Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Sabar atas Ujian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Februari 2021 11:37 11:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2021 13:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Ibnul Qayyim pernah berkata, sebagaimana tertulis dalam Zaadul Ma’ad (4/179), “Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, maka Allah kirimkan obat ujian dan cobaan sesuai keadaannya, sehingga saat dirinya telah dibersihkan dan diperbaiki dengan ujian itu, maka Allah menyiapkan untuknya posisi tinggi di dunia, yaitu mengabdi kepada-Nya, serta memberinya  pahala tertinggi di akhirat,  yaitu melihat wajah-Nya dan dekat dengan-Nya.”

Perkataan ini senada dengan ungkapan Rasulullah ﷺ kepada para sahabatnya;

الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” [HR. Tirmidzi].

Baca: Kesabaran Urwah bin Zubair Menerima Takdir Allah

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Jadi, jika ujian menimpa kita, maka berbaiksangkalah kepada Allah Ta’ala. Boleh jadi Allah Ta’ala menginginkan kita dekat dengan-Nya.  Bukankah ujian kerap kali menyebabkan seorang hamba tersungkur di hadapan Rabb-nya, mengadukan seluruh persoalan hidupnya dengan berurai air mata, meminta ampunan dan pertolongan kepada-Nya?

Wajarlah bila para Nabi dan Rasul adalah manusia paling dekat dengan Rabb-nya. Sebab, merekalah manusia yang diberi ujian paling berat oleh Allah Ta’ala.

Demikian pula para sahabat, orang-orang shaleh, dan para dai yang hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk dakwah. Mereka sudah pasti akan menerima benturan yang akan menghempaskan tubuh mereka, namun tidak jiwa mereka.

Adalah fitrah bagi manusia untuk meminta pertolongan kepada Dzat Yang Maha Kuasa manakala sedang ditimpa cobaan. Fir’aun saja, yang amat tak menyukai Nabi Musa Alaihissalam (AS) dan ingkar kepada Rabb-nya, ketika ditimpa bencana kemarau panjang yang menyebabkan masyarakat Mesir kehilangan harta dan buah-buahan, akhirnya meminta juga pertolongan kepada Allah Ta’ala melalui Nabi Musa AS.

Namun, ketika Allah Ta’ala mengabulkan permintaan Fir’aun melalui Nabi Musa, sikap sombong dan angkuh kembali ditunjukkan oleh Fir’aun. Kisah ini diungkapkan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an Surat al-A’raf [7] ayat 130 dan 131:

وَلَقَدْ أَخَذْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

فَإِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلْحَسَنَةُ قَالُوا۟ لَنَا هَٰذِهِۦ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا۟ بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ ۗ أَلَآ إِنَّمَا طَٰٓئِرُهُمْ عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran. Kemudian apabila kemakmuran datang kepada mereka (Fir’aun), mereka berkata, ‘Ini adalah karena (usaha) kami’.” (QS: Al-A’raf [7] : 130-131).

Baca: Kesabaran Imam at Thobari

Begitu pun ketika Allah Ta’ala kembali menurunkan bencana berupa hujan lebat dan angin topan, Fir’aun kembali mengemis-ngemis kepada Nabi Musa AS untuk meminta pertolongan.

Ini terjadi berulang-ulang hingga Allah Ta’ala membuat keputusan terakhir, menenggelamkan Fir’aun dan pengikutnya di Laut Merah.

Di saat-saat terakhir menjelang air laut menimpanya, Fir’aun masih sempat berteriak:

ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (Muslim).” (QS: Yunus [10]: 90).

Namun Fir’aun terlambat! Ia tobat ketika nyawa sudah berada di ujung tenggorokan. Dalam keadaan seperti itu, tak berguna lagi iman seseorang yang belum pernah beriman sebelumnya, atau belum pernah berbuat kebajikan dengan imannya itu sebelumnya. Yang tersisa hanyalah penyesalan.

Betapa banyak manusia seperti Fir’aun ini. Mereka membutuhkan Allah Ta’ala hanya ketika sedang dalam keadaan sempit dan terpojok. Namun ketika Allah Ta’ala melapangkan keadaan mereka, sikap angkuh dan sombong kembali muncul.

Fenomena ini diungkapkan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Yunus [10] ayat 12;

وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.” (QS: Surat Yunus [10]: 12).

Baca: Meneladani Kesuksesan Ibrahim dalam Ujian Iman

Sebagai orang yang beriman, kita harus paham bahwa takdir Allah Ta’ala ada dua macam. Ada yang menyenangkan, ada pula yang terasa pahit. Jika dianugerahi takdir yang menyenangkan, hendaknya kita  bersyukur sembari tetap bersabar dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Adapun jika diberi takdir yang pahit, seperti musibah pada badannya, kehilangan harta, atau kehilangan kerabat, maka kita harus bersabar dan berbaik sangka kepada Allah Ta’ala. Kita harus bisa menahan diri agar tidak memperlihatkan kegelisahan pada lisannya, hatinya, atau anggota badannya.

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999).

Teladan yang indah dalam kesabaran atas ujian adalah Nabi Ayyub AS. Beliau pada mulanya hidup sehat, memeiliki banyak harta dan keturunan. Namun Allah Ta’ala menurunkan ujian untuk mengangkat derajatnya. Ujian yang tak mungkin sanggup ditanggung oleh orang-orang biasa. Allah Ta’ala berfirman, “… Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).” (Shad [38]: 44).

Selama 18 tahun, Nabi Ayyub AS diuji dengan sakit yang sangat melelahkan, berpisah dengan anak, lenyap harta benda, hilangnya kesehatan, disakiti musuh, dan berbagai ujian lainnya. Namun, lisan dan hati Ayyub tetap menyebut Rabb-nya. Sabar itu baru akan terasa mudah mana kala hati sudah dipenuhi oleh iman yang amat kokoh. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akheratcobaanduniahambaibnul qayyimkebaikansabarujian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Umum PP Muhammadiyah: Buzzer adalah Musuh Besar Pers
Tulisan selanjutnya Di Persidangan PM Israel Bantah Dakwaan Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?