Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Mendakwahi Ayah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Januari 2021 16:25 4:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Januari 2021 11:05
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com  | MENDAKWAHI mereka bukan berarti kita tak memiliki adab kepada mereka. Justru itu adalah bentuk kasih sayang kita kepada mereka. Sebab, kita tak ingin kelak di akhirat mereka harus berpisah dengan kita karena di dunia kita membiarkan mereka memilih jalan yang salah.

Namun, sekuat apa upaya kita mengajak mereka, tetap Allah-lah yang menguasai hati manusia. Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala tak berkehendak, maka dakwah kita tak akan berbuah hasil. Faktor yang amat menentukan justru adalah kehendak Allah Ta’ala.

Karena itu, kegigihan berdakwah harus dibarengi dengan kegigihan berdoa. Sertakan ikhtiar dengan doa agar Allah Ta’ala berkenan memberikan hidayah taufiq kepada orang-orang yang kita sayangi. Ini dilakukan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS) kepada ayahnya.

Nabi Ibrahim AS, sebagaimana dikisahkan dalam al-Qur’an surat Maryam [19] ayat 41 hingga 50, telah berdakwah secara lemah lembut kepada ayahnya, Azar, sang pembuat patung berhala, penjual, sekaligus penyembahnya.

يَٰٓأَبَتِ لَا تَعْبُدِ ٱلشَّيْطَٰنَ ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

“ Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.” (QS: Maryam [19] ayat 44).

يٰۤاَبَتِ اِنِّىۡۤ اَخَافُ اَنۡ يَّمَسَّكَ عَذَابٌ مِّنَ الرَّحۡمٰنِ فَتَكُوۡنَ لِلشَّيۡطٰنِ وَلِيًّا

يٰۤاَبَتِ اِنِّىۡۤ اَخَافُ اَنۡ يَّمَسَّكَ عَذَابٌ مِّنَ الرَّحۡمٰنِ فَتَكُوۡنَ لِلشَّيۡطٰنِ وَلِيًّا‏

“Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan.” (QS: Ibrahim [19]: 45).

Ibrahim AS jelas amat membenci patung-patung sesembahan ayahnya. Namun, kebencian itu tak membuat Ibrahim AS kehilangan adab. Bahkan, ketika sang ayah memarahinya dan mengancam hendak merajamnya, Ibrahim AS malah mendoakan ayahnya.

قَالَ سَلٰمٌ عَلَيۡكَ‌ۚ سَاَسۡتَغۡفِرُ لَـكَ رَبِّىۡؕ اِنَّهٗ كَانَ بِىۡ حَفِيًّا

“Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu (wahai ayahku). Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesunggunya Dia sangat baik kepadaku,” kata Ibrahim AS dalam rangkaian surat yang sama pada ayat 47.

Rupanya Allah Ta’ala berkehendak lain. Meski Ibrahim AS tak putus memohon doa agar Allah Ta’ala memberi hidayah pada sang ayah, namun nyatanya Azar tetap berada dalam kekafiran sampai ajal menjemputnya.

Setelah itu, Ibrahim AS tak lagi berdoa memintakan ampunan kepada Allah Ta’ala untuk ayahnya. Ia tahu, tak pantas seorang Muslim memintakan ampunan untuk kaum kafir yang telah meninggal dunia.

Allah Ta’ala mengabadikan kisah ini dalam Surat At Taubah [9] ayat 114.

وَمَا كَانَ اسۡتِغۡفَارُ اِبۡرٰهِيۡمَ لِاَبِيۡهِ اِلَّا عَنۡ مَّوۡعِدَةٍ وَّعَدَهَاۤ اِيَّاهُ‌ ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗۤ اَنَّهٗ عَدُوٌّ لِّلّٰهِ تَبَرَّاَ مِنۡهُ‌ ؕ اِنَّ اِبۡرٰهِيۡمَ لَاَوَّاهٌ حَلِيۡمٌ

“Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”

Dari kisah ini jelaslah bahwa hubungan nasab menjadi tak berarti sama sekali manakala keyakinan tentang Tuhan telah berbeda. Bahkan, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dikisahkan bahwa ketika Ibrahim AS mengingatkan Allah Ta’ala akan janji-Nya bahwa Allah Ta’ala tak akan mempermalukannya di hari kiamat dengan kekafiran ayahnya, justru Allah Ta’ala mengubah Azar menjadi dubuk (sejenis biawak).

“Sungguh Aku haramkan Surga bagi orang-orang kafir,” kata Allah Ta’ala dalam hadits tersebut.

Jadi, sebelum terlambat, dakwahilah keluargamu dan memohonlah kepada Allah Ta’ala agar mereka segera diberi hidayah sehingga kita kelak bisa berkumpul lagi dengan mereka di Surga. Aamiin.

Tentang hidayah ini, Allah Ta’ala berfirman kepada Muhammad ﷺ,

اِنَّكَ لَا تَهۡدِىۡ مَنۡ اَحۡبَبۡتَ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهۡدِىۡ مَنۡ يَّشَآءُ‌ؕ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ

“Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qasas [28]: 56).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ayahdakwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Inggris Menolak Ekstradisi Julian Assange ke Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Menhan Sebut Drone di Selayar SeaGlider, Roy Suryo: Yang Jelas ada Kegiatan Mata-mata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

Berita
13 Juni 2026 10:30
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Terbaru

  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?