Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Empat Panduan Hidup Seorang Muslim (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2013 14:27 2:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2013 14:27
Bagikan
Bagikan

oleh: Shalih Hasyim

SEBAGAI sebuah paradigma (tashawwur, fikrah, mabda) dan cara hidup (minhajul hayah),  Islam dari segi etimologis mengandung empat pesan fundamental dan universal. Keempat nilai-nilai peradaban itulah yang seharusnya menjadi panduan seorang Muslim.

Pertama, salima minal mustaqdzirat (steril dari sesuatu yang mengotori hati).  Memeluk Islam sesungguhnya mencari jalan keselamatan. Menambah kebaikan-kebaikan (kehidupan yang berkah).

Karena dengan berislam, sesungguhnya media untuk membersihkan hati. Jika hati manusia bersih, maka seluruh anggota tubuhnya akan bersih pula. Kebersihan hati akan berefek pada kebersihan pikiran dan perilaku.

Orang yang bersih hatinya malu jika kebaikannya diketahui orang. Sebagaimana malunya ketika cacatnya terbongkar. Maka ia selalu merahasiakan amalnya sebagaimana menyembunyikan sisi gelap dirinya. Orang yang ikhlas takut terkenal. Jika terpaksa dikenal, maka ia memperoleh dua pahala. Yakni ajrul ikhlas wa ajrusy syuhrah (pahala keikhlasan dan pahala populer).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Keikhlasan adalah modal utama seorang beriman untuk bertemu dengan Allah SWT.

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (QS. Asy Syu’ara (26) : 88-89)

Kedua,  as-Silm (kedamaian). Di sini keislaman seseorang diukur dari keterampilannya dalam menjalin komunikasi dengan siapapun. Karena, inti keberagamaan seseorang adalah pandai bergaul (ad-Dinu huwal mu’amalah). Kualitas kecintaan keislaman seseorang berbanding lurus dengan kecintaannya kepada Al-Khalik dan al-Makhluk. Muslim berarti terbuka, lapang dada, dan berjiwa besar. Sedangkan kafir adalah sosok yang inklusif (menutup diri). Berjiwa kerdil. Dia tidak ingin berbagi, tetapi mengedepankan tuntutan hak. Ia berpandangan bahwa berbagi itu mendatangkan kerugian material. Karenanya, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang kafir, orang-orang fasiq, orang-orang yang berbuat aniaya. Prinsip seorang Muslim adalah musuh satu dianggap banyak, teman seribu dipandang sedikit. Orang Islam memandang orang lain sebagai anugrah, mitra, mafatihul khair (pembuka kunci kebaikan), bukan rival (pesaing). Sekalipun dipandang pesaing, tetapi dalam kaca mata positif. Berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabiqul khairat. Persaingan yang sehat, bukan persaingan yang negatif.

Ketiga, al- Salam (kesejahteraan). Karena berislam sesungguhnya memenuhi aspirasi jiwa. Memberdayakan fitrah manusia. Al-Haq Yang Maha Benar, menciptakan manusia dengan fungsi menegakkan al-Haq (iqamatul haq). Fitrah manusia itu mengingkari sesuati yang bertentangan dengan hati dan setuju dengan sesuati yang dikanali hati. Senang kepada kejujuran dan benci kepada kebohongan. Rasulullah Saw bersabda : Kebenaran itu mendatangkan ketengan jiwa dan kebohongan itu melahirkan skeptis (keragu-raguan).

Kebenaran itu bukan milik bangsa, perorangan, tetapi milik semua insan. Semua manusia sama posisinya di depan kebenaran. Kebenaran itu suci, sama sucinya dengan yang menurunkannya. Sekalipun kebenaran itu diperkosa, akan tetap mulia. Dan suatu saat mempelihatkan wujudnya. Maka, manusia yang menodai kebenaran akan merasakan gugatan batin (al inhizam an nafsiyyah).

Penegak kebenaran dan keadilan itu, eksistensinya tetap legitimid dan dirindukan,  dan kepergiannya ditangisi, sekalipun sendiri dan dalam sepi. Sedangkan kebatilan itu akan sirna bersama dengan berlalunya massa, sekalipun didukung dengan kekuatan militer dan modal (finansial) yang cukup.

Pejuang nilai-nilai ketuhanan (al-Haq) itu mendatangkan nilai-nilai ekonomi. Kesejahteraan lahir dan batin. Bahagia di dunia dan selamat di akhirat. Bagi mereka kabar gembira di dunia dan akhirat.

لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَياةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لاَ تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (QS. Yunus (10) : 64)

Sebaliknya, berpaling dari Islam akan mengantarkan kepada kerumitan hidup di dunia, dan siksa di akhirat lebih menyakitkan dan memberatkan.*/bersambung ke panduan keempat..

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus Jawa Tengah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimpanduan hidup
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yang Terpuji, Yang Teruji
Tulisan selanjutnya Api Kebakaran Padam karena Api Neraka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?