Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kisah Mirza dan Calon Istrinya

Thoriq
Terakhir diupdate: 7 Maret 2012 07:31 7:31 am
Thoriq
Dipublikasikan 7 Maret 2012 07:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Saat itu, tahun 1888, Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah, berkeinginan menikah lagi. Calon yang dipilih gadis bernama Muhammadi Begum, anak dari Al-Mirza Ahmad Bek, yang merupakan putra dari bibinya. Namun tidak seperti selayaknya laki-laki yang hendak meminang, Mirza mendatangi keluarga si gadis dengan menebar ancaman sekaligus janji. Jika pihak keluarga si gadis menerima pinangannya, maka hal itu akan memberikan keberkahan yang besar, namun jika ditolak maka sesuatu yang buruk akan terjadi kepada si gadis. Jika dinikahkan dengan pemuda lain, maka suaminya itu akan mati setelah dua setengah tahun.

Mirza juga mengatakan, ”Allah telah memberi kabar kepadaku, ‘gadis Al-Mirza Ahmad Bek yang paling besar (Muhammadi Begum) akan menjadi istrimu dan keluarganya akan memusuhimu. Dan mereka melarangmu dan berupaya keras untuk menggagalkan hal itu (pernikahan). Akan tetapi Allah akan mewujudkan janjinya dan memberikan kepadamu baik dalam keadaan gadis maupun janda dan hilanglah penghalang dan hal ini terwujud. Tidak ada yang bisa menolak terhadap apa-apa yang ditetapkan Allah.”

Walau Mirza berkali-kali menyatakan bahwa semua itu bersumber dari wahyu, pihak perempuan tetap pada pendiriannya, tidak mau menikahkan si gadis dengan Mirza. Malahan gadis itu dinikahkan dengan seorang pemuda lain bernama Al-Mirza Sulthan Muhammad pada tanggal 7 April 1892.

Istri anaknya Mirza, Fadhlu Ahmad, juga tidak setuju akan hal itu, hingga Mirza memerintahkan anaknya agar mencerai istrinya. Para pengikut Ahmadiyah akhirnya berdoa di masjid-masjid agar ancaman yang ditebarkan Mirza sebagai wahyu dan janji Allah itu benar-benar terjadi. Namun, apa yang terjadi?

Ternyata setelah keduanya menikah, tidak terjadi apa-apa terhadap wanita tersebut. Dan setelah waktu berlalu dua setengah tahun, suami gadis itu, Al-Mirza Sulthan Muhammad, juga baik-baik saja. Bahkan, Mirza meninggal terlebih dahulu pada tahun 1908, sedangkan Sulthan Muhammad masih hidup bersama istrinya hingga perang dunia pertama.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Sebelumnya, Mirza pertama kali menikah tahun 1852 atau 1853. Dari pernikahan ini, ia memperoleh dua anak. Kemudian pada tahun 1884 ia menikah lagi di Delhi. Namun, pada tahun 1891 terjadi perceraian, antara Mirza dengan istri pertamanya. Istri kedua ini oleh para pengikut Ahmadiyah disebut dengan penggilan “ummul mukminin”. (Sirah Al-Mahdi, 1/53)

Tak Shalatkan Anak karena Menolak Bergabung

Putra sulung Mirza dari istri pertama yang bernama Fadhlu Ahmad enggan mengikuti seruan ayahnya itu. Hingga ketika meninggal ia pun tidak dishalati oleh Mirza, walau dalam urusan duniawi ia taat kepadanya. (lihat, Anwar Khilafat, hal. 91)

Gaya Hidup Mewah Keluarga Mirza

Mengenai gaya hidup keluarga Mirza, Khawajah Kamaluddin pernah mengeluh baik kepada Muhammad Ali, pemimpin Ahmadiyah Lahore maupun Syaikh Surur Syah yang juga pengikut Ahmadiyah. Anak-anak perempuan dan istri Syaikh Surur Syah mulai menentang pengiriman uang ke Qadian, setelah mereka pergi ke tempat itu dan tinggal sesaat. Anak-anak dan istrinya mengatakan, ”Kami telah menyaksikan kehidupan nabi, para sahabatnya dan istri-istrinya di Qadian. Sesungguhnya mereka hidup dalam kenikmatan.” Mereka merasa ditipu, dan setelah itu mereka tidak mau menyumbangkan uang ke tempat itu lagi. (lihat, Kasyfu Al-Ikhtilaf, hal. 13)

Khawajah Kamaluddin juga pernah mengatakan kepada Muhammad Ali, ”Sesungguhnya Hadzrat Mirza telah memerintahkan kita berinfaq untuk dakwah, sedangkan ia sendiri hidup dalam kebanggaan dan kenikmatan.”

Muhammad Ali menjawab, ”Sesungguhnya saya tidak bisa memungkiri hal ini, namun kita tidak diharuskan untuk mengikuti nabi dalam sifat manusiawinya.” (Haqiqah Al- Ikhtilaf, hal. 50)

Sebenarnya, pada awalnya, Mirza hanya seorang pegawai rendahan, namun lama-kelamaan taraf hidupnya mulai meningkat. Hingga ia terbiasa dengan makanan yang bergizi dan minyak misk. Terkadang juga ia mengonsumsi minuman penguat yang memabukan alias tonic wine. (Majmu’ Ar Rasail, hal. 5)

Di masa remajanya, Mirza pernah memiliki masalah dengan psikisnya, karena menderita hysteria. Ketika penyakit ini kambuh ia bisa pingsan dan menjerit-jerit. (Sirah Al-Mahdi, 1/67)

Keluarganya termasuk pihak yang amat loyal terhadap pemerintahan Inggris. Bahkan ayahnyalah yang membantu Inggris dengan 50 ekor kuda untuk kepentingan revolusi tahun 1807. (Kitab Al-Bariyah, hal. 3-5)

Meninggal Pasca Mubahalah

Pada tahun 1907, setelah memiliki banyak pengikut, Mirza mengadakan mubahalah dengan Maulana Tsanaullah Amritsari, dengan risiko barang siapa berbohong salah satu di antara keduanya, maka ia akan mati. (Tabligh Ar Risalan, 10/120)

Pada Mei tahun 1908 Mirza terjangkiti penyakit kolera parah dan akhirnya meninggal. Ia dimakamkan di pemakaman yang ia namakan sebagai pemakaman surga (Bahesti) di Qadian. Sedangkan Maulana Tsanaullah Amritsari sendiri baru wafat pada tahun 1948.*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syiah Iran akan Gantung 5 Aktivis Arab
Tulisan selanjutnya Rabi Gutow: Indonesia Sangat Berarti Bagi AS dan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?