salamah, Habibah, Maimunah, Zinab, Shafiyah, Habshah, dan Juwairiyah. Dengan demikian menjadi terang benderang bagi kita bahwa feminisme tidak dibutuhkan dalam Islam, sebagaimana laut tidak membutuhkan garam. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:feminisfeminusistriNabirumah tanggasuami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslimat NU: Bakti untuk Negeri [3]
Tulisan selanjutnya Wakil Ketua DPR: Jangan Kampanyekan LGBT, Bisa Meresahkan!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Berita
14 Oktober 2026 16:55
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?