Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Komite Anshar Islam Jakarta dan Perjuangan Palestina Tahun 1938

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2024 22:59 10:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2024 16:29
Bagikan
Bagikan

Komite Anshar Islam di Jakarta memperlihatkan bagaimana umat Islam Indonesia mendukung saudara mereka di Palestina melalui aksi nyata

Hidayatullah.com | PERJUANGAN umat Islam dalam mendukung Palestina sudah berlangsung jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Data sejarah dari Surat Kabar Soeara Rajat pada 9 Maret 1938 menunjukkan betapa umat Islam, melalui organisasinya, sudah sangat peduli terhadap nasib Palestina.

Salah satu contoh nyata adalah Komite Anshar Islam di Jakarta yang aktif menggalang dukungan dan menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Inggris di Palestina.

Peristiwa di Gedung Permufakatan Indonesia

Pada tanggal 19-20 Februari 1938, Komite Anshar Islam mengadakan rapat di Gedung Permufakatan Indonesia, Gang Kenari, Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh banyak tokoh masyarakat dan umat Islam yang peduli dengan situasi di Palestina.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Mereka membahas tentang kondisi sulit yang dihadapi oleh rakyat Palestina akibat kebijakan pemerintah Inggris yang berencana memberikan sebagian wilayah Palestina kepada bangsa Yahudi dan mempertahankan kendali Inggris atas kota suci Yerusalem (Al-Quds).

Kala itu, rakyat Palestina bersama dengan bangsa Arab di wilayah lain, selama Perang Dunia I, memberikan dukungan dan tenaga mereka kepada Inggris dengan harapan bahwa setelah perang usai, mereka akan dibantu untuk membangun negara merdeka. Namun, janji ini tidak ditepati.

Pemerintah Inggris justru berusaha memaksakan pembagian wilayah Palestina, yang menimbulkan kemarahan dan perlawanan keras dari rakyat Arab Palestina.

Deklarasi dan Tuntutan Komite Anshar Islam

Dalam rapat tersebut, Komite Anshar Islam mengeluarkan beberapa pernyataan penting yang menegaskan penolakan mereka terhadap tindakan pemerintah Inggris. Mereka menegaskan bahwa tindakan Inggris tersebut melanggar hak-hak rakyat Palestina dan bertentangan dengan janji-janji yang pernah dibuat selama Perang Dunia I.

Pernyataan mereka mencakup beberapa poin penting:

Pertama, Penolakan terhadap Kebijakan Inggris: Menyatakan dengan tegas penolakan terhadap kebijakan pemerintah Inggris yang memaksakan pembagian wilayah Palestina dan mendukung pendirian negara Yahudi di sana.

Kedua, Mengingatkan Hak dan Keadilan: Menegaskan bahwa rakyat Palestina berhak untuk mengatur dan menguasai negeri mereka sendiri sebagai bangsa yang merdeka.

Ketiga, Menggalang Dukungan Internasional: Meminta kepada pemerintah Inggris, Liga Bangsa-Bangsa, dan umat Islam di seluruh dunia untuk mencegah pemerintah Inggris dari tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat Palestina.

Solidaritas dan Bantuan Kemanusiaan

Komite Anshar Islam juga menyerukan solidaritas dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina yang sedang menderita. Mereka mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk mengingat nasib rakyat Palestina dalam doa dan memberikan bantuan materiil berupa zakat dan sedekah untuk meringankan penderitaan mereka. Berikut di antara pernyataan mereka terkait hal ini:

“Mengingat kemanusiaan: Menyatakan belas dan kasihan atas rakyat Pelestina yang sengsara dan menyerukan kepada segenap umat Islam dalam seluruh dunia, supaya memperingati nasib rakyat itu dalam tiap-siap shalat dan ucap-ucap doa dan memberikan sebagaian dari pada sedekah dan zakatnya untuk menolong kaum yang sengsara itu.”

Upaya Menyebarluaskan Isu Palestina

Untuk memperkuat perjuangan dan menyebarluaskan isu Palestina, Komite Anshar Islam di Jakarta diberi mandat untuk menyampaikan resolusi ini kepada Liga Bangsa-Bangsa di Jenewa, media massa di Indonesia, dan seluruh negeri Islam.

Mereka juga ditugaskan untuk mengorganisir penggalangan dana guna membantu rakyat Palestina.

Dari Komite Anshar Islam Jakarta ini, terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil, di antaranya:

Pertama, Solidaritas Antarumat Islam:

Kepedulian mereka menunjukkan pentingnya solidaritas antarumat Islam di berbagai belahan dunia. Komite Anshar Islam di Jakarta memperlihatkan bagaimana umat Islam Indonesia mendukung saudara mereka di Palestina melalui aksi nyata, meskipun terjadi jauh dari tanah air mereka.

Kedua, Perjuangan Melawan Penindasan:

Dukungan terhadap Palestina oleh Komite Anshar Islam menegaskan bahwa umat Islam harus selalu siap untuk berjuang melawan penindasan dan ketidakadilan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ketiga, Peran Organisasi dalam Perjuangan:

Peran penting organisasi seperti Komite Anshar Islam dalam mengorganisir aksi dan membangun kesadaran serta solidaritas sangat krusial. Organisasi ini berhasil menggalang dukungan dan menyebarkan informasi mengenai isu Palestina kepada masyarakat luas.

Keempat, Penggalangan Dukungan Internasional:

Pentingnya penggalangan dukungan internasional dalam menghadapi isu-isu global seperti Palestina. Komite Anshar Islam berupaya membawa perhatian internasional kepada masalah ini, menunjukkan bahwa dukungan global dapat mempengaruhi perubahan.

Kelima, Kepedulian Sosial dan Kemanusiaan:

Kepedulian sosial dan kemanusiaan tidak hanya harus ditujukan kepada komunitas terdekat, tetapi juga kepada komunitas yang berada jauh namun membutuhkan bantuan.

Bantuan berupa doa, zakat, dan sedekah untuk rakyat Palestina menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah nilai universal yang harus dijaga.

Sejarah perjuangan umat Islam dalam mendukung Palestina bukanlah hal baru. Sejak sebelum kemerdekaan, melalui organisasi seperti Komite Anshar Islam, umat Islam di Indonesia telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap nasib saudara mereka di Palestina.

Semangat solidaritas dan dukungan ini terus berlanjut hingga kini, sebagai bagian dari komitmen umat Islam untuk memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan di seluruh dunia.

Mereka sadar betul akan hadits Nabi berikut ini: “Tidaklah seseorang menelantarkan seorang mukmin pada suatu tempat yang kehormatannya terampas dan harga dirinya terlecehkan, melainkan Allah akan menelantarkannya pada suatu tempat yang ia sangat mengharapkan pertolongan-Nya. Dan tidaklah seseorang menolong seorang muslim yang berada pada suatu tempat yang kehormatannya terampas dan harga dirinya terlecehkan di dalamnya, melainkan Allah akan menolongnya pada suatu tempat yang ia sangat mengharapkan pertolongan-Nya.” (HR: Abu Dawud)

Dalam konteks kekinian, di saat umat Islam di Palestina digenosida Zionis ‘Israel’, umat Islam di Indonesia sangat diharapkan perannya. Selain sebagai bentuk kesinambungan para pendahulu dalam berjuang membela rakyat Palestina untuk merebut kembali kemerdekaannya, juga merupakan amanah undang-undang serta solidaritas Islam skala dunia.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineKomite Anshar Islampalestinaumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei: Satu dari 2 Remaja Singapura Kecanduan Smartphone  
Tulisan selanjutnya PKB: Pansus Angket Haji Tidak untuk Menyerang PBNU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?