Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Inilah Dua Program Membina Umat

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 6 Maret 2017 16:52 4:52 pm
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 6 Maret 2017 16:52
Bagikan
Ukhuwah dan persaudaraan pernah kita tunjukkan dalam Aksi 411 dan Aksi 212
Bagikan

SEBAGAI panduan beragama yang sempurna, al-Qur’an tak hanya berkisah tentang ketinggian ajaran Islam tapi juga membeberkan bagaimana cara meraih kemuliaan bertauhid tersebut.

Untuk tujuan mulia itu Allah Subhanahu Wata’ala mengirim manusia-manusia terbaik di zamannya sebagai utusan Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (Saw) menjadi penutup risalah kenabian.

Selain mendakwahi manusia, Nabi Muhammad  juga sekaligus menjadi teladan nyata bagaimana menerapkan syariat yang telah diajarkan sebelumnya.

Teladan indah itu bisa ditiru ketika Nabi bersama keluarga, para sahabat, ataupun saat bersama orang-orang yang ada di sekitarnya.

Olehnya, kesempurnaan dan kemuliaan agama Islam hanya bisa diraih jika mengikuti tuntunan agama yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca:  Inilah 5 Keutamaan Manisnya Ukhuwah Islamiyah

Sebab agama Islam bukanlah ajaran yang datang dari negeri antah berantah yang hanya indah dicerita tapi tak bisa diikuti oleh manusia setelah Nabinya tiada.

Ia juga bukan ajaran yang melulu bicara tentang akhirat dan melupakan kehidupan dunia, dan tidak pula sebaliknya.

Hal itu tergambar dari penjelasan ayat di bawah ini, bahwa untuk menggapai kemuliaan peradaban Islam, maka setidaknya ada dua perkara yang harus menjadi perhatian utama umat Islam.

Allah berfirman:

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS. Asy-Syura [42]: 13)

Pertama, tegakkanlah agama

Pengarang Tafsir Fathu al-Qadir, Imam asy-Syaukani merangkum beberapa pendapat terkait perintah menegakkan agama tersebut.

Di antaranya, Muqatil berkata, perintah menegakkan agama berarti meneguhkan urusan tauhid.

Mujahid menjelaskan, tidaklah Allah mengutus Nabi dan Rasul kecuali mengajarkan shalat, zakat, dan istiqamah menetapi perintah-perintah Allah lainnya.

Sedang Qatadah berpendapat, agama ini bisa tegak jika kaum muslimin sudah sanggup menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram.

Senada, Mufassir Abdurrahman Nashir as-Sa’di menerangkan, menegakkan agama adalah mengerjakan seluruh syariat agama, baik yang bersifat ushul (pokok) maupun furu’ (cabang).

Baca:  Pasca Aksi 212, Gairah Persatuan Umat Islam Dirasakan Semakin Tinggi

Semuanya diamalkan terlebih dahulu (fardhu ain) lalu didakwahkan kepada orang lain.

Dalam hal ini tentunya membutuhkan ta’awun (kerjasama) dalam rangka saling menasihati dan mengingatkan untuk perkara kebaikan dan ketakwaan.

Kedua, janganlah berpecah belah

Masih menurut as-Sa’di, wihdatul ummah (persatuan umat) menempati ranking teratas dalam upaya mencapai kejayaan kembali umat Islam.

Hendaknya umat Islam tidak terpecah hanya karena urusan furu’ semata.

Meski demikian, setiap Muslim harus menyadari dalam urusan prinsip agama, akidah misalnya, adalah sesuatu yang tidak boleh diusik atau ditolerir hanya karena khawatir dikatakan berbeda atau radikal dalam urusan keyakinan.

Lebih jauh as-Sa’di mengingatkan, jika bibit perpecahan itu terus dipelihara maka sejatinya yang menangguk keuntungan adalah musuh-musuh agama, bukan yang lain apalagi yang sedang bertikai. Umat Islam sendiri hanya beroleh kerugian dan kehilangan kekuatan.

Baca: “Pesan Ukhuwah” Guru Sidogiri Menjadi Viral di Media Sosial

Sebab perpecahan itu menimbulkan kerenggangan ukhuwah dan  keberkahan jamaah.

Untuk itu hendaknya realitas di lapangan bisa menjadi cermin buat seluruh umat Islam.

Ibarat bola liar, kini upaya penistaan agama dan bentuk pelecehan syariat kian menggelinding dan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Mirisnya, umat Islam seolah tak pernah berdaya menghadapi itu semua.

Justru yang terjadi, pelecehan itu terlihat kian marak dan berani dilakukan di hadapan mata umat Islam.*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cabangfuru'menegakkan agamaperkara pokokperpecahanpersatuanpersatuan umatUkhuwahushulwihdatul ummah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pilot MIG23 Rezim Bashar: ‘Pesawat Saya Ditembak’
Tulisan selanjutnya Didiklah Anak Kita Sesuai Zamannya!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?