Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Empat Panduan Hidup Seorang Muslim (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2013 20:25 8:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2013 20:25
Bagikan
Bagikan

Lanjutan dari tulisan sebelumnya

Oleh: Shalih Hasyim

Keempat,  al-Salamah (kemananan dan keselamatan).

Di antara indikator mutu keislaman seseorang adalah mudah harmonis dan mudah diharmoniskan, tiada kebaikan sedikitpun keimanan seorang yang tidak mudah jinak dan mudah dijinakkan dengan sesama (al-Hadits).

Karena orang beriman itu hanya menomorsatukan kepentingan Allah Subhanahu Wata’ala , ridha Allah. Ia siap lebur untuk didominasi oleh kepentingan itu. Slogan orang bermiman “Allahu Ghoyatuna” (Allah puncak tujuan hidup kami). Orang beriman itu bagaikan lebah, jika ia mengkonsumsi sesuatu berupa putik bunga mawar dan bila mengeluarkan sesuatu berupa madu, dan jika hingga di daun tidak merusaknya (al-Hadits).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Di manapun kaum muslimin berada, maka lingkungan sosialnya selamat dari mulutnya, tangannya. Dan dalam sebuah komunitas, sifat yang dikedepankan adalah berbicara yang baik atau diam. Suka menghormati tetangga dan tamu. Ia yakin jika sukses menjalin komunikasi dengan orang-orang terdekatnya, merupakan modal untuk berinteraksi dengan lintas golongan, etnis, suku dan partai.

Sedangkan orang Yahudi pada ayat di atas bagaikan lalat. Tempatnya di sekitar sampah dan tempat pembuangan kotoran, kemanapun ia pergi membawa penyakit. Ada dua konsep yang menjadi term utama komunitas Yahudi. Pertama, farriq tasud (mereka suka membuat konflik), Kedua, farriq, tu’rof (berbeda, supaya dikenal).

لَا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعاً إِلَّا فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَاء جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعاً وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ

“Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok  permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” (QS. Al-Hasyr (59) : 14).

Rasulullah bersabda : “Persatuan adalah rahmat (kasih sayang) dari Allah dan perpecahan adalah siksa.” (al-Hadits).

Karakter utama orang Islam senang mewujudkan, memelihara dan membela eksistensi ukhuwwah Islamiyah. Karena ia yakin karunia terbesar dalam kehidupan ini persaudaraan setelah nikmat Iman.

Lebih baik kalah, tetapi tetap solid daripada menang tetapi bercerai. Kemenangan yang tidak melahirkan persatuan, melahirkan konflik baru yang lebih dahsyat. Sedangkan karakter dasar orang Yahudi suka merawat dan melestarikan persatuan. Karena ia memposisikan diri sebagai srigala bagi yang lain. Pameo mereka, hari ini apa yang bisa dimakan, dan besok siapa yang kita makan.

Kelima, al-Islam bermakna penyerahan diri secara total kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Jadi berislam itu mengajarkan sikap independen. Ia hanya bersedia sebagai hamba Allah  . Bukan hamba kepentingan, hamba kekuasaan, hamba wanita, hamba perut, hamba farji, hamba mayoritas dan hamba minoritas. Ia hanya mengakui kebenaran mutlak itu bersumber dari-Nya.

Muslim memahami cara berakhlak kepada Al-Khaliq. Mencintai, mengagungkan, beribadah (ngawula), sami’na wa ‘atha’na terhadap segala ketentuan yang ditulis maupun yang tidak tertulis (kalimatullah dan khalqullah).

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al Anam (6) : 162).*

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus, Jawa Tengah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMuslimpanduan hidup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Amerika Tutup, Pegawainya Disangui Burger
Tulisan selanjutnya “Sanad Akhlak”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak

Berita
29 Oktober 2026 15:37
Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?