Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Nabi Mendorong Menjaga Waktu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Januari 2017 14:09 2:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Januari 2017 14:09
Bagikan
Bagikan

SESUNGGUHNYA Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam adalah orang penuh kasih sayang terhadap umatnya, sebagaimana dinyatakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At-Taubah: 128).

Di antara bentuk kasih sayangnya, beliau mendorong umatnya menjaga waktu dalam ketaatan, bersegera, dan berlomba-lomba kepada amal-amal kebajikan.

Dari Ibnu Abbas r.a ia berkata, Rasulullah bersabda, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, mudamu sebelum rentamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (Diriwayatkan Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

Bersegeralah wahai saudaraku seagama! Amalkan nasihat Nabi ini! Manfaatkanlah waktu-waktu emasmu untuk ketaatan kepada Rabb segenap manusia.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Karena pentingnya zaman dan berharganya waktu, Rasulullah mendorong kita berlomba-lomba dan bersegera dalam ketaatan –tidak sekedar melaksanakan sabda beliau, “Berlombalah dalam amal kebajikan dengan tujuh perkara (yakni bersegeralah kepada amal shalih sebelum terjadinya salah satu dari tujuh penghalang ini), apakah kalian menunggu kecuali kemiskinan yang melupakan (yakni seseorang yang sibuk mencari sesuap nasi, sehingga dia meninggalkan dan melupakan ketaatan dan amal shalih), atau kekayaan yang melampaui batas (yakni harta dan uang berlebih biasanya menyebabkan seorang hamba bersikap melampaui batas dan tenggelam dalam syahwat-syahwat yang diharamkan), atau sakit yang merusak atau renta yang menyebabkan penyesalan (ketuaan dan lanjut usia), atau kematian yang menunggu, atau dajjal yang ia adalah seburuk-buruk yang ditunggu, ataukah kiamat, yang kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.” (Diriwayatkan Al-Hakim dari Abu Hurairah r.a, dan At Tirmidzi).

Benar, barangsiapa merenungkan hadist ini, maka ia mendapati bahwa tujuh perkara yang dikandung oleh hadist ini adalah rintangan dan halangan yang menjadi dinding antara seseorang dengan menjaga waktu dan ketaatan kepada Rabb-nya yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.

Kemiskinan yang sangat menghalangi seseorang dari mencari ilmu, berdakwah, memperbanyak amalan-amalan sunnah, dan ketaatan-ketaatan yang lain karena sibuk mencari rezeki.

Kekayaan dan kemakmuran menghalangi seseorang menjaga waktunya, karena kesibukannya mengembangkan harta kekayaannya, atau karena terfokus pada pemenuhan kenikmatan dan keinginan-keinginan haram dengan sarana uang.

Penyakit menyebabkan tubuh menjadi lemah dan lunglai, hingga memutuskan kesempatan menjaga waktu bagi seseorang. Bagaimana dia menjaga waktunya sementara dia sakit, tidak kuat shalat, dan berdiri lama.

Kerentaan dan lanjut usia adalah unsur penghalang pemanfaatan waktu. Karena semakin tua seseorang dan bertambah umurnya, semakin lemah kekuatannya. Dia sangat rentan terhadap beragam penyakit dari segala segi, sehingga menuntut dia mencari kesembuhan yang berakibat hilangnya kesempatan memanfaatkan waktu untuk ketaatan.

Kematian adalah kapak pemecah punggung yang mengantarkan seseorang dari dunia ini ke alam kuburnya yang menakutkan. Di sana dia tidak lagi bisa beramal shalih.

Munculnya dajjal adalah salah satu fitnah terbesar, dan tabiat jiwa melemah pada waktu terjadinya fitnah dari memanfaatkan umur untuk ketaatan. Karena fitnah biasa¬nya menguasai hati dan menjadikannya sibuk memikir¬kannya, maka dalam keadaan begini, bagaimana dia me¬manfaatkan waktunya?

Datangnya kiamat adalah perjalanan terakhir bagi dunia ini, yang merupakan kampung beramal. Kiamat adalah saat dimulainya Akhirat, alam pembalasan, pahala atau siksa; sekelompok di Surga, sekelompok di Neraka.

Selama tujuh perkara penghalang ini menunggu seseorang, maka hendaknya dia bersegera memaksimalkan pemanfaatan kesempatan, kegesitan, dan kesehatannya. Singsingkanlah lengan baju dalam menjaga detik-detik usia untuk ketaatan kepada Allah! Sebelum menyesal dan bersedih pada hari di mana penyesalan sudah tidak berguna lagi!*/Abul Qa’qa Muhammad bin Shalih, dari bukunya 125 Kita Salaf Menjadikan Waktu Produktif.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersegerawaktu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembawa ‘Bendera Tauhid’ Bebas atas Jaminan Ustad Arifin Ilham, Tak Kapok Bela Ulama
Tulisan selanjutnya Penjelasan LPPOM MUI tentang Isu Mi Instan Mengandung Babi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?