Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bersabar Menghadapi Fitnah Medsos Akhir Zaman

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Februari 2022 14:54 2:54 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Februari 2022 15:30
Bagikan
fitnah akhir zaman
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com | BUDAYA memalukan yang sedang muncul di zaman akhir ini, saling fitnah. Di atas kebencian dan ketidakpuasan sesama manusia ini, mereka menulis satu sama lain dalam pesan terbuka melalui media sosial (medsos). Ditambah lagi, para follower-nya kemudian ikut menyebarkannya, akhirnya jadilah dosa jamaah.

Daftar isi
  • Pertama; Menghadapinya. Suka atau tidak, zaman ini sedang terjadi, dan kita tidaklah bisa mundur. Nabi menginstruksikan:
  • Kedua: maraknya fitnah
  • Ketiga;  Era media sosial
  • Keempat;  Akhir zaman penuh fitnah
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Ada empat hal seorang Muslim menghadapi situasi akhir zaman yang penuh fitnah seperti ini.

Pertama; Menghadapinya. Suka atau tidak, zaman ini sedang terjadi, dan kita tidaklah bisa mundur. Nabi menginstruksikan:

الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ ، وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ ، أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ ، وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

“Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka.” (HR: At Tirmidzi).

Kedua: maraknya fitnah

Fitnah dan pencemaran nama baik bertujuan untuk menurunkan kepercayaan seseorang atau kelompok dan pembunuhan karakter agar orang atau kelompok tersebut jatuh dan sebagainya. Dalam bahasa Melayu lebih menitikberatkan pada makna kebohongan yang dilakukan dalam bentuk kata-kata, tulisan terhadap orang lain dengan berbagai arti dan tujuan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pencemaran nama baik merupakan suatu tindakan menyerang kehormatan seseorang atau mencemarkan nama baik melalui lisan atau tulisan. Pencemaran nama baik ini digolongkan menjadi beberapa bagian yaitu, pencemaran terhadap perorangan, kelompok, agama, orang yang telah meninggal, dan para pejabat.

Dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, pencemaran nama baik (penghinaan) diatur dan dirumuskan dalam Pasal 310 KUHP, yang terdiri dari 3 (tiga) ayat.Menista dengan lisan (smaad) – Pasal 310 ayat (1);  Menista dengan surat (smaadschrift) – Pasal 310 ayat (2).

Di masa Nabi, Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha pernah dituduh melakukan skandal dengan Safwan bin Muattal, sahabat Nabi ﷺ yang membawa Ummul Mukminin kembali dari tempat dia ditinggalkan oleh Nabi. Sepulang dari ekspedisi Musthaliq  beliau dituduh berselingkuh dengan Safwan.

Kabar ini diproduksi pemimpin kaum munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul dan kemudian disebarkan oleh beberapa orang, di antaranya Misthah bin Atsatsah, Hassan bin Tsabit, dan Hamnah binti Jahys.

Tuduhan atau fitnah palsu itu segera beredar di kalangan umat Islam. Yang kuat iman tidak percaya fitnah. Mereka yang tipis imannya ragu dengan berita bohong itu.

Maka Allah menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk membebaskan Aisyah dari tuduhan jahat. Penegasan Allah itu terangkum dalam surah An-Nuur [24]: 11-26.

Di saat Rasulullah Muhammad ﷺ memobilisasi umat Islam di Madinah untuk bersiap menghadapi serangan kaum kafir Quraisy dalam Perang Tabuk, Abdullah bin Ubay al Salul,  bergerilya menghasut kaum Muslimin agar mengabaikan ajakan Nabi ﷺ. “Menurut rencana, pasukan Islam akan mencegat pasukan Quraisy di Uhud. Mengapa kita harus sibuk ikut ke sana?” katanya.

“Buat apa berjuang dengan perang? Kita lebih baik diam di masjid. Melaksanakan salat, do’a dan ibadah lain. Itu juga perintah dari Nabi, bukan?, katanya. Akibat provokaksinya,  sebagian kaum Muslimin terpengaruh dan membatalkan kesediaan ke medan jihad.

Pendek kata, orang-orang munafik dan orang-orang yang berwatak munafik adalah orang-orang yang paling merusak sistem masyarakat. Pekerjaanya menyebarkan berbagai fitnah di masyarakat dari dulu dan sekarang akan tetap ada dan selalu ada.

Ketiga;  Era media sosial

Di era teknologi informasi yang semakin maju ini, media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, Telegram, TikTok, Twitter menjadi salah satu aplikasi yang banyak digunakan. Ini seperti pisau bermata dua.

Jiaka dia ada di tangan pencuri, hal itu bisa digunakan untuk membuat kejahatan. Namun jika dia berada di tangan ibu rumah tangga, ia bisa digunakan untuk memotong ikan atau mengupas bawang. Medsos tidak salah.

Yang benar atau salah, adalah orang yang menggunakannya. Dalam hukum halal dan haram berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan oleh seorang mukallaf.

Mukalaf adalah muslim yang dikenai kewajiban atau perintah dan menjauhi larangan agama (pribadi muslim yang sudah dapat dikenai hukum).  Seseorang berstatus mukalaf bila ia telah dewasa dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal.  Untuk dianggap sebagai mukallaf, syaratnya ada dua;  berakal (bukan gila) dan sudah baligh, bukan anak kecil yang belum baligh.

Artikel, tulisan, komentar bagus beredar bisa berdampak pahala bagi penulisnya. Di sisi lain, fitnah yang mengarang, membesar-besarkan, memanipulasi pernyataan dan sebagainya, kemudian menyebarkannya, secara langsung atau tidak mendapatkan dosa.

Keempat;  Akhir zaman penuh fitnah

Kita memang berada di akhir zaman. 1.500 tahun lagi dari zaman Nabi. Semua tanda-tanda kecil dari akhir zaman sedang terjadi.

Hadis-hadis akhir zaman yang memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman harus diperhatikan. Yang baik dianggap jahat dan yang jahat dianggap baik dan seterusnya.

Penggambaran fitnah laksana potongan malam yang amat pekat itu menunjukkan betapa berat dan berbahayanya fitnah itu. Ini merupakan peringatan penting bagi setiap Muslim, bahwa banyaknya fitnah yang menyebabkan seseorang murtad merupakan tanda dekatnya akhir zaman.

Tentang fitnah yang bisa membuat kaum Muslimin terperosok pada kekufuran setelah keimanannya diperkuat dalam riwayat yang menjelaskan tentang kemunculan fitnah duhaima’. Riwayat tentang fitnah duhaima’ bercerita tentang masa-masa yang akan dihadapi oleh kaum Muslimin menjelang keluarnya Dajjal untuk menebar fitnah dan huru-hara.

Jadi, dalam menghadapi fitnah medsos di akhir zaman, saya memperingatkan para pemfitnah: Ingatlah! tulisan, gambar, grafik, komentar, apa yang Anda teruskan (share), semuanya dapat dengan mudah dihapus,  atau dimanipulasi secara sewenang-wenang,  sesuka hati. Jika Anda seorang Muslim, takutlah akan azab Allah di akhirat, azab di kubur atau azab di dunia.

Jika Anda ingin menunaikan tanggung jawab menyuruh yang baik dan melarang yang buruk, itu ada adabnya. Pelajari adab agar teguran yang dibuat mendapat balasan dan bukan fitnah dan bahkan menjadi dosa.

Kepada orang yang menjadi korban fitnah, jangan biarkan diri Anda terkena hal buruk sampai orang lain dengan mudah memfitnah Anda. “Fitnah itu tertidur, maka jangan dibangunkan’. Jika Anda benar,  yakinlah dengan hadits Nabi ﷺ  yang menyebutkan bahwa doa orang yang terzalimi lebih mudah dikabulkan Allah, dan Anda perlu bersabar karena Anda sedang mengumpulkan pahala dari si penfitnah.  Nabi ﷺ  adalah manusia yang paling baik dan sempurna, namun Nabi ﷺ  tidak luput dari fitnah orang-orang munafik. Karena itu, bersabarlah.*/M Nasri Nik Malek (Harakah Daily)

Baca artikel lain tentang Fitnah Akhir Zaman di sini

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanfitnah akhir zamanmedia sosial
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya sarden halal Malaysia Rancang Produsen Sarden Halal di Asia
Tulisan selanjutnya HNW Kiai generasi muda muslim Ingatkan Indonesia Warisan Ulama, HNW Minta Generasi Muda Muslim Untuk Berwawasan Politik Konstruktif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?