Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Enam Nilai-nilai Moral Jahiliyah di Sekitar Kita

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 17 Juni 2020 15:59 3:59 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 Juni 2020 15:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Khazanah  kehidupan dunia saat ini seperti awan kelabu. ‘Kejahiliaan modern’ dipenuhi dengan kesombongan dan mudah putus asa. Memasuki fase kehidupan di dunia tentu penuh tantangan. Tantangan lahiriyah maupun tantangan ilahiyah.

Nabi Adam pun mendapatkan kedua tantangan tersebut. Apalagi kita sebagai umat manusia era modern yang penuh dengan fitnah yang penuh dengan jalan nilai-nilai jahiliyah.

Seperti apa saja nilai moral ‘kejahiliyahan’ yang telah menyebar di dikalangan manusia, abad ini?

Allah Subhanahu Wata’ala memberikan gambaran dan pentunjuk kepada hambanya jangan sampai terlena. Pilihannya dua nilai (value) yaitu fasik atau takwa.

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا  فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا  قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا  وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS: al-Syams [91]: 7-10).

Tata nilai moral apakah yang menjerumuskan manusia  sehingga mendapat julukan moral jahiliyah ada pada dirinya? Ada enam hal yang perlu dicermati.

Pertama, kemalasan

Dari arti malas, tak beraktifitas. Usaha yang melumpuhkan atau melemahkan pola pikir sehingga tidak mau beraktifitas. Cukup dengan menengadahkan tangan tanpa berbuat sesuatu yang membangkitkan hati dan pikiran. Malas tak mampu menggerakkan potensi diri termasuk iman dan akhlak. Hal inilah yang mnejerumuskan seseorang menjadi jahiliyah.

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (QS: Al-Ma’arij; 19-21)

Kedua, takabur (Sombong dan arogan)

Orang-orang jahiliyah kerapkali dibuai oleh ilusi dan kebesaran dirinya, karena nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Tetapi mengingkari bahkan menyatakan diri sebagai hasil karya atau hasil kerjanya sendiri. Akibatnya, kepemilikan yang diperolehnya adalah hasil dari aktifitasnya sendiri tanpa menghiraukan orang lain ikut membantu. Apalagi merasa terbantu bahkan ingkar atas keterlibatan  Allah atas kesuksesan dirinya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.” (QS: Al Baqoroh [2]: 206)

Ketiga, pendendam

Mendendam adalah salah satu perbuatan untuk selalu berhadapan dengan orang lain dengan sepenuh kesalahan. Seperti tak ada benarnya dengan orang lain.

Mengenai hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila ada seseorang yang mencacimu atau menjelek-jelekanmu dengan aib yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah kamu balas memburukkannya dengan aib yang kamu ketahui ada padanya. Maka pahalanya untuk dirimu dan dosanya untuk dia.” (HR: Al Muhamili dalam Amalinya no 354, Hasan).

Islam melarang umatnya untuk memiliki sifat pedendam. Mengapa? Karena sifat pedendam hanya akan membuat seseorang kehilangan akhlaknya dan membuat dirinya semakin jauh kepada Allah SWT. Sangat jelas bahwa Allah SWT dan Rasulullah ﷺ sangat benci orang-orang yang berperilaku dendam. Allah SWT menganjurkan untuk saling memaafkan.

Keempat, berputus Asa

Berputus asa dari rahmat Allah sangat dilarang dalam Islam. Seberapa pun besar dan banyak dosa yang pernah kita lakukan, ampunan dan rahmat Allah masih lebih besar dan lebih banyak lagi. Tidak ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah selama kita berusaha sungguh-sunguh untuk bertaubat kepada-Nya.

Begitu pula kita tidak boleh membuat orang lain berputus asa dari ampunan dan rahmat Allah. Apalagi membuat orang lain merasa bahwa dirinya berhak mendapatkan kutukan, azab dan siksaan dari Allah akibat dosa-dosa yang pernah dilakukannya.

Dalam sebuah hadis yang bersumber dari Ibnu Mas’ud, dia berkata bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda;

الفاجر الراجي رحمة الله تعالى اقرب الى الله تعالى من العابد المقنط

“Orang yang jahat namun senantiasa mengharap rahmat Allah, itu lebih dekat dengan Allah dibanding orang yang senantiasa beribadah namun membuat orang lain berputus asa dari rahmat-Nya.”

Kelima,  rakus

Manusia sangat mencintai harta dan akan terus senantiasa mencarinya, tidak merasa puas dengan yang sedikit, manusia sangat tamak kepada harta dan panjang angan-angan. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

“Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.” [QS: Al-Fajr/89:20]

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

“Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.” [QS: Al-‘Âdiyât/100:8]

Hati orang tua menjadi pemuda karena dua hal, yaitu cinta dunia dan panjang angan-angan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

قَلْبُ الشَّيْخِ شَابٌّ عَلَىٰ حُبِّ اثْنَتَيْنِ : طُوْلُ الْـحَيَاةِ وَحُبُّ الْمَالِ

“Hati orang yang tua renta senantiasa muda dalam mencintai dua perkara: hidup yang panjang dan cinta terhadap harta.”  (HR. Al-Bukhâri, no. 6420 dan Muslim, no. 1046 (114).

Keenam, kemunafikan

Golongan munafik yang berada dalam tubuh umat Islam menyimpan banyak strategi dan siasat yang begitu licik tanpa peduli halal-haram. mereka adalah mata-mata yang menyesatkan. Mereka adalah mata orang-orang kafir dan musuh Islam yang sengaja ditanam

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS: Al-Baqarah: 9)

Allah ‘azza wajalla telah mengungkap banyak sifat munafik di banyak tempat dalam al-Quran. Sifat-sifat munafik yang ditunjukkan oleh Allah ‘azza wajalla inilah yang dapat dijadikan acuan bagi orang mukmin untuk mendeteksi keberadaan mereka di balik persembunyiannya di dalam tubuh barisan kaum muslimin.*/ Akbar Muzakki

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jahiliyahjahiliyah modermmoral jahiliyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR Tunda Pembahasan RUU HIP, Ikut Pemerintah
Tulisan selanjutnya Inilah Manfaat Sujud Bagi Kesehatan, Bukan Ibadah Semata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?