Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Jepang Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Maret 2022 19:30 7:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Maret 2022 19:30
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kasus pelecehan anak meningkat empat kali lipat dalam dekade terakhir, menurut Badan Kepolisian Nasional, dengan rekor kasus tertinggi dilaporkan selama pandemi Covid-19.

Dilansir Asahi Shimbun Senin (21/3/2022), pada tahun 2021, polisi melaporkan 2.174 kasus secara nasional, naik 41 dari tahun sebelumnya.

Laporan tersebut, yang dirilis pada 10 Maret, juga mengatakan bahwa 2.219 anak di bawah usia 18 tahun menjadi sasaran kekerasan pada tahun 2021, naik 47 dari tahun sebelumnya.

Kedua angka tersebut merupakan rekor tertinggi selama delapan tahun berturut-turut dan telah meningkat empat kali lipat dalam 10 tahun terakhir, menurut laporan itu.

Lebih dari 80 persen dari kasus yang dilaporkan, atau 1.766, berupa kekerasan fisik seperti penyerangan dan pencederaan, sementara 339 merupakan kasus seksual.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lima puluh empat anak meninggal disebabkan kekerasan itu, 29 di antaranya meninggal dengan cara pembunuhan-bunuh diri.

Polisi melaporkan kemungkinan kasus kekerasan terhadap anak yang diadukan ke pusat konsultasi anak mencapai rekor tertinggi 108.059 anak pada tahun 2021.

Laporan itu juga mengatakan 45.972 anak, lebih dari 40 persen dari 108.059 kasus, menyaksikan seorang anggota keluarga melakukan kekerasan fisik terhadap anggota keluarga lainnya.

Polisi mengatakan sulit untuk menyimpulkan secara statistik bahwa peningkatan itu disebabkan pandemi Covid-19.

Namun, polisi berjanji untuk mewaspadai potensi dampak karena kekerasan terhadap anak yang cenderung disembunyikan, sebab pandemi  mengurangi kesempatan pihak berwenang untuk memantau anak.

Para ahli mengatakan bahwa setiap kali “gelombang” infeksi pandemi melanda, sulit bagi pihak berwenang dan kelompok pendukung untuk memeriksa keselamatan anak-anak yang diduga menjadi korban kekerasan.

Seorang direktur pusat konsultasi anak mengatakan penting untuk mengkonfirmasi secara visual keselamatan (seorang anak) dalam waktu 48 jam setelah polisi memperingatkan tentang kemungkinan adanya kasus kekerasan terhadap anak.

Namun, sebagian orang tua telah menolak kunjungan rumah oleh pihak berwenang dengan alasan pandemi, kata direktur itu.

Makiko Okuyama, seorang psikiater anak dan anggota dewan Japanese Society for Prevention of Child Abuse and Neglect, mengatakan sekolah-sekolah dan organisasi terkait lebih memprioritaskan penerapan tindakan anti-virus karena merebaknya varian Omicron, sedangkan perubahan perilaku anak semakin terabaikan.

Selama pandemi banyak kelas diadakan secara online, dan bahkan ketika anak-anak pergi ke sekolah, sulit untuk membedakan ekspresi wajah mereka disebabkan mereka mengenakan masker, kata Okuyama.

Psikiater anak itu mengatakan faktor risiko kekerasan terhadap anak meningkat, dengan kekhawatiran bahwa kasus pelecehan seksual khususnya semakin banyak yang disembunyikan.

Kekerasan seksual sering kali terungkap oleh seorang anak yang melaporkan atau menceritakannya kepada guru taman kanak-kanak atau teman yang mereka percayai. Namun, kesempatan untuk mengadu itu hilang disebabkan pandemi, katanya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jepangkekerasan terhadap anakpandemi Covid-19
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pernikahan Jarak Jauh Berpotensi Sebabkan ‘Kekasih Gelap’ Muncul
Tulisan selanjutnya Rumit, Operator Burger King Rusia Tidak Tutup Warung Menyusul Perang Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?