Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Akhlak Menahan Amarah dan Suka Memaafkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Mei 2016 14:05 2:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Mei 2016 14:05
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

MENAHAN amarah dan memaafkan manusia, keduanya merupakah buah akhlak tinggi seorang muslim. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintah kepada hamba-hamba beriman agar berhias diri dengan kedua buah akhlak tersebut.

Kita tidak tahu seberapa besar pahala keduanya pada hari Kiamat, dalam naungan Rabb Yang Maha Kuasa. Dan barangkali, kita bisa menegaskan bahwa orang-orang yang beramal dengan dua sifat indah itu, akan mendapat pahala yang besar, derajat tinggi, dan kepemimpinan yang besar di Surga-Surga Allah.

Kemudian melalui susunan ayat-ayat surat Ali Imran, kita bisa mengetahui betapa besar pahala Ilahi bagi orang yang menghiasi dirinya dengan kedua sifat terpuji ini. Karena kedua sifat tersebut menggambarkan sifat tertinggi setiap mukmin yang tulus ikhlas bersama Allah .

Bukan perkara mudah bagi seseorang untuk menahan amarahnya jika sudah menyala. Demikian pula, sesungguhnya tidak mudah bagi seseorang untuk memaafkan orang yang sudah berbuat buruk kepadanya dengan sengaja –jika Allah menjadikannya mampu untuk membalas dendam, maupun mengambil haknya dari orang yang telah berbuat buruk serta menyakitinya, dan mampu menimpakan keburukan serta gangguan sebagai pembalasan.

Karena itu, urutan ayat yang mulia serta keterkaitannya antara yang satu dengan lainnya, menjadi dalil yang meyakinkan betapa luas rahmat Allah kepada orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan orang lain. Allah berfirman: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran: 133-134).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Di samping itu Allah telah menjadikan orang-orang yang berinfak di jalanNya serta orang-orang yang menahan amarah dan suka memaafkan orang lalin sebagai orang-orang muhsinin, yakni orang-orang berbuat kebajikan yang dicintai Allah. Maka bayangkan bagaimanakah kira-kira pahala besar yang sudah ditentukan hakikat dan keluasannya dari Surga yang luasnya seperti langit dan bumi?

Bayangkan pula, bagaimana pahala yang diperoleh orang-orang yang dicintai Allah itu? Bukankah mereka menjadi para pemilik kebahagiaan dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah? Sudah barang tentu!

Hal itu tidak lain karena Allah mempunyai sifat sabar dan pemaaf, sehingga Dia mencintai orang-orang yang beriman serta berinfak agar menjadikan kedua sifat itu sebagai salah satu dari sifat-sifat mulia mereka yang sudah menancap dalam jiwa.

Sedangkan memberikan maaf kepada manusia merupakan sifat pertama rahmat Ilahi yang dikhususkan terhadap para hamba. Maka memaafkan, mengampuni, dan menerima taubat adalah sifat-sifat yang digunakan Allah untuk merahmati hamba-hambaNya.

Allah berfirman: “Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Tapi barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” (Al-Maidah: 95).

“Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya, serta memaafkan kesalahan-kesalahan.” (Asy-Syuura: 25).

Ayat-ayat yang mulia juga telah membicarakan tentang sifat memaafkan, nilai-nilai akhlakNya yang tinggi, dan bagaimana Allah menuntut hal itu kepada para hamba, menganjurkan mereka terhadapnya, dan melimpahkan banyak pahala, ganjaran, pengampunan, serta rahmat kepada mereka.

Allah berfirman:

“Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” ( At-Taghabun: 14).

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang-orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raaf: 199).

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Sifat memaafkan’.” (AI-Baqarah: 219).

Ayat surat Al-Baqarah ini menjadi mutiara pemikiran, pahala, dan ganjaran yang luas maknanya. Ayat ini menyebutkan segala bentuk infak, baik infak materi yang bisa dirasakan, atau infak maknawi yang bisa dibaca dalam bentuk memberikan maaf dan mengampuni.*/Syaikh Mahir Ahmad, dalam bukunya Rahasia Istana Surga.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:memaafkanmenahan marah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khatib Kritik Pemerintah Sebuah Masalah?
Tulisan selanjutnya Media Massa Diingatkan Beritakan Krisis Suriah dengan “Hati Nurani”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?