Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

“Shahib Cikini”: Tulis Kitab, Lawan Penjajah

Thoriq
Terakhir diupdate: 10 Juli 2019 05:49 5:49 am
Thoriq
Dipublikasikan 10 Juli 2019 05:48
Bagikan
Bagikan

SAYYID Ali bin Husain Al Aththas lahir pada tahun 1301 H dari keluarga ulama di Huraidhah Hadramaut. Sang ayah wafat setelah ia berumur satu tahun delapan bulan. Meski demikian, sang ayah telah mendoakannya dan memberinya laqab zain al abidin. Sedangkan ibunya adalah seorang syarifah yang merupakan pendidiknya pertama kali, hingga Sayyid Ali bisa mengucakpkan dua syahadat. Di Hadramaut Sayyid Ali pun berguru kepada para ulama dari kalangan Ba`alawi.

Pada tahun 1327 Sayyid Ali bin Husain pergi menuntut ilmu ke Makkah dan berguru kepada para ulama, termasuk Sayyid Muhammad bin Sulaiman Al Ahdal.

Meski telah menuntut ilmu di Makkah, sekembalinya ke Hadramaut Sayyid Ali bin Husain tetap melanjutkan menuntut ilmu, hingga akhirnya menjadi seorang ulama besar.

Menghabiskan Waktu untuk Mengajar

Sayyid Ali bin Husain tidak pernah menyia-nyian waktunya dalam kesehariannya. Jika setelah melaksanakan shalat shubuh, ia melanjutkan dzikir hingga waktu dhuha, kemudian baru pulang ke rumahnya. Di rumah para penuntut ilmu sudah menunggu untuk membaca kitab-kitab. Di waktu dhuhur Sayyid Ali pergi ke masjid, dan setelah menunaikan shalat majelis ilmu pun berlangsung kembali hingga tiba waktu ashar. Setelah shalat ashar Sayyid Ali pun tetap tidak beranjak dari masjid, hal itu dilakukan dalam rangka berdzikir, menela’ah kitab-kitab atau menyampaikan fatwa bagi siapa saja yang bertanya, hingga maghrib tiba. Setelah melaksanakan shalat maghrib Sayyid Ali masih berada di masjid untuk melakukan ibadah. Jika setelah isya’ ia pun kembali mengajar, kemudian setelah itu kembali ke rumah.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Pada tahun 1338 H Sayyid Ali bin Husain hijrah ke Nusantara. Meski sudah menjadi ulama besar, namun hal itu tidak menghalanginya untuk berguru kepada para ulama, seperti Habib Abdullah bin Muhsin Al Aththas di Bogor, juga Habib Ahmad bin Abdullah Pekalongan, serta ulama lainnya.

Selanjutnya Sayyid Ali bin Husain memilih menetap di Cikini Jakarta untuk mengajar dan berdakwah, sehingga ia sering disebut sebagai shahib Cikini. Majelisnya dihadiri oleh khalayak ramai. Disamping berdakwah Sayyid Ali bin Husain juga menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, ikut serta dalam melakukan  perlawanan terhadap penjajah, serta melakukan berbagai upaya untuk menyatukan umat Islam.

Setelah cukup lama konstrasi dalam melakukan dakwah dan menyebarkan ilmu, pada tahun 1396 H, Allah Ta’ala memanggil ulama shalih ini, ia pun dimakamkan di samping makam Habib Muhsin bin Muhammad Al Aththas.

Sayyid Ali bin Husain meninggalkan karya berjudul Taj Al A’rasy fi Al Manaqib Al Habib Al Quthub Shalih bin Abdillah Al Aththas, setebal dua jilid dan diterbitkan di Indonesia. Biografinya tercatat di Tashnif Al Asma’ (2/33-35) juga Mu’jam Al Ma’ajim (2/1396).

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jerman Tolak Permintaan Amerika untuk Kirim Pasukan Darat ke Suriah
Tulisan selanjutnya Mencabuli Anak Puluhan Tahun Jubah Kependetaan Bernard Preynat Dilucuti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?