Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Empat Kecukupan yang Harus Dihindari

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2022 09:20 9:20 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 31 Oktober 2022 08:33
Bagikan
Bagikan

Di antaranya kecukupan berupa hilangnya suatu kegemaran, selera, semangat dan keinginan untuk berbuat kebaikan sebagai sebuah musibah

Hidayatullah.com | AL-HABIB Abdullah Al-Haddad pernah memberi pesan bahwah ada empat macam ‘kecukupan’ yang harus kita hindari. Di antaranya kecukupan berupa hilangnya suatu kegemaran, selera, semangat dan keinginan untuk berbuat kebaikan sebagai sebuah musibah.

Begini pesannya:

كَفَى بِفُقْدَانِ الرَّغْبَةِ فِى الخَيْرِ مُصِيْبَةً وَكَفَى بِالذُّلِّ فِى طَلَبِ الدُّنْياَ عُقُوْبَةً

وَكَفَى بَالظُّلْمِ حَتْفاً لِصَاحِبِهِ وَكَفَى باِلذَّنْبِ عَارًا لِلْمُلِمِّ بِهِ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Cukuplah sudah hilangnya sebuah semangat dan keinginan untuk berbuat kebaikan itu menjadi suatu musibah! Cukuplah sudah sikap merendahkan diri mencari dunia sebagai hukuman”

Di dalam Syarah Al Hikam beliau berkata, “Tidak ada musibah yang lebih besar selain kemalasan dan hilangnya semangat dari hati seseorang untuk berbuat baik. Maka ketahuilah bahwa dia sedang tertimpa musibah yang paling besar yang tiada lagi musibah lebih besar dari itu.”

Persoalannya, apakah kita bisa mengerti bahwa apa yang diungkapkan beliau ini memang sebuah musibah, mengingat kelemahan kita dalam bernalar. Sering kali kita  tidak mampu membedakan batu permata dan batu sungai.

Para salafus salih beranggapan kehilangan satu kebaikan, sekalipun nampaknya remeh, adalah sebuah musibah.  Dalam Manaqib Habib Abdulkadir bin Husein Assegaf disebutkan bahwa beliau memiliki semangat besar dalam berbuat kebaikan.

Imam Hatim Al-Ashom pernah berkata : “Aku pernah ketinggalan shalat berjamaah sekali. Kemudian aku dita’ziah i oleh Abu Ishaq al-Bukhori.” Kunjungan ini merupakan pernyataan berduka- cita atas tertinggalnya Hatim dalam shalat berjamaah di masjid.

Imam Hatim Al-Ashom melanjutkan, “Aku yakin kalau anakku meninggal dunia mungkin yang ta’ziah  lebih dari sepuluh ribu orang. Tapi ketika aku ketinggalan shalat berjama’ah hanya satu orang yang berta’ziah  kepadaku. Ini dikarenakan musibah agama bagi mereka lebih ringan jika dibandingkan dengan musibah dunia.” Beginilah sikap para salaf kita terdahulu.

Generasi masa sekarang sangat jauh dari tatanan ideal generasi Hatim. Kita yang bermodalkan pengajian seminggu sekali ini sering menganggap enteng dan mudah hilangnya waktu-waktu kebaikan, memandang enteng ketinggalan shalat berjamaah di masjid, membaca Al-Quran, mempelajari ilmu-ilmu Islam.

Bahkan seringkali kita melindungi diri  dengan mengutip Hadits “Yassiruu wa laa Tu’assiruu” (Mudahkanlah jangan mempersulit). Dalilnya sudah betul, aplikasinya yang tidak tepat.

Inilah pentingnya menumbuhkan semangat kebaikan. Bahkan orang-orang dulu bukan hanya sekedar “roghbah” (semangat berbuat baik), tetapi menjadi pencetus kebaikan untuk umat. Mereka menciptakan beragam karya kebaikan untuk umat . Setidaknya, kalau kita tidak bisa menjadi seperti mereka, kita berusaha mendekati. Disebutkan dalam sebuah ungkapan bijak: 

النَّاسُ فِى الخَيْرِ عَلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ مَنْ فَعَلَهُ اِبْتِدَاءً فهو كَرِيْمٌ وَمَنْ فَعَلَهُ اِقْتِدَاءً فَهُوَ حَكِيْمٌ وَمَنْ تَرَكَهُ حِرْمَاناً فَهُوَ شَقِيٌّ وَمَنْ تَرَكَهُ اِسْتِحْسَاناً فَهُوَ غَبِيٌّ

“Manusia dalam kaitannya dengan kebaikan ada empat macam” :

Pertama, orang yang berbuat baik pertama kali

Orang semacam ini disebut orang yang mulia. Orang yang memulai, pencetus sebuah kebaikan. Kalau untuk menjadi yang pertama bagi kita terasa berat, mengapa tidak menjadi yang nomor dua?

Kedua, orang yang melakukan kebaikan atas dasar iqtidaa`an (meniru).

Meneladani pendahulunya, mencontoh kebaikan yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Kategorinya sebagai orang yang bijaksana.

Ketiga, orang yang meninggalkan kebaikan karena memang dia tercegah dari kebaikan itu.

Ini adalah kategori orang yang celaka. Bagi orang seperti ini melakukan suatu kebaikan akan terasa sangat sulit.

Keempat, orang yang meninggalkan kebaikan karena justru menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang baik (istihsaan). Orang semacam ini termasuk manusia terkebelakang yang seolah tidak bisa lagi membedakan mana siang dan malam, keburukan dan kebaikan.

Berbuat baik itu tidak mudah. Soalnya, elemen yang mendasarinya harus iman. Kita berangkat dari rumah misalnya, menghadiri majlis dengan membawa iman.

Oleh karena itu, boleh jadi akan terasa berat meski jaraknya dekat. Berbeda mungkin kalau sedang menuju tempat hiburan meski letaknya cukup jauh.

Mari berusaha sedapat mungkin untuk menjalani hari-hari kita dengan mengisinya dengan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat. Meskipun arah menuju kebaikan adakalanya terasa berat, usaha kesana tidak pernah boleh berhenti.

Setan dan nafsu memang akan senantiasa menjadi musuh manusia. Namun, itu tidak berarti bahwa kita tidak mampu menaklukkan keduanya! Mari kita jadikan usaha melakukan yang terbaik dalam hidup ini sebagai yang terdepan. Dalam banyak peristiwa, manusia bahkan tampil lebih perkasa dari nafsu dan setan…!*/ Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cukupkecukupan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammad al-Amin Asy-Syinqithi: Pundi Sahara Afrika yang Mendunia
Tulisan selanjutnya Keluarga dan Problem Pendidikan Agama Kita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Berita
12 Juni 2026 21:40
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?