Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menakar Arti Janggal dan Ganjil

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juli 2022 16:53 4:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juli 2022 17:00
Bagikan
Bagikan

Kebiasaan atau budaya di suatu tempat bisa dijadikan patokan, asalkan tidak bertentangan dengan fitrah manusia,patokan inilah kita menjadi jelas mana yang janggal dan mana yang ganjil

Hidayatullah.com | JANGGAL, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti tidak sedap dipandang mata, atau tidak sedap didengar telinga. Sedangkan ganjil, masih menurut KBBI, berarti lain dari pada yang lain.

Seharusnya, ganjil belum tentu janggal. Sebab, bila mengacu pada definisi di atas, yang ganjil tak berarti janggal.

Ada hal-hal yang lain dari pada yang lain, namun bukan berarti dia tidak sedap dipandang mata. Bingung? Mari saya tunjukkan satu contoh.

Ada seseorang yang terbiasa mengenakan kain sarung dan kopiah hitam saat shalat di masjid. Pada suatu hari, orang tersebut shalat di masjid kantoran yang semua jamaahnya mengenakan celana panjang dan tidak berpeci hitam. Praktis, ia menjadi lain dari pada yang lain. Ia terlihat ganjil.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Namun, apakah pakaian yang dikenakan orang tersebut janggal? Apakah kain sarung dan kopiah yang dipakainya tak sedap dipandang mata? Tentu tidak!  Ia hanya “salah” tempat sehingga terlihat lain dari pada yang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak yang ganjil namun tidak janggal. Dulu, seorang tentara wanita akan terlihat ganjil jika mengenakan jilbab. Bahkan, ia tak sekadar dianggap ganjil, juga dinilai janggal. “Tentara kok pake jilbab. Memangnya anak pesantren?” Begitu kira-kira sindiran orang.

Padahal, wanita Muslim berjilbab bukanlah sesuatu yang janggal. Di mana pun ia berada, dan apa pun profesinya, sewajarnya dia berjilbab.

Sebab, menutup aurat itu kewajiban seorang wanita Muslim. Alhamdulillah, pemandangan yang dulunya ganjil lama-kelamaan tidak lagi. Kita saksikan saat ini banyak tentara wanita yang mengenakan jilbab.

Begitu juga kegiatan membaca Al-Qur’an, sejatinya tidak ganjil dan tidak juga janggal. Tapi, ketika ada sekelompok anak muda yang mensyiarkan gerakan membaca Al-Qur’an di pinggir jalan Yogyakarta, masyarakat langsung menganggapnya ganjil, bahkan janggal. Mereka memprotesnya, bahkan melarangnya.

Padahal, menyaksikan anak-anak muda menghabiskan waktu dengan membaca Qur’an di mana pun ia berada, bukanlah pemandangan yang tak sedap dipandang mata, meskipun lain dari pada yang lain. Justru itu keindahan. Sama sekali tidak janggal. 

Ini berbeda bila ada anak-anak muda Muslim memanfaatkan jalanan untuk mempertontonkan pergaulan bebas, lalu menjadi ajang kontes para homoseksual menampilkan aksi menjijikkannya, sama sekali tidak sedap dipandang mata meskipun banyak orang mengatakan itu tidak ganjil.

Ah, dunia memang sudah terbalik-balik! Ini mungkin karena definisi ganjil dan janggal juga tak terlalu jelas dalam KBBI. Akibatnya jadi tercampur aduk.

Mari buka kembali KBBI dan simak lebih seksama. Ternyata ganjil berarti juga tidak sebagaimana biasa, sedang janggal berarti tidak biasanya. Mirip kan?

Karena itu kita perlu patokan yang jelas untuk menetapkan apakah sesuatu itu dinilai janggal atau tidak. Patokan tersebut tak lain adalah fitrah manusia. Apa yang sesuai dengan fitrah manusia, sudah pasti tidak janggal. Sebaliknya, sesuatu yang bertentangan dengan fitrah manusia, sudah jelas janggal.

Apa fitrah manusia? Dialah Islam! Islam mengatur manusia sesuai fitrahnya. Ini sudah dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an Surat ar-Ruum [30] ayat 30;

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam), (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS: ar-Ruum: 30).

Selain itu, kebiasaan atau budaya di suatu tempat bisa dijadikan patokan, asalkan tidak bertentangan dengan fitrah manusia.  Nah dari patokan inilah kita menjadi jelas mana yang janggal dan mana yang ganjil. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:budaya ganjilbudaya janggal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendiri WhatsApp Berdonasi 2 Juta AS Dolar ke Organisasi Yahudi AIPAC
Tulisan selanjutnya Ibu Negara Turki Mendesak Diakhirinya Perang di Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

KUII VIII Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah dan Penguatan Peran Umat Islam

Berita
25 Juli 2026 10:26
Indonesia dan Australia Resmikan Kemitraan KITA SEHAT untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional
Hanifuddin Chaniago: Program Kerja Harus Menjadi Gerakan Nyata Pemuda Hidayatullah
Sheikh Hasina Akan Kembali, Sekutunya Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon

Terbaru

  • MES Sebut Pertumbuhan Ekonomi Belum Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat
  • Menag: Hasil KUII VIII Akan Jadi Program Kerja Kementerian Agama
  • Trump Abaikan Keberatan Netanyahu soal Rencana Penjualan F-35 ke Turki
  • KUII VIII Hasilkan 12 Rekomendasi Strategis untuk Umat, Bangsa, dan Negara
  • Hamid Fahmy Zarkasyi: Krisis Peradaban Berawal dari Hilangnya Adab dalam Pendidikan
  • Prof Masykuri Abdillah: Rekomendasi KUII VIII Harus Dikawal hingga Menjadi Kebijakan Publik
  • Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab
  • Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
  • Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban
  • Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?