Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Dengki Adalah Penyebab Perpecahan

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Januari 2022 16:19 4:19 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Januari 2022 17:00
Bagikan
dengki adalah
Bagikan

Hidayatullah.com | APA penyebab perpecahan? Jawabnya, penyebab terbesarnya adalah dengki. Ketika rasa dengki mulai bersemayam di hati, maka kebenaran perlahan-lahan akan tertutupi. Saat seperti itulah manusia mulai tak mampu memandang sesuatu secara jernih.

Ini juga yang terjadi pada manusia pada zaman dahulu. Ketika itu, manusia masih mencampuradukkan antara perkara yang haq dengan yang bathil. Lalu, muncullah para penyeru kebenaran. Mereka menunjukkan bahwa yang haq itu harus ditegakkan dan yang bathil itu harus dijauhi.

Namun, kebanyakan manusia justru menentang hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat Asy-Syura [42] ayat 14, “Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah-belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi), karena kedengkian antara sesama mereka …”

Ini pula yang terjadi dengan masyarakat Makkah setelah turun perintah dari Allah Ta’ala kepada Rasulullah ﷺ untuk berdakwah secara terang terangan. Ibnu Abbas, dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ suatu ketika mengumpulkan kaum kerabatanya dan berkata, “Apakah kalian mempercayaiku bila aku khabarkan kepada kalian bahwa seekor unta akan keluar dari (balik) kaki gunung ini?”

Kaum kerabat dan masyarakat Arab yang berkumpul ketika itu menjawab, “Ya, kami percaya. Kami tidak pernah mendapatkan kebohongan darimu sebelumnya.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Lalu Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan (utusan) sebelum datangnya azab (kiamat).”

Mendengar hal tersebut, sontak Abu Lahab, paman Rasulullah ﷺ sendiri, berkata, “Celakalah kamu. Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami di sini?”

Demikianlah, Rasulullah ﷺ yang sebelumnya dikenal oleh penduduk Makkah sebagai orang yang bisa dipercaya (al-amin) karena tak pernah berdusta, tak pernah curang, dan selalu menepati janji, tiba-tiba didustakan. Padahal, Rasulullah ﷺ datang hanya untuk mengingatkan kebiasaan bangsa Arab yang ketika itu amat melampaui batas.

Penentangan seperti ini sesungguhnya adalah biang perpecahan, meskipun para penyeru kebathilan karena dengki, kerap memutarbalikkan fakta bahwa sumber perpecahan adalah para penyeru kebenaran, bukan mereka. Padahal, jauh sebelum itu, kebenaran juga telah diserukan oleh para Nabi dan Rasul lalu ditentang kembali oleh mereka.

Allah Ta’ala berfirman dalam sambungan ayat di atas, “… Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al-Qur’an) itu.”

Namun, apa pun tantangannya, dakwah tetap harus ditegakkan. Bila mereka tetap ingkar, maka berlepasdirilah terhadap keingkaran mereka. Hal ini difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam lanjutan ayat berikutnya, yakni Asy-Syura [42] ayat 15, “Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu…” Wallahu a’lam.*/ Mahladi Murni

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dengkihasadperpecahan umat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ar-rohmah film Kisahkan Gadis Palestina, Karya Santri SMA Ar-Rohmah Putri Juara Terfavorit Kontes Film Pendek Internasional
Tulisan selanjutnya Moderasi Beragama Fakta Penistaan Agama dan Ironi Moderasi Beragama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?