Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Janganlah Seorang Berilmu seperti Himar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2014 09:58 9:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2014 09:50
Bagikan
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal
Bagikan

SUATU kali aku pernah mengunjungi Perpustakaan Kongres, di kota Washington, Amerika. Di sana aku menjumpai tumpukan buku hingga berbilang ratusan ribu jumlahnya. Semuanya tersedia. Dari berbagai disiplin dan spesialisasi ilmu. Segalanya ada, hingga ke literatur-literatur dan manuskrip-manuskrip kuno dari setiap generasi dan lapisan masyarakat.

Ia juga menampung buku-buku yang terkait dengan seluruh agama, kebudayaan dan peradaban manusia.
Tapi apa hasilnya?

Rupanya bangsa Amerika yang seringkali berbangga dengan sebutan Perpustakaan Terbesar di dunia itu tetaplah sebagai bangsa yang kafir kepada Allah. Demikian dikisahkan Syeikh Aidh al-Qarni dalam karya monumentalnya La Tahzan (Jangan Bersedih). Kisah ini ia sebutkan dalam Bab “Ilmu Bermanfaat dan Ilmu yang Mudharat”.

Ilmu bagi orang beriman adalah sebatas alat atau wasilah (sarana). Ilmu bukan tujuan akhir yang membuat seorang Muslim lalu puas dan merasa aman setelah meraihnya. Ibarat sebilah pisau tajam. Pisau itu bermanfaat baik ketika dipakai untuk menyembelih hewan qurban.

Sebaliknya, ia berubah buruk, jika digunakan untuk sebuah perbuatan dosa dan kemaksiatan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Sejatinya, tak ada yang keliru ketika seseorang berlomba-lomba menuntut ilmu setinggi-tingginya. Hal itu bahkan menjadi perintah mendasar dalam syariat Islam.

Amalan itu bisa benar jika ada ilmu yang menyertainya. Kira-kira seperti itu maksud Muhammad bin Ismail bin al-Mughirah alias Imam al-Bukhari, ketika merumuskan klasifikasi penyusunan hadits-haditsnya. Salah satunya ialah bab “al-Ilmu Qabla al-Qaul wa al-Amal” (Ilmu sebelum perkataan dan perbuatan).

Al-Qur’an juga memberi isyarat demikian. Adalah perintah (iqra) yaitu “membaca” menjadi landasan wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Selanjutnya Allah berfirman;

يَا أَيّ  يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Mujadalah [58]: 11).

Ilmu itu disanjung ketika selaras dengan akhlak dan laku pemiliknya. Ilmu itu mulia ketika berhasil medekatkan dirinya kepada Sang Pencipta alam semesta. Allah bahkan tak segan mengangkat derajat kemuliaan orang tersebut jika ia berhasil mengawinkan antara iman, ilmu, dan amal shalih tersebut. Ia layak bergelar alim atau ulama, andai ketinggian ilmunya sukses menjadikan ia kian rendah dan merasa takut di hadapan Zat Yang Mahatinggi.

Lalu di mana celah keburukan ilmu itu? Inilah soalannya. Jika pengetahuan yang sedikit itu justru membuatnya melambung dan berlaku sombong kepada sesama. Memandang rendah orang lain atau menolak kebenaran jika hal itu tak sesuai dengan “selera” dan keinginannya.

Ilmu itu berbalik makna, jika ia mengaku banyak ilmu tapi rupanya beramal shaleh sedikit saja.

Ilmu itu dicap tak berguna, kalau akhlak pemiliknya tak seindah gelar akademik yang disandang di belakang namanya.

Pengetahuan malah menjadi bumerang sekiranya hatinya kian gelisah ketika ibadah. Fikirannya makin menyimpang dan perbuatannya makin jauh dari tuntunan agama itu sendiri.

Layaknya seekor himar (keledai), binatang itu sibuk mondar-mandir dengan tumpukan kitab di atas punggungnya. Tapi semua itu tak bernilai sedikitpun. Kecuali semata-mata menanggung beban yang kian berat. Ia pandai dan berilmu tapi ia tak mendapat manfaat kecuali ancaman siksa di hari Kiamat kelak.

Seperti itu Allah mengisyaratkan;

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ
الظَّالِمِينَ

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (Surah al-Jumuah [62]: 5).

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima.”/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmupengetahuan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Benci Yahudi Kakek 70 Tahun Tembak Mati 3 Warga Amerika
Tulisan selanjutnya Rhoma Irama: Cak Imin Trauma Poros Tengah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?