Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Enam Kekuatan yang Wajib Dimiliki Penguasa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Februari 2012 10:07 10:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Februari 2012 10:07
Bagikan
Bagikan

SALAH satu penyakit hati adalah tamak, merasa tidak cukup dengan kedudukan atau harta benda yang sudah dimilikinya. Tamak juga bisa muncul atas dorongan rasa gengsi yang berlebihan karena malu atau tidak suka seandainya ada orang lain yang mengungguli dirinya dari segala hal. Akhirnya segala jalan ditempuh, tanpa memperdulikan etika yang mengikatnya. Perkara yang haram pun dilakukannya demi mewujudkan obsesi keserakahannya.

Karakter seperti di atas hakikatnya bukanlah karakter yang menguntungkan, akan tetapi sebuah karakter yang justeru membawa kepada kerugian dan kesengsaraan hidup, terutama bagi pelakunya. Sejarah telah mencatat secara apik, bagaimana raja-raja atau kaum penguasa yang tamak dan rakus harus berakhir dengan kehinaan dan kesengsaraan.

Sebuah kisah menyebutkan, bahwa sahabat Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم), Abu Bakr Sidiq RA pernah mengatakan, “Orang yang paling sengsara di dunia dan di akhirat adalah raja-raja atau penguasa.” Orang-orang yang ada di sekelilingnya seraya bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Lalu Abu Bakar RA menjawab: “Raja-raja kalau terus berkuasa akan merasa, bahwa apa yang sudah ada dalam tangannya belum cukup. Yang kelihatan olehnya ialah yang di tangan orang lain saja. Ajalnya datang pada saat dirinya berangan-angan. Perasaan belas-kasihan lama-lama menjadi kurang, hasad karena jatah bagiannya sedikit, benci atas kelebihan orang lain, mengeluh ketika dia mampu, kurang percaya terhadap orang lain, serupa dengan uap tengah hari yang disangka air oleh musafir, padahal cahaya terik, pada zahirnya gembira, padahal hatinya sengsara. Kelak bila umur sudah tiba, janji pun datang, hapuslah bayang-bayangnya. Ketika itu mulailah dia dihisab dan peluang untuk dimaafkan pun kecil.” Lalu Abu Bakar menutup pembicaraannya dengan sebuah nasehat yang cukup bijak, “Janganlah benci kepada raja-raja, tetapi kasihanilah mereka.”

Keterangan yang disampaikan oleh sahabat yang pertama kali memeluk Islam di atas mengandung peringatan atau kritikan (saran) konstruktif. Terutama bagi penguasa supaya tidak lalai dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Gagal dalam merealisasikan amanahnya, maka kesengsaraan masal akan terjadi.
Muara kesengsaraan ini, tak lain adalah rendahnya moralitas sang pemimpin yang ditandai dengan watak-watak buruk yang sudah mendominasi jiwa dan hatinya, seperti sifat rakus, dengki, angkuh, emosional, prasangka buruk, khianat, berdusta dan lain sebagainya.

Penguasa seperti inilah yang jiwanya sedang dirundung kesengsaraan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam kondisi jiwa (batin) seperti itu, maka sekurang-kurangnya sang penguasa harus segera membangun enam kekuatan dalam jiwanya.

Pertama: Bertaubat. Yaitu kembali kepada jalan yang benar dengan disertai penyesalan, memohon ampun dan konsisten untuk memperbaiki dirinya.

Kedua: Syaja’ah (keberanian). Yaitu berani menegakan kebenaran dan takut pada kesalahan.
Ketiga: Iffah, yaitu pandai menjaga kehormatan batinnya.
Keempat: Hikmah, yaitu cerdas dalam mengambil rahasia dan pelajaran dari pengalaman hidupnya.
Kelima: Al-Adaalah, yaitu bersikap adil walaupun kepada dirinya.
Keenam: Amanah, yaitu pemimpin yang senantiasa mengedepankan kejujuran dan pantang melakukan kebohongan. Termasuk amanah di sini adalah sungguh-sungguh dalam menunaikan janji-janji yang telah diucapkannya.

Dengan enam kekuatan tersebut, mudah-mudahan kesengsaraan batin sang raja dapat disembuhkan. Sehingga rakyatnya pun merasa lega dan bahagia. Wallahu al-Musta’an.*/Imron Baehaqi, Lc. Penulis adalah Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, Bidang Dakwah dan Tarjih

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akhlakmu, Tak Jauh dari Perilaku Temanmu
Tulisan selanjutnya Zionis “Serbu” Masjidil Aqsha, Warga Terluka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?