Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mendulang Hikam dari Muawiyah bin Hakam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Desember 2019 14:09 2:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2019 14:09
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Oleh : Fariq Gasim Anuz

Muawiyah bin Al Hakam Assulami radhiallahu anhu berkata:

Saya shalat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu ada seseorang yang bersin, maka saya mengatakan ‘Yarhamukallah’. Orang-orang melemparkan pandangan mata mereka melihatku. Saya berkata, ‘Celaka! Mengapa kalian memandangku seperti ini?’

Merekapun memukulkan tangan mereka ke paha mereka. Ketika aku paham bahwa mereka ingin saya diam, (sebenarnya saya kesal kepada mereka) tapi saya pun diam.

Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selesai shalat, beliau memanggil saya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Sungguh, – saya rela ayah dan ibu saya sebagai tebusan beliau- saya tidak pernah melihat guru yang lebih baik dari beliau dalam mengajar, sebelum maupun sesudahnya. Beliau tidak menghardikku, tidak memukulku, dan tidak memakiku. Beliau bersabda, “Dalam shalat ini tidak boleh ada perkataan manusia. Dalam shalat hanyalah takbir, tasbih, dan membaca Al Qur’an.”
(HR. Muslim)

Muawiyah bin Al Hakam berasal dari suku Bani Sulaim yang banyak tinggal di daerah antara Makkah dan Madinah. Beliau saat itu baru masuk Islam.

Ada beberapa faidah yang dipetik dari hadits di atas :

? Bolehnya seorang yang bersin mengucapkan ‘Alhamdulillah’ ketika shalat. Dalam hadits di atas tidak disebutkan apakah orang yang bersin itu mengucapkan Alhamdulillah atau tidak.

Ada hadits lain yang lebih jelas bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan apresiasi bagi sahabat yang memuji Allah ketika bersin dalam shalatnya.

Rifa’ah bin Rafi’ Az Zuraqi radhiallahu anhu berkata,

“Saya shalat di belakang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, saya bersin, maka saya mengucapkan :

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى

(Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, baik dan sungguh diberkahi, sebagaimana dicintai dan diridhai-Nya).

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selesai shalat, beliau keluar dan bertanya, ‘Siapa yang berbicara tadi dalam shalat?’ Tidak ada seorang pun yang menjawab. Untuk kali kedua, beliau bertanya, ‘Siapa yang berbicara tadi dalam shalat?’ Tidak ada seorang pun yang menjawab. Beliau bertanya lagi untuk ketiga kalinya, ‘Siapa yang berbicara tadi dalam shalat?’ Kali ini saya menjawab, ‘Saya wahai Rasulullah.’ Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya, ‘Apa yang tadi kau ucapkan?’

Saya menjawab :

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى

Lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, ‘Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, lebih dari tigapuluh malaikat berebut untuk membawanya (kalimat tadi) ke atas(langit).’ ”
(HR. Tirmidzi dan dimuat dalam kitab Shahih Tirlidzi)

? Perbincangan manusia ketika shalat membatalkan shalat. Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Ucapan ‘Yarhamukallah’
(yang artinya semoga Allah merahmatimu) merupakan doa, tapi doa itu ditujukan kepada seseorang maka itu termasuk kepada perbincangan yang membatalkan shalat.”
(Syarah Bulughul Maram)

Muawiyah bin Hakam berbicara lagi setelah itu mengapa jamaah shalat melihatnya.

? Orang yang bicara dalam shalatnya karena dia tidak tahu maka shalatnya sah. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak memerintahkan Muawiyah bin Al Hakam untuk mengulangi shalatnya. (Ibnu Utsaimin rahimahullah, Syarah Bulughul Maram)

?Menoleh tanpa keperluan saat shalat hukum asalnya makruh sebagaimana disebutkan oleh Syeikh Abdul Azim Al Badawi dan lainnya.

Dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang menoleh dalam shalat. Lalu beliau bersabda:

هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ الْعَبْدِ.

“Ia merupakan sebuah curian yang dilakukan setan terhadap shalat seorang hamba.”
(HR. Bukhari)

Adapun menoleh dan memberi isyarat untuk keperluan saat shalat maka itu dibolehkan.

Dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menderita sakit. Lalu kami shalat di belakang beliau yang shalat dalam keadaan duduk. Kemudian beliau menoleh dan melihat kami berdiri. Kemudian beliau mengisyaratkan kepada kami (untuk duduk), lalu kami pun duduk.”
(HR. Muslim dan lainnya)

Prof. Dr. Khalid Assabt berkata, “Untuk menegur orang yang berbuat kesalahan dalam shalat bisa dengan mengucapkan ‘Subhanallah’ tanpa dengan menoleh. Ini yang disyariatkan bagi laki-laki, tapi mungkin kejadian ini sebelum Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memberitahukan mereka agar menyebut ‘Subhanallah’.” (Syarah Riyadhush Shalihin)

? “Dalam shalat hanyalah takbir, tasbih, dan membaca Al Quran”, tidak membatasi dengan tiga hal itu saja. Tapi termasuk di dalamnya tahlil, tahmid, dan dzikir lainnya.

? Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah guru teladan. Beliau seorang yang bijak dalam mengajar dan mendidik.

Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menempatkan tiap orang pada tempatnya. Beliau bersikap lemah lembut kepada orang yang tidak tahu hukum. Begitulah dakwah, mengajak manusia kepada agama Allah haruslah dengan penuh kelembutan.”
(Disarikan dari Syarah Bulughul Maram)

Prof. Dr. Khalid Assabt hafidzahullah berkata,

فمن أراد أن يتصف بالكمال أو يقارب الكمال، أو يخطو نحو الكمال في التعليم فليجتهد في الاقتداء بالنبي ﷺ في طريقة تعليمه للناس، والمعلمون بحاجة إلى هذا كثيراً، سواء كانوا من الخطباء، أو كانوا ممن يعلمون في المدارس، أو الجامعات، أو في المساجد أو غير ذلك.

“Maka barangsiapa ingin memiliki sifat kesempurnaan atau mendekati sempurna atau melangkah menuju kesempurnaan dalam pengajaran maka hendaklah ia meneladani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam cara mendidik manusia.”

Para guru sangat membutuhkan meneladani Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam baik ia sebagai khatib di masjid, guru di sekolah, dosen di kampus, dan profesi lainnya…. (termasuk orangtua di rumah, pen)
(Syarah Riyadhush Shalihin)

Hanya Allah saja Pemilik Kesempurnaan. Kita sebagai makhluk yang penuh kekurangan dan kelemahan seringkali jatuh bangun dalam melangkah. Kita terus memperbaiki dan menyempurnakan diri semaksimal yang kita mampu dalam pengajaran dan dalam segala bidang. Umat Islam dengan masing-masing kelebihan yang Allah berikan kepada mereka harus saling bersinergi dan menguatkan.

Hanya Allah pemberi taufik dan hidayah, fastabiqul khairat….*

1 Rabiul Akhir 1441 H /
28 November 2019 M

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersinHikamMuawiyah bin Al Hakam AssulamiNabi MuhammadrasulullahSahabat Nabishalat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Airbus Pecat 16 Karyawan Tersangka Mata-Mata
Tulisan selanjutnya KUKM Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?