Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Al-Qur`an Sebagai Inspirator dan Mata Air Keberanian Bung Karno

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 November 2019 14:41 2:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 November 2019 14:41
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

SEJAK sebelum kemerdekaan, dalam masa pembuangan dan lain-lain, barang yang selalu dibawa oleh Ir Soekarno adalah al-Qur`an.

Al-Qur`an bukan saja menjadi sumber inspirasi dalam karya tulis beliau (misalnya seperti “Indonesia Menggugat”, “Mencapai Indonesia Merdeka), juga menjadi penentram hati di saat-saat genting.

Guntur Sukarno dalam buku “Bung Karno & Kesayangannya” (1981: 109) menyebutkan bahwa al-Qur`an yang selalu di bawa itu adalah kitab tafsir berbahasa Belanda berwarna hijau tua berukuran 25 X 15 cm dengan hiasan huruf bertinta emas.

Saat Bung Karno menjadi tawanan di Brastagi oleh Kolonial Belanda (1949), beliau mendapat berita dari tukang masak bahwa besok dirinya akan di-dor (dibunuh) makanya tidak perlu menyiapkan masak lagi untuk Soekarno.

Sebagai manusia biasa, Bung Karno juga merasa takut. Keringat dingin pun keluar dari badannya. Di saat genting seperti itu, beliau tidak putus harapan, masih ada cahaya al-Qur`an.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Menurut perkiraan dan hitung-hitungan manusia, beliau esok hari akan meninggal, tapi belum tentu menurut Allah demikian.

Beliapun berwudhu, kemudian dengan bacaan basmallah membuka al-Qur`an kesayangannya dengan memejamkan mata. Apa yang ditunjuknya mengarah pada Surah al-An’am ayat 117, yang intinya Allah tahu mana orang yang sesat dan yang berada di jalan yang benar.

Seketika itu Bung Karno tenang. Mungkin saja beliau merasa berada di jalan yang benar. Kenapa mesti takut. Lagipula, kalau pun mati dalam kebenaran kan mati secara terhormat.

Beliau pun kembali semangat dan berani; bisa tidur dengan tenang, bahkan ngorok. Keesokan harinya, beliau tetap hidup dan tidak jadi dibunuh.

Di luar kontroversi yang menyudutkan beliau, faktanya, salah satu kesayangan yang dibawa ketika keluar kota atau ke mana pun, adalah al-Qur`an. Dari situ beliau menggali inspirasi, dari situ juga ketenteraman hati beliau dapat dari Allah Ta’ala.

Terasa adem dan ayem, kalau punya presiden yang bacaan favoritnya adalah al-Qur`an. Sebagai penutup, akan dikutipkan perkataan Bung Karno di saat genting itu sambil memeluk al-Qur`an, “Ya Allah…Aku merasa diriku lebih kecil dari butiran-butiran pasir yang terhampar di tempat Kau turunkan kata-kataMu; hukum-hukumMu melalui Rasul-Mu Muhammad beribu tahun yang lalu.”* Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anBung Karnokemerdekaan IndonesiapresidenSoekarno
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpinan Komnas HAM: Cadar Hak Mengekspresikan Keyakinan Beragama
Tulisan selanjutnya Dari Kamp ke Penjara: Bencana HAM Xinjiang Berikutnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?