Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Nusaibah, Wanita Sebanding Seribu Laki-laki (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Februari 2016 21:30 9:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Februari 2016 21:24
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala mewajibkan peperangan pada kaum mukminin –walau mereka tidak menyukainya– karena berguna untuk melawan kesewenang-wenangan, mempertahankan tanah air, dan menjaga agama dari penghinaan tangan-tangan kaum tercela; serta melindung kehormatan, kemuliaan, dan harta benda.

Allah tidak mewajibkannya pada wanita karena mereka tidak akan mampu memikul beban-bebannya dan tidak kuasa menghadapi berbagai tekanan dan kesulitan. Allah menempatkan mereka di belakang kaum lelaki guna mendidik anak-anak, mengurus rumah tangga, melayani suami, dan tugas-tugas lain yang dibebankan pada kaum ibu.

Namun demikian, apabila kondisi mendesak, Allah mengizinkan mereka turut serta bersama kaum lelaki terjun dalam pertempuran. Sebab, dalam situasi seperti ini, wanita mampu menghadapi peperangan dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi para tentara.

Para ahli sirah dan sejarawan menyebutkan bahwa wanita telah memberi sumbangsih besar pada kaum laki-laki dalam banyak pertempuran. Ia bahu membahu berperang bersamanya, atau berada di belakang pasukan untuk melindunginya dari tipu daya musuh, mengembalikan tentara yang lari dari medan tempur, menyediakan air, makanan serta senjata untuk mereka, dan hal-hal lain yang diperlukan dalam peperangan.

Di antara pejuang wanita yang memiliki nama harum dalam sejarah para wanita penyabar dan tulus adalah Ummu Umarah Nusaibah binti Ka’ab bin Amru bin Auf bin Mabdzul Al-Anshariyah Al-Khazrajiyah An-Najjariyah.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Ia satu di antara para mujahid wanita terbaik yang telah menyumbang andil besar demi membela agama dalam berbagai peristiwa. Ia menyatakan pada seluruh dunia bahwa bila seorang wanita muslimah menyandang senjata iman yang sempurna, tekad tulus dan keinginan kuat, ia bisa menciptakan banyak keajaiban dan membuat contoh menakjubkan dalam bentuk kepahlawanan langka dan keberanian yang luar biasa.

Ia seorang wanita yang beriman kepada Rabb dan konsisten pada ajaran agamanya. Allah memberinya keyakinan dan petunjuk, serta menganugerahinya kekuatan menghadapi kesulitan dan menaklukkan berbagai halangan.

Ia adalah salah satu dari dua wanita yang datang bersama 73 lelaki ke Mekah untuk bertemu Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam dan berjanji setia pada beliau di Aqabah. Selamanya, ia termasuk wanita yang berbai’at. Ia berbai’at kepada Nabi dalam Bai’atur Ridhwan yang berlangsung di bawah sebuah pohon, di mana Allah telah meridhai semua orang yang berbai’at di bawahnya dan mencatatkannya dalam Al-Qur’an.

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (Al-Fath: 18).

Bai’at ini dilakukan terkait kesediaan berperang melawan penduduk Mekah bila mereka berani mengganggu atau merintangi kaum muslimin masuk Mekah untuk mengunjungi Baitul Haram. Kisah bai’at ini dimuat dalam buku-buku sirah.

***

Nusaibah berangkat ke medan Uhud bersama suami dan kedua anaknya, Hubaib dan Abdullah putra Zaid bin Ashim bin Amru. Ia bertempur dengan gigih dan mendapat hadiah 12 luka.

Dalam berperang, ia menunjukkan keberanian luar biasa yang mampu menarik kekaguman Nabi dan para sahabat beliau yang menyaksikan. Ia meloncat, menerkam, dan mengayunkan pedangnya ke segala arah. Bersama suami dan kedua putranya bahu membahu menggempur musuh.

Nabi melihat keluarga ini membelah jalannya menuju Uhud dengan penuh percaya diri dan yakin. Beliau bersabda pada mereka, “Semoga Allah merahmati kalian wahai keluarga. Semoga Allah memberkahi kalian wahai keluarga.”

Nusaibah memanfaatkan kesempatan ini dengan berkata, “Wahai Rasulullah, mohonkan pada Allah agar kami dapat menemani baginda di surga.” Lantas beliau mengucapkan, “Ya Allah, jadikan mereka kawan-kawanku di surga.”

Kebahagiaan besar memancar dari hati Nusaibah. Ia menuturkan, “Setelah itu aku tidak peduli apa pun yang menimpaku dalam urusan dunia.”

Nusaibah pernah bertarung melawan musuh Allah, Amru bin Qum’ah. Dalam pertarungan ini, Nusaibah memperlihatkan keahlian bertempurnya dan semangat juangnya dalam berperang, sehingga musuh Allah ini tidak sanggup mengalahkannya. Hanya saja ia berhasil menimpakan luka mendalam yang cukup lama diderita Nusaibah.

Ummu Sa’ad binti Sa’ad bin Rabi’ pernah bertanya padanya tentang kenangan-kenangan jihad dan perjuangannya. Ia berkata, “Wahai bibi, ceritakan padaku kisahmu di perang Uhud.”

Kemudian Ummu Umarah menuturkan, “Menjelang siang, aku keluar melihat orang banyak. Aku membawa wadah berisi air. Aku sampai kepada Rasulullah yang berada di tengah-tengah para sahabat. Keuntungan berpihak pada pasukan muslimin –maksudnya, saat itu mereka unggul–. Kemudian ketika pasukan muslimin terdesak, aku bergabung bersama Rasulullah. Aku ikut terjun dalam perang, melindungi beliau dengan pedang dan membidikkan panah, hingga aku mengalami luka-luka.”

Lantas Ummu Sa’ad menanyakan luka di pundaknya yang dalam, siapa yang melukainya? Ia menjawab, “Ibnu Qum’ah, semoga Allah menghinakan dan menistakannya.”

Kisahnya, ketika orang-orang meninggalkan Rasulullah, Ibnu Qum’ah datang sambil berkata, “Tunjukkan padaku di mana Muhammad. Aku tidak selamat bila ia selamat.” Maka aku, Mus’ab bin Umair dan beberapa orang yang bertahan untuk melindungi Rasulullah menghadangnya. Ia memukulku hingga menyebabkan luka ini. Sebenarnya aku berhasil membalasnya dengan beberapa pukulan, sayangnya musuh Allah ini mengenakan dua lapis baju besi.”

Demikianlah, wanita yang diasuh Islam dan menjadi putri keimanan ini tidak gentar terhadap tebasan pedang dan tusukan tombak. Sebaliknya ia maju dengan gagah berani dan bertekad mengerahkan semua kemampuannya demi membela agama, kemerdekaan dirinya, dan kehormatan umatnya.

Ia membalas satu pukulan orang yang jahat lagi pendosa dengan beberapa pukulan yang kuat dan berbobot. Hanya saja musuh terlaknat ini melindungi tubuhnya dengan dua lapis baju besi. Lihat! Tidak cukup satu baju besi. Saat itu Ummu Umarah melupakan segala sesuatu selain bahwa dirinya berada di tengah-tengah medan yang memerlukan ketulusan dan pengorbanan. Karenanya, ia terus menikam dan memukul hingga Rasulullah pernah bertutur, “Aku tidak menoleh ke kanan dan kiri kecuali aku melihat Ummu Umarah bertempur melindungiku.”

Di perang Uhud, Nabi melihat seorang laki-laki yang membawa perisai, namun tidak ia pergunakan untuk melindungi diri. Sedangkan Ummu Umarah tidak membawa peralatan untuk melindungi dirinya. Maka Nabi berkata kepada lelaki tersebut seraya menunjuk pada Ummu Umarah, “Lemparkan perisaimu pada orang yang bertempur itu.”

Orang itu memberikan perisainya, lalu Ummu Umarah mempergunakannya untuk melanjutkan pertarungan.*/Prof. Dr. Muhammad Bakr Ismail, terangkum dalam bukunya Bidadari 2 Negeri. [Tulisan berikutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mujahid wanitaNusaibah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Rusia Peringatkan Amerika, Serangan Arab di Suriah Dapat Memicu Perang Dunia
Tulisan selanjutnya Nusaibah, Wanita Sebanding Seribu Laki-laki (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?