Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Pernikahan Jarak Jauh Berpotensi Sebabkan ‘Kekasih Gelap’ Muncul

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Maret 2022 21:44 9:44 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Maret 2022 19:00
Bagikan
Pernikahan Jarak Jauh rawan kekasih gelap
Bagikan

Hidayallah.com — Pernikahan jarak jauh dan adanya pihak ketiga menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan sebuah rumah tangga tumbang di tengah jalan. Masalah semakin rumit, ‘masjid runtuh’ oleh pihak ketiga yang akhirnya menimbulkan konflik baru dalam rumah tangga, serta diperparah dengan perubahan gaya hidup dan perasaan cinta dan kasih sayang yang memudar.

Dosen Pusat Psikologi dan Kesejahteraan Manusia, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FSSK) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dr Siti Marziah Zakaria mengatakan, orang ketiga seperti kanker yang mengganggu keharmonisan dan menghancurkan institusi rumah tangga. Ia mengatakan, keberadaan ‘kekasih gelap’ merupakan faktor menjijikkan dan menarik yang tanpa disadari bisa menimbulkan masalah baru dalam rumah tangga.

“Kehadiran orang ketiga tentu mengancam keharmonisan rumah tangga. Mereka bisa muncul dalam rumah tangga ketika ada kesempatan dan ruang,” katanya dikutip Berita Harian. “Kedua belah pihak, baik suami atau istri, bisa membuka peluang bagi pihak ketiga untuk menghantui dan mengganggu rumah tangga.”

“Perkawinan jarak jauh karena faktor karir, keluarga menjadi salah satu penyebab yang bisa membuat pasangan menjadi skandal atau orang ketiga,” katanya.

Siti Marziah mengatakan, hal ini karena pernikahan jarak jauh membutuhkan komitmen, loyalitas, rasa tanggung jawab dan pengorbanan yang tinggi. “Oleh karena itu, suami istri perlu tenang dan siap berkorban jika memang ditakdirkan untuk jauh.”

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

“Namun, jika tidak bisa menjalani hidup sebagai pasangan jarak jauh, mereka harus menemukan cara untuk hidup bersama karena ketika berpisah, perasaan bosan, kesepian, dan kekosongan selalu menghantui mereka,” katanya. “Bagi laki-laki, mereka mulai berpikir untuk mencari pasangan baru untuk mengisi kekosongan tersebut, sedangkan bagi perempuan, jika sudah memiliki anak, beban dan tanggung jawab yang harus dipikulnya akan berlipat ganda,” tambahnya.

Dikatakannya, juga akan menyebabkan perempuan harus mandiri jika melalui pernikahan jarak jauh karena akan menghadapi episode stres, kelelahan dan ketidakberdayaan jika diuji dengan masalah kesehatan dan anak. “Jika suami lengah dan santai, akan menambah beban emosional yang mereka tanggung. Dalam situasi ini, kehadiran orang ketiga akan sangat mereka syukuri,” ujarnya.

Ia mengatakan rumah tangga yang berkonflik bisa dengan mudah memberikan peluang adanya ancaman kehadiran pihak ketiga. Ada pasangan suami istri yang mungkin sudah lama bertahan dalam rumah tangga yang tidak harmonis karena faktor keuangan, anak yang menjaga nama keluarga atau komitmen terhadap keluarga.

“Namun, mereka tidak dapat menyangkal kebutuhan emosional untuk merasa dicintai, dibutuhkan, dan dihargai oleh pasangan,” ujarnya. “Dengan demikian, konflik yang terus berlanjut tanpa ada upaya untuk mengatasinya hanya akan melukai emosi mereka.”

Selain itu, situasinya juga dapat menjadi lebih serius jika ada gangguan dari teman, tetangga, kerabat, bahkan ibu atau mertua dan mertua. Bahkan mereka bisa menjadi penengah dalam upaya mendamaikan pasangan yang bermasalah, bukan memperburuk keadaan.

Lebih lanjut Siti Marziah berkomentar, konflik dan pemicu masalah perkawinan perlu disikapi bersama antar pasangan. Komunikasi yang terbuka sangat penting untuk mencapai kesepakatan dan pengertian, selain toleransi, kesabaran, empati dan kedewasaan dalam menghadapi perselisihan.

“Bahkan, beberapa pasangan mungkin membutuhkan mediator untuk memfasilitasi proses komunikasi dan mencari solusi,” ujarnya. “Konselor dan konsultan pernikahan juga diperlukan untuk memberikan perspektif dan jalan bagi pasangan yang menghadapi konflik pernikahan.”

Pasangan yang menghadapi konflik perlu diselamatkan asalkan keduanya masih menginginkan pernikahan, masih memiliki perasaan cinta dan siap untuk memperbaiki diri. Ada juga faktor lain yang dapat menyebabkan adanya orang ketiga dalam rumah tangga antara lain akibat dari perubahan hidup seperti memiliki anak, konflik peran, komitmen baru, PHK, didiagnosa sakit dan penuaan.

Adapun faktor cinta memudar, katanya setiap pernikahan melewati fase yang berbeda dan kebanyakan pernikahan diuji dalam 10 tahun pertama.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:keharmonisan rumah tanggaKekasih Gelaporang ketigaPernikahan Jarak Jauh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bawa 132 Orang Pesawat China Eastern Airlines Jatuh di Pegunungan Guangxi
Tulisan selanjutnya Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Jepang Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?