Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bahaya Fanatik Buta Menurut Syeikh Yusuf al-Qaradhawi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2021 11:27 11:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Agustus 2021 10:53
Bagikan
Syeikh Dr. Yusuf Qaradhawi
Bagikan

Hidayatullah.com | SYEIKH Dr. Yusuf al-Qaradhawi dalam dalam Kitab As-Sahwah al-Islamiyyah Bayna al-Ikhtilaf al-Masyru ‘wa at-Tafarruq al-Mazmu mencatat tiga tanda fanatisme atau fanatik buta kepada kelompok atau jamaah.

Pertama: Satu orang hanya menyebutkan kelebihan dan kekurangan kelompoknya, sedangkan untuk kelompok lain hanya disebutkan kekurangan dan kekurangannya.

Kedua: Sekaligus memuliakan tokoh-tokoh kelompoknya, sekalipun ada salah dan khilaf pada sosok yang berusaha mengingkari, dan memandang rendah tokoh lain meski ada ketinggian ilmu dan amal.

Ketiga: Bergembira dan menyebarkan kesalahan orang lain. Pada saat yang sama, menutup mata terhadap kesalahan tokoh-tokoh dari kelompok itu sendiri, dan mencari berbagai alasan untuk membela kesalahan.

Dari 3 sifat ta’sub di atas, seseorang terlihat melebih-lebihkan (ghulluw, tasyaddud) membela organisasi kelompok atau Jemaah sendiri seolah-olah itu adalah masalah ta’abbudi. Sehingga kemaslahatan dakwah Islam dan umatnya dikorbankan agar organisasi kelompok lebih terjaga.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Untuk itu, Syeikh Al-Qaradhawi mengingatkan dua hal kepada para penceramah dan pendukung gerakan Islam. Hahwa; (a) suatu kelompok atau jamaah hanyalah wasilah (atau alat) dan bukan berhala yang perlu disembah dan dimuliakan seolah-olah tidak ada dosa. (b), cara menghindari sifat ta’asub (fanatisme ekstrem/fanatik buta) dalam hal perbedaan pendapat dan ijtihad, hendaknya dilakukan;

Pertama, lihatlah isi ceramah/nasehat/teguran/percakapan, bukan fokus kepada siapa yang mengatakan, hatta, sekalipun terharap musuh. Kedua, pengkhotbah/pendakwah/aktivis gerakan dakwah, harus berani mengkritik diri sendiri, mengakui kesalahan, menerima kritik orang lain, mencari nasihat dan evaluasi serta memanfaatkan setiap orang.

Ketiga, pendakwah sejati wajib membela sesuatu yang haq/benar. Entah itu dari dari kawan maupun lawan.

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ…

“Dan tetaplah memberi peringatan (nasehat), karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS: Adz-Dzaariyaat 51:55).*/ dalam as-Sahwah al-Islamiyyah Bayna al-Ikhtilaf al-Masyru ‘wa at-Tafarruq al-Mazmum.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahayafanatikSyeikh Yusuf al Qaradhawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya dana madrasah Kemenag: Dana Madrasah Sebesar Rp 1.4 Triliun Sudah Cair
Tulisan selanjutnya Gernas MUI Komitmen Bantu Pemerintah Siapkan Tenaga Pemulasaran Jenazah Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
  • Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
  • PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
  • Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?