Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Keberpasangan (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 September 2016 16:53 4:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 September 2016 16:53
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

BAGI manusia, mendambakan pasangan merupakan fitrah sebelum dewasa, dan dorongan yang sulit dibendung setelah dewasa. Ketersendirian –dan lebih hebat lagi keterasingan– sungguh dapat menghantui manusia karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, makhluk yang membawa sifat dasar ketergantungan.

Memang, sewaktu-waktu manusia bisa merasa senang dalam kesendiriannya, tetapi tidak untuk selamanya. Manusia telah menyadari bahwa hubungan yang dalam dan dekat dengan pihak lain akan membantunya mendapatkan kekuatan dan membuatnya lebih mampu menghadapi tantangan. Karena alasan-alasan inilah maka manusia kawin, berkeluarga, bahkan bermasyarakat dan berbangsa.

Tetapi harus diingat bahwa keberpasangan manusia bukan hanya didorong oleh desakan naluri seksual, tetapi lebih daripada itu. Ia adalah dorongan kebutuhan jiwanya untuk meraih ketenangan. Ketenangan itu didambakan oleh suami khususnya saat dia meninggalkan rumah dan anak istrinya, dan dibutuhkan pula oleh istri lebih-lebih saat suami meninggalkannya keluar rumah. Ketenangan serupa dibutuhkan juga oleh anak-anak, bukan saja saat mereka berada di tengah keluarga, tetapi sepanjang masa.

Entah apa yang terjadi dalam detak-detik jantung seorang perempuan dan lelaki yang berpasangan secara sah, sehingga keduanya bersedia, menurut istilah Surat an-Nisa’ [4]: 21 afdha ba’dhukum ila ba’dh, yakni bergaul seluas-luasanya dan sebebas-bebasnya satu dengan yang lain. Pergaulan itu tidak hanya terbatas pada hubungan jasad, tetapi mencakup aneka kegiatan. Mencakup emosi dan perasaan, keresahan serta sambutan timbal balik yang beraneka ragam serta rahasia-rahasia jiwa yang terdalam.

Pergaulan yang dilukiskan ayat di atas mencakup puluhan gambaran kehidupan bersama suami istri sepanjang hari dan malam, yang jumlahnya tidak terbatas dari kenangan yang dirangkum oleh hari-hari perkawinan, sampai mencakup pula setiap denyut cinta, setiap pandangan asmara, setiap sentuhan badan, setiap kebersamaan dalam senang dan susah, harapan dan cemas, pikiran masa kini dan masa datang, setiap kerinduan menyangkut masa lalu, setiap pertemuan dalam merangkul anak, semuanya dicakup oleh kata afdha yang maknanya sangat luas itu.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Jika ini terbayang dalam benak suami istri, maka agaknya keberpasangan itu akan tetap langgeng apa pun yang terjadi, bahkan langgeng sampai ke Hari Kemudian.

Kesediaan seorang wanita untuk hidup bersama seorang lelaki, dan meninggalkan orang tua dan keluarga yang membesarkannya –mengganti semua itu dengan penuh kerelaan untuk hidup bersama seorang lelaki yang menjadi suaminya, yang besar kemungkinan belum dikenalnya secara utuh, serta kesediaannya membuka rahasianya yang paling dalam– semua itu mustahil kecuali jika ia merasa yakin bahwa kebahagiaannya bersama suami akan lebih besar dibanding dengan kebahagiaannya bersama ibu bapak dan keluarganya, dan pembelaan suami terhadap dirinya tidak lebih sedikit dari pembelaan saudara-saudara kandungnya. Itulah satu dari sekian banyak ayat (tanda) kehadiran Allah dan kuasa Allah, dan yang perlu diingat dan direnungkan oleh pasangan suami istri sebagaimana pesan-Nya:

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang pasangan supaya kamu mengingat.” (adz-Dzariyat [51]: 49).

Yakni mengingat betapa Maha Kuasa Allah, dan mengingat pula betapa agung nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada manusia dan semua makhluk. Demikianlah, kita dapat menemukan Allah dalam kebersamaan makhluk, dan memang Dia wujud dan kita dapat menemukan-Nya di mana-mana. Wa Allah A`lam.*/M. Quraish Shihab, dari bukunya Dia Di Mana-mana-‘Tangan’ Tuhan di Balik Setiap Fenomena.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berpasangansuami istri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menanamkan Keteladanan
Tulisan selanjutnya Inggris Akui Intervensi Militer Ke Libya Gunakan Data Salah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?