Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Rukun Puasa Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Maret 2022 10:21 10:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Maret 2022 10:30
Bagikan
rukun puasa ramadhan
Bagikan

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang semestinya disambut dengan gembira oleh seluruh umat muslim. Di dalamnya pahala dilipatgandakan, juga mencakup sebutkan rukun puasa Ramadhan.

Daftar isi
  • Apa Itu Puasa Ramadhan dan Apa Saja Rukun Puasa Ramadhan
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Apa Itu Puasa Ramadhan dan Apa Saja Rukun Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan termasuk ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam. Sebab, puasa termasuk dalam rukun Islam. Ketentuan wajibnya puasa Ramadhan disebutkan dalam Qur’an Surah ayat 183 yang artinya “wahai orang-orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Puasa diwajibkan pada satu bulan penuh di bulan Ramadhan dan dapat dilaksanakan secara sunnah pada waktu-waktu tertentu. Secara khusus untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sangat penting mengetahui rukun dan syarat puasa.

Rukun puasa adalah hal-hal teknis yang harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan ketika berpuasa. Berikut ini rukun puasa Ramadhan.

     1. Niat

Baca Juga

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

Rukun puasa Ramadhan yang pertama adalah mengucap niat. Bacaan niat puasa adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala yang artinya “saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

Orang yang berpuasa Ramadhan wajib berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar. Puasa seseorang tidak sah jika tidak diiringi dengan niat.

     2. Menahan Diri

Setelah mengucapkan niat, rukun puasa berikutnya adalah menahan diri. Maksudnya, umat muslim diharuskan untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari.

Disebutkan juga dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187 yang artinya “dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.”

Sebutkan rukun puasa Ramadhan terdiri atas niat dan menahan diri. Selain rukun tersebut, penting juga bagi Anda untuk mengetahui syarat wajib dan syarat sah puasa.

Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Wajib Puasa

Syarat wajib berpuasa adalah hal-hal yang disyaratkan pada orang atau kondisi sehingga mewajibkan orang tersebut untuk menjalankan puasa Ramadhan. Artinya, seseorang yang telah memenuhi syarat wajib untuk melaksanakan puasa.

Jika orang tersebut tidak berpuasa, mereka wajib mengganti atau membayar fidyah sesuai ketentuan. Hal ini berarti puasa memang ibadah yang wajib dijalankan bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat. Berikut ini 7 syarat wajib puasa.

     1. Beragama Islam

Orang yang berkewajiban untuk menunaikan puasa Ramadhan yaitu beragama Islam. Menjalankan puasa wajib bagi umat Islam karena termasuk dalam rukun Islam. Selain itu, dalam Al-Qur’an juga sudah diserukan untuk berpuasa bagi orang-orang beriman.

Adapun untuk orang di luar agama Islam, para ulama telah sepakat bahwa mereka tidak wajib berpuasa.

     2. Baligh

Syarat wajib puasa Ramadhan yang kedua adalah baligh. Baligh dimaksudkan bagi mereka yang telah mampu membedakan hal-hal yang benar dan hal-hal yang salah. Artinya, bagi anak kecil tidak wajib melaksanakan puasa Ramadhan.

     3. Berakal Sehat

Orang yang memiliki akal sehat diwajibkan untuk berpuasa. Dengan kata lain, sesuai ijma’ ulama, orang gila tidak dikenakan kewajiban berpuasa karena sedang tidak berkesadaran atau tidak berakal.

     4. Sehat secara Fisik

Syarat selanjutnya adalah orang tersebut sehat secara fisik. Jika dalam keadaan sakit, Anda diperbolehkan untuk meninggalkan kewajiban berpuasa. Keringanan ini dikhususkan pada penyakit yang dapat bertambah parah jika harus berpuasa.

Namun demikian, Anda wajib menggantinya pada hari lain ketika telah sembuh. Jadi tetap dihitung sebagai hutang puasa ya!

     5. Mampu

Kewajiban berpuasa ditujukan bagi orang-orang yang mampu. Bagi orang tua yang sudah lemah boleh meninggalkan kewajiban tersebut. Begitu juga dengan ibu yang sedang mengandung, tetapi keduanya diwajibkan membayar fidyah sebagaimana firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 164 berikut.

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

     6. Tidak Sedang dalam Perjalanan

Seperti yang disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 184 sebelumnya, bahwa orang yang sedang menempuh perjalanan jauh boleh meninggalkan puasa. Namun, mereka tetap harus mengganti puasa dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

     7. Suci dari Haid dan Nifas

Wanita yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan untuk menunaikan ibadah khususnya ibadah puasa. Bahkan, hukum jika mereka berpuasa adalah haram. Sebagai konsekuensinya, mereka wajib mengganti dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

Syarat Sah Puasa

Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar puasa menjadi sah.

     1. Islam

Syarat sah puasa adalah beragama Islam. Hal ini merupakan ketentuan yang bahkan disebutkan dalam firman-Nya bahwa Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertakwa.

     2. Tamyiz

Anak kecil memang tidak diwajibkan untuk berpuasa ketika belum baligh. Namun, bagi mereka yang sudah memenuhi rukun dan syarat puasa, dianggap sah ibadah puasa tersebut.

Menurut para ulama, tamyiz adalah saat seorang anak kecil yang sudah bisa memahami perkataan orang lain dengan baik. Dikuatkan juga dari hadis ‘Abdullah bin ‘Abbas RA, yang artinya “Seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil (ke hadapan Nabi SAW) kemudian ia berkata ‘Apakah anak ini hajinya sah?’ kemudian Nabi menjawab ‘iya sah dan engkau mendapatkan pahala” (Hadis Riwayat Muslim Nomor 1336)

     3. Berakal

Orang yang sedang tidak dalam kesadaran, tidak sah jika berpuasa. Sebab, tidak ada niat di dalam dirinya. Puasa menjadi sah jika dijalankan oleh orang yang berakal.

     4. Suci dari Haid dan Nifas

Selain hukumnya haram, orang yang haid dan nifas tidak sah jika berpuasa. Untuk menjalankan puasa harus suci dari hadas besar termasuk haid dan nifas. Jika orang yang haid dan nifas tetap menjalankan puasa, puasa tersebut tidak dihitung sah, bahkan bisa dianggap berdosa karena hukumnya haram.

     5. Masuk Waktu

Puasa sah jika dikerjakan ketika sudah masuk waktunya. Dalam konteks bulan Ramadhan, waktu yang disyaratkan adalah dari terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari.

Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya “bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS Al-Baqarah: 185).

     6. Berniat

Syarat sah puasa berikutnya adalah berniat. Niat selalu disyaratkan untuk memulai setiap ibadah, sebagaimana ibadah yang lainnya. Adapun sabda Nabi SAW menyebutkan bahwa sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya.

Sementara itu, untuk ketentuan pelafalan tidak diatur secara khusus. Dengan kata lain, boleh melafalkan niat boleh juga tidak. Semua itu tergantung pada pemahaman seseorang.

Nah, itulah rukun puasa Ramadhan, syarat wajib, dan syarat sah berpuasa. Tunaikanlah ibadah puasa wajib dengan mengharap ridho-Nya. Baca artikel lain tentang persiapan Ramadhan di Hidayatullah.com.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan Ramadhanpersiapan bulan Ramadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keluarkan Edaran Ramadhan, KPI Larang TV Tampilkan Pendakwah dari Organisasi Terlarang
Tulisan selanjutnya pawang hujan BMKG: Hujan di Mandalika Berhenti Bukan Kerja Pawang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hikmah

Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba

5 Mei 2026 11:04
Jendela Keluarga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?

26 April 2026 14:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?